Daily News 13/03
March 13, 2017 No. 1448
ADHI - Revisi belanja modal
PT Adhi Karya (ADHI) merevisi target belanja modal tahun ini dari Rp 2 Triliun menjadi Rp 3.5 Triliun. Nilai belanja modal tersebut berpotensi kembali naik dengan adanya proyek light rail transit (LRT). Dana belanja modal berasal dari penerbitan obligasi berkelanjutan senilai total Rp 5 Triliun dengan rencana emisi obligasi tahap pertama senilai Rp 3.5 Triliun akan diterbitkan pada 1H 2017 sisanya Rp 1.5 Triliun akan diterbitkan tahun depan. Di proyek LRT, ADHI harus membiayai konstruksi LRT sebesar 30% atau sekitar 6 Triliun. Untuk memenuhi kebutuhan proyek LRT, ADHI memiliki dana PMN 2015 tahun lalu senilai Rp 1.4 Triliun. Sisa kebutuhan dana akan berasal dari rencana emisi obligasi dan pinjaman perbankan dengan rasio 40:60. Sementara itu ADHI dan K-Water (perusahaan dari Korea Selatan) membentuk perusahaan patungan untuk menjalankan usaha penjernihan air dengan nilai proyek mencapai Rp 3.5 Triliun.
BNGA - Rencana buyback saham
PT Bank CIMB Niaga (BNGA) berencana membeli kembali (buyback) sekitar 503 juta saham (2% saham) beredar. BNGA mengalokasikan dana maksimal Rp 500 Miliar untuk aksi korporasi tersebut. Periode pembelian kembali berlangsung dalam waktu paling lama 18 bulan sejak persetujuan pemegang saham. BNGA akan menggelar RUPSLB pada 25 April 2017 untuk meminta izin pemegang saham atas aksi korporasi ini. Manajemen BNGA mengungkapkan akan menggunakan saham buyback ini untuk program kepemilikan saham oleh manajemen dan karyawan perseroan atau MESOP.
JSMR - Rencana penjualan dua ruas jalan tol
PT Jasa Marga (JSMR) berencana melakukan divestasi kepemilikan saham atas dua ruas jalan tol pada 1H 2017. JSMR akan menjual seluruh kepemilikan (23% saham) ruas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) W1 Kebon Jeruk-Penjaringan sepanjang 9.7 Km. Sedangkan untuk ruas tol Semarang-Solo sepanjang 75 Km dengan investasi Rp 7.3 Triliun, JSMR akan melepaskan sebagian saham. Selain melepas dua ruas jalan tol pada tahun ini JSMR memiliki rencana untuk mengoperasikan proyek jalan tol baru sepanjang 235 Km tahun ini. Selain itu, JSMR melalui anak usahanya, PT Jasa Marga Properti akan meluncurkan tiga proyek properti baru tahun ini dengan investasi senilai Rp 72.4 Miliar. Salah satu proyek berupa gedung perkantoran di Pesanggrahan (Jakarta Selatan) dan dua proyek lainnya merupakan rumah tapak di Jawa Timur.
MDLN - Kinerja FY 2016
PT Modernland Realty (MDLN) membukukan penurunan laba bersih sebesar 43%Yoy menjadi Rp 501.34 Miliar tahun lalu Vs Rp 873.42 Miliar pada tahun 2015. Turunnya kinerja diakibatkan penurunan pendapatan usaha sebesar 17%Yoy menjadi Rp 2.36 Triliun tahun lalu. Laba operasi turun 27%Yoy menjadi Rp 1.04 Triliun pada tahun 2016.
TPIA - Kinerja FY 2016
PT Chandra Asri Petrochemical (TPIA) membukukan lonjakan laba bersih menjadi US$ 300 Juta pada FY 2016 Vs US$ 26.34 Juta pada FY 2015. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 40.1%Yoy menjadi US$ 1.93 Miliar. Beroperasinya pabrik baru membuat kegiatan operasional TPIA terlihat lebih efisien secara finansial seiring pembukukan kenaikan laba kotor sebesar 239.2%Yoy menjadi US$ 494.32 Juta tahun lalu.