Daily News 27/01
January 27, 2017 No. 1418
BBNI - Kinerja FY 2016
PT Bank Negara Indonesia (BBNI) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 25.1%Yoy menjadi Rp 11.33 Triliun Vs Rp 9.06 Triliun pada 2015 lalu. Pendapatan bunga bersih tercatat naik sebesar 17%Yoy menjadi Rp 31.33 Triliun tahun 2016. Posisi CAR pada akhir 2016 tercatat sebesar 19.36% ( 19.49% pada 2015 lalu), dengan NPL Gross 2.96% (2.70% pada 2015), ROE 15.54% ( 17.21% pada 2015 lalu) dan LDR 90.41% (87.77% pada 2015).
ADHI - Proyek transit oriented development<
PT Adhi Karya (ADHI) menganggarkan dana Rp 1.4 Triliun dari belanja modal untuk memperbanyak pengembangan proyek transit oriented development (TOD) di stasiun pemberhentian light rail transit (LRT) Jabodetabek Tahap I pada tahun ini. Alokasi untuk akuisisi lahan proyek TOD senilai Rp 1 Triliun dan sisanya untuk mengembangkan proyek TOD yang sudah ADHI akuisisi. ADHI sudah memiliki sekitar tujuh lokasi untuk pengembangan proyek TOD. Luas lahan ketujuah proyek tersebut mencapai sekitar 58.3 Ha. Dua dari tujuh lokasi proyek TOD sudah masuk tahap pembangunan sejak tahun lalu. Keduanya berada di Bekasi Timur dan Sirkuit Internasional Sentul. Sejauh ini, proses akuisisi lahan di Kuningan dan Dukuh Atas masih menjadi masalah bagi ADHI.
DILD - Rencana ekspansi
PT Intiland Development (DILD) akan meluncurkan dua proyek mixed use baru pada 2H 2017 dengan investasi sebesar Rp 2.6 Triliun. Lokasi dua proyek tersebut berada di Jakarta dan Surabaya dengan nilai investasi masing-masing sebesar Rp 2 Triliun dan Rp 600 Miliar. Selain itu, perseroan juga mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar Rp 2 Triliun yang akan digunakan untuk menyelesaikan proyek-proyek yang telah berjalan. Sumber dana belanja modal akan berasal dari hasil penjualan, kas internal dan pinjaman bank.
SMRA - Target marketing sales
PT Sumarecon Agung (SMRA) menargetkan marketing sales pada tahun ini senilai Rp 4.5 Triliun atau 50% leibh tinggi dibandingkan dengan pencapaian pada 2016 sebesar Rp 3 Triliun. Target marketing sales pada tahun ini sama dengan target awal yang ditargetkan pada awal 2016. SMRA akan merilis beberapa produk baru di Summarecon Serpong dan Summarecon Karawang untuk mendukung marketing sales pada 1H 2017. Summarecon Serpong tetap masih menjadi kontributor terbesar dengan target marketing sales Rp 1.8 Triliun atau 40% dari target. Selain itu SMRA juga tetap fokus di Serpong, Bekasi, Bandung dan Kelapa Gading.