Daily News 10/03

March 10, 2017 No. 1447
ADHI - Rencana emisi obligasi

PT Adhi Karya (ADHI) berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 3.5 Triliun pada 1H 2017 yang merupakan bagian dari emisi obligasi berkelanjutan senilai total Rp 5 Triliun. Dana hasil emisi obligasi akan dialokasikan untuk mendukung rencana ekspansi serta refinancing obligasi. ADHI memiliki obligasi senilai Rp 500 Miliar yang jatuh tempo pada bulan Juli 2017. Tahun ini ADHI menargetkan perolehan kontrak baru senilai Rp 44 Triliun dimana Rp 22-23 Triliun diantaranya akan berasal dari proyek LRT.
ASSA - Belanja modal
PT Adi Sarana Armada (ASSA) menargetkan pendapatan tahun ini Rp 1.8 Triliun dengan kontribusi terbesar dari jasa sewa kendaraan. ASSA mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 1 Triliun yang diperoleh dari perbankan untuk membeli kendaraan baru. Tahun ini ASSA ingin meremajakan 3,000 unit mobil dan menambah armada baru 2,000 unit. Sehingga total armada ASSA diharapkan dapat mencapai 21,000 unit hingga akhir tahun atau naik dari jumlah armada tahun 2016 sebesar 19,000 unit. Terkait ekspansi ke bisnis taksi online, Manajemen ASSA mengungkapkan kontibusi masih kurang dari 1% atau hanya 20 unit-25 unit kendaraan untuk taksi online. Sejauh ini ASSA hanya menyewakan mobil untuk Grab Indonesia.
IMJS - Emisi obligasi
PT Indomobil Multi Jasa (IMJS) menerbitkan obligasi sebesar Rp 410 Miliar melalui penawaran umum berkelanjutan (PUB) II tahap IV yang terbagi menjadi tiga. Seri A senilai Rp 238 Miliar dengan kupon 8% dan tenor satu tahun. Seri B senilai Rp 51 Miliar dengan kupon 8.8% dan tenor tiga tahun. Seri C senilai Rp 121 Miliar dengan kupon 9.4% dan tenor lima tahun. Perseroan sudah menunjuk PT Indo Premier Securities sebagai penjamin pelaksana emisi.
POLY- Belanja modal
PT Asia Pasific Fibers (POLY) menganggarkan belanja modal tahun ini senilai US$ 20 Juta. Perseroan akan menggunakan dana belanja modal tahun ini untuk pembaruan mesin dan upgrade mesin lama untuk revamping. Sumber dana belanja modal sebesar US$ 10 Juta berasal dari kas internal dan sisanya diharapkan berasal dari dana hasil restrukturisasi dan mitra strategis unit purified terephtalate acid (PTA). Sementara itu, perseroan tengah mengajukan restrukturisasi kepada Kementrian Keuangan dan diharapkan pada 2H 2017 perseroan sudah mendapatkan keputusan dari Kemenkeu.
WIKA - Finalisasi pinjaman
PT Wijaya Karya (WIKA) menargetkan perolehan pinjaman sindikasi bank senilai Rp 5 Triliun pada 15 Maret 2017. WIKA akan menggunakan dana tersebut untuk membiayai pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda. WIKA memiliki 15% saham pada perusahaan konsorsium yang mengelola proyek jalan tol Balikpapan-Samarinda. Konsorium perseroan akan membangun tol Balikpapan-Samarinda seksi 2,3,dan 4 sepanjang 65 Km dari total panjang tol 99.02 Km. Selain memproses pinjaman. WIKA berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai Rp 10 Triliun dimana untuk tahap pertama akan diterbitkan obligasi senilai Rp 5 Triliun. Surat utang yang akan diterbitkan akan memiliki tenor antara 5 hingga 10 tahun.