Daily News 14/03

March 14, 2017 No. 1449
BBCA - Kinerja FY 2016

PT Bank Central Asia (BBCA) membukukan kenaikan laba bersih FY 2016 sebesar 14.4%Yoy menjadi Rp 20.6 Triliun Vs Rp 18 Triliun pada FY 2015. Pendapatan bunga bersih tercatat naik 12%Yoy menjadi Rp 40.2 Triliun dengan laba operasi naik 14% yoy Rp 25.8 Triliun. Rasio CAR Tercatat sebesar 21.9% pada FY 2016 (18.65% pada FY 2015) dengan NPL Gross 1.31% ( 0.72% pada FY 2015), ROE 20.46% (21.86% pada FY 2015), dan LFR 77.12% ( 81.06% pada FY 2015)
GEMS - Fasilitas pinjaman kepada anak perusahaan
PT Golden Energy Mines (GEMS) meningkatkan plafon pinjaman kepada anak perusahaan, PT Bungo Bara Utama (BBU), hingga senilai Rp 200 Miliar dari batas awal Rp 26 Miliar. Pinjaman tersebut akan jatuh tempo pada akhir tahun 2018 dengan kupon 12% per tahun. GEMS memiliki saham BBU melalui anak perusahaan, PT Kuansing Inti Makmur (KIM), yang memiliki 99.99% saham BBU. Pinjaman tersebut akan dialokasikan BBU untuk mendukung usaha pertambangan batu bara.
SRIL - Kinerja FY 2016
PT Sri Rejeki Isman (SRIL) membukukan kenaikan laba bersih FY 2016 sebesar 6.7%Yoy menjadi US$ 59.36 Juta Vs US$ 55.66 Juta pada FY 2015. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan penjualan sebesar 7.7%Yoy menjadi US$ 679.94 Juta pada FY 2016. Laba usaha tercatat naik 17.7%Yoy menjadi US$ 115.45 Juta pada FY 2016.
WTON - Kontrak baru
PT Wijaya Karya Beton (WTON) meraih kontrak baru Rp 1.1 Triliun pada 2M 2017. Kontrak baru tersebut berasal dari proyek tol dan proyek pembangkit listrik. Beberapa proyek tol yang dikerjakan adalah proyek Kunciran-Cengkareng sepanjang 15 Km, proyek Gempol-Porong sepanjang 3.8 Km, dan tol Lampung sepanjang 30 Km. Selain itu, WTON mendapatkan beberapa proyek pembangkit listrik seperti Tanjungjati, Batang, dan juga Cilacap. WTON juga tengah menyiapkan pendanaan melalui beberapa aksi korporasi seperti pinjaman bank, obligasi, dan penjualan treasury stock sekitar 366 juta lembar saham.