Daily News 26/01

January 26, 2017 No. 1417
DILD - Target kontrak baru

PT Intiland Development (DILD) menargetkan marketing sales naik sebesar 35%-40% atau sekitar Rp 2.16 Triliun hingga Rp 2.24 Triliun dibandingkan pencapaian tahun lalu senilai Rp 1.6 Triliun. Melemahnya pasar properti sepanjang tahun 2016 berdampak langsung pada penurunan kinerja penjualan. DILD menunda sejumlah proyek tahun lalu dan dijadwalkan kembali berencana meluncurkan dua proyek baru di Jakarta dan Surabaya tahun ini.
IMJS- Fasilitas pinjaman
PT Indomobil Multi Jasa (IMJS) melalui anak usahanya PT Indomobil Finance Indonesia memperoleh pinjaman sebesar US$ 250 Juta dari 22 sindikasi bank. Jumlah tersebut lebih tinggi dari target perolehan awal sebesar US$ 100 Juta. Sesuai rencana, fasilitas pinjaman tersebut akan menjadi salah satu sumber pendanaan perseroan dalam ekspansi kredit tahun ini. IMJS juga tengah mempertimbangkan menerbitkan obligasi tahun ini dimana perseroan masih memiliki sisa penawaran umum berkelanjutan (PUB)II sekitar Rp 410 Miliar.
JSMR - Belanja modal
PT Jasa Marga (JSMR) mengalokasikan belanja modal tahun ini senilai Rp 27 Triliun. Mayoritas belanja modal akan dialokasikan untuk pembangunan 235 Km jalan tol baru dengan investasi sebesar Rp 22 Triliun sedangkan sisanya Rp 4 Triliun akan dialokasikan untuk biaya operasional perseroan serta pengembangan anak usaha properti senilai Rp 400 Miliar dan jasa layanan pemeliharaan sebesar Rp 600 Miliar. JSMR menargetkan pembangunan 2,000 Km hak konsensi jalan tol dimana saat ini perseroan telah mengoperasikan 1,200 Km jalan tol dan menargetkan pembangunan 235 Km jalan tol baru pada tahun ini.
SRTG - Buyback saham
PT Saratoga Investama Sedaya (SRTG) telah menyelesaikan pembelian kembali (buyback) sebesar 734,700 lembar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jumlah tersebut setara dengan 48.9% dari total target buyback saham. SRTG berencana melaksanakan buyback sekitar 1.5 juta lembar saham atau sekitar 0.055% dari modal disetor dan ditempatkan. Aksi buyback saham ini telah menghabiskan dana senilai Rp 2.2 Miliar dari alokasi Rp 4.7 Miliar untuk aksi korporasi ini. Sebelumnya, SRTG menggelar proses buyback dalam jangka waktu 1 Juli 2016 hingga 31 Desember 2016. SRTG masih memiliki waktu 12 bulan untuk menyelesaikan proses buyback di pasar. Manajemen SRTG akan menggunakan saham dari buyback untuk Long Term Incentive Program kepada karyawan.
WIKA - Rencana emisi obligasi
PT Wijaya Karya (WIKA) berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai total Rp 10 Triliun dimana untuk tahap pertama akan diterbitkan obligasi bertenor 3 dan 5 tahun dengan nilai sekitar Rp 1.5 Triliun hingga Rp 2 Triliun pada 1H 2017. Dana hasil emisi obligasi akan dialokasikan untuk mendukung belanja modal tahun ini yang dialokasikan sebesar Rp 12 Triliun. WIKA tengah menyiapkan proses IPO anak perusahaan: PT Wijaya Karya Gedung (WKG) senilai Rp 3.5 Triliun dan PT Wijaya Karya Realty (WKR) senilai Rp 4.5 Triliun hingga Rp 5 Triliun yang ditargetkan dapat direalisasikan tahun ini. Seluruh dana hasil IPO akan dialokasikan untuk pengembangan usaha dan bukan untuk refinancing atau pelunasan utang.