Daily News 15/03

March 15, 2017 No. 1450
EXCL - Rencana emisi obligasi syariah

PT XL Axiata (EXCL) akan terus meningkatkan jangkauan dan kualitas jaringan data melalui investasi berkelanjutan. Untuk memenuhi pendanaan tahun ini EXCL berencana menerbitkan Sukuk Ijarah Berkelanjuta I XL Axiata Tahap II Tahun 2017 senilai Rp 3.5 Triliun yang terdiri dari lima seri. Seri A dengan jangka waktu 370 hari menawarkan kupon pada kisaran 7.25% hingga 7.75%, Seri B dengan tenor 3 tahun dengan kupon 8% hingga 8.5%, Seri C jatuh tempo 5 tahun dengan kupon 8.4% hingga 9%, Seri D bertenor 7 tahun dengan kupon 8.5% hingga 9.25% dan Seri E berjangka waktu 10 tahun dengan kupon 8.75% hingga 9.5%. Proses bookbuilding berlangsung pada 13-27 Maret.
ISAT - Kinerja FY 2016
PT Indosat (ISAT) membukukan laba bersih Rp 1.1 Triliun pada FY 2016 Vs rugi bersih Rp 1.31 Triliun pada FY 2015. Naiknya kinerja didukung kenaikan pendapatan sebesar 9%Yoy menjadi Rp 29.18 Triliun tahun lalu. Efisiensi biaya operasional mendorong kenaikan laba operasi sebesar 66.8%Yoy menjadi Rp 3.94 Triliun tahun lalu. Kinerja laba bersih tahun lalu didukung oleh pencatatan laba selisih kurs sebesar Rp 273.8 Milar Vs rugi kurs Rp 1.29 Triliun pada FY 2015.
ISSP - Terbitkan notes
PT Steel Pipe Industry (ISSP) melalui anak usahanya yang berkedudukan di luar negeri akan menerbitkan utang luar negeri (notes) sebesar US$ 250 Juta. Dana tersebut akan digunakan untuk melunasi kewajiban utang jangka pendek dan mendanai ekspansi usaha perseroan. Berdasarkan laporan keungan 9M 2016 total utang jangka pendek perseroan tercatat sebesar Rp 2.71 Triliun. Aksi korporasi tersebut menunggu persetujuan RUPSLB pada 20 April. Selain menerbitkan notes ISSP juga berencana melakukan buyback saham dengan alokasi dana senilai Rp 51 Miliar untuk membeli sekitar 144 juta lembar saham dalam aksi korporasi ini.
WSBP - Kontrak baru
PT Waskita Beton Precast (WSBP) meraih kontrak baru Rp 3.3 Triliun hingga pertengahan Maret, antara lain berasal dari proyek tol Kayu Agung-Palembang Betung (Kapal Betung), tol Jakarta-Cikampek Elevated II, dan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar. WSBP menargetkan dapat meraih total kontrak baru senilai Rp 12.3 Triliun tahun ini dengan perincian 80% berasal dari proyek Grup Waskita Karya dan sisanya 20% berasal dari eksternal. Sebagian besar proyek internal berasal dari proyek jalan tol. Sementara itu, WSBP akan membangun pabrik baru di Penajam (Kalimantan Timur) diatas lahan seluas 10 Ha dengan kapasitas produksi 300,000 ton beton pracetak per tahun dan satu pabrik di Medan (Sumatera Utara) dengan luas 4 Ha berkapasitas 100,000 ton beton pracetak per tahun untuk menyuplai proyek jalan tol Trans Sumatera. Ekspansi dua pabrik adalah bagian rencana WSBP memiliki total kapasitas 3.25 juta ton per tahun.