Daily News 05/04

April 05, 2017 No. 1464
DMAS - Marketing sales

PT Puradelta Lestari (DMAS) membukukan marketing sales sebesar Rp 559 Miliar selama 1Q 2017. Pencapaian tersebut setara dengan 37% dari target tahun ini yang sebesar Rp 1.5 Triliun. Marketing sales tersebut dikontribusi oleh penjualan lahan industri seluas 29 Ha kepada beberapa perusahaan yang bergerak dibidang farmasi serta sektor yang berkaitan dengan otomotif. Saat ini kawasan industri Deltamas, Greenland International Indutrial Centre (GIIC), juga telah meraih penunjukan sebagai salah satu kawasan indsutri yang berpartisipasi dalam kemudahan layanan investasi langsung konstruksi dari Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM).
INDY - Emisi obligasi
PT Indika Energy (INDY) menerbitkan obligasi global sebesar US$ 265 Juta dengan tenor 5 tahun. Obligasi tersebut menawarkan kupon 6.875% dengan tingkat imbal hasil penawaran kembali (re-offer yield) sebesar 6.95%. Dana hasil emisi obligasi akan dialokasikan untuk membeli sisa obligasi yang akan jatuh tempo pada 2018. Selanjutnya, perseroan akan melunasi kredit yang dimiliki anak perusahaan, Tripatra Engineers and Constructors dari Bank Mandiri (BMRI) serta fasilitas club deal yang dimiliki anak perusahaan, PT Mitrabahtera Segera Sejati (MBSS) dari Bank ANZ Indonesia dan Standard Chartered Bank. Selain itu perseroan juga akan membayar fasilitas pinjaman berjangka yang dimiliki MBSS dari Bank Permata (BNLI) dan fasilitas pembiyaan Al-Murabahah yang dimiliki MBSS dari Indonesia Eximbank.
MEDC - Rencana ekspansi
PT Medco Energi Internasional (MEDC) berencana meningkatkan produksi migas pada kisaran 75-80 million barrels oil equivalent per day (MBOED) tahun ini. Selain itu MEDC menjaga biaya kas per unit (cash cost per unit) tetap dibawah US$ 10 per BOE pada 2018 hingga 2020. MEDC juga akan mengebor Blok South Natuna Sea untuk mengakses cadangan hidrokarbon yang belum dimanfaatkan. Perusahaan juga akan melanjutkan pengeboran gas Aceh di 2Q 2017 ini dan memproduksi listrik 2.1 Gwh-2.2 GWh. Eksplorasi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) diharapkan menghasilkan 300-310 juta lbs untuk tembaga dan 400,000-420,000 oz emas. AMNT juga tengah menyelesaikan studi kelayakan smelter dan menjalankan rencana penambangan baru.
WSBP - Kontrak baru
PT Waskita Beton Precast (WSBP) meraih kontrak baru senilai Rp 4.4 Triliun pada 1Q 2017 atau naik 549.5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 677.5 Miliar. Kontrak baru berasal dari proyek seperti Jakarta Garden City, jalan tol Jakarta-Cikampek, dan Kapal Betung. Pencapaian kontrak baru 1Q 2017 setara dengan 35.8% dari total target kontrak baru tahun ini senilai Rp 12.3 Triliun. Tahun ini WSBP akan meningkatkan kapasitas produksi sebesar 600 ribu ton menjadi 3.25 juta ton. WSBP akan menambah dua pabrik precast di Kalimantan dan Sumatera dengan kapasitas masing-masing 300 ribu ton.