Daily News 10/04

April 10, 2017 No. 1467
ADHI - Kontrak baru

PT Adhi Karya (ADHI) meraih kontrak baru 1Q 2017 senilai Rp 3.7 Triliun atau naik 59.6% dibandingkan kontrak baru tahun lalu senilai Rp 2.3 Triliun. Nilai kontrak baru tersebut mencapai 17.6% dari total target kontrak baru tahun ini senilai Rp 21 Triliun. ADHI tidak memasukkan kontrak dari proyek LRT senilai Rp 23 Triliun pada kontrak baru 1Q 2017 dikarenakan proyek tersebut hanya sekali didapat selain itu, LRT merupakan proyek mandat dari Pemerintah. Apabila diikutsertakan maka ADHI meraih total kontrak baru senilai Rp 26.7 Triliun. Perolehan kontrak baru terdiri dari proyek gedung sebanyak 71.7%, proyek jalan dan jembatan 16.8%, serta proyek infrastruktur lainnya sebesar 11.5%. Berdasarkan sumber dana proyek dari BUMN mendominasi hingga 41.6% sisanya 33.2% dari swasta dan 25.2% dari APBN atau APBD.
JPFA - Belanja modal
PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) menganggarkan belanja modal senilai Rp 1.5 Triliun tahun ini atau naik dari 787 Miliar pada tahun lalu. Sebesar Rp 500 Miliar akan digunakan untuk membangun, memperluas dan menambah fasilitas baru rumah potong ayam (RPA) di Padang, Balikpapan dan Yogyakarta. Sebesar Rp 270 Miliar akan digunakan untuk pembangunan alat pengering jagung, silo, dan gudang di beberapa daerah terutama sentra produksi jagung dan area feedmil JPFA. Adapun sisa belanja modal akan digunakan untuk perbaikan breeding farm, membangun kandang ayam baru, serta perluasan bisnis dan produksi di bidang perikanan dan peternakan sapi. JPFA mengalokasikan belanja modal dari kas internal.
MDLN - Rencana emisi obligasi
PT Modernland Realty (MDLN) melalui anak usahanya, Modernland Overseas Pte. Ltd., berencana menerbitkan obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) sebesar US$ 240 Juta tahun ini. Perseroan akan menggunakan dana hasil obligasi tersebut untuk membiyai kembali obligasi lama, senior notes sebesar US$ 247.42 Juta yang akan jatuh tempo pada 2019. Sementara itu, sepanjang tahun lalu perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 501.3 Miliar, turun 43%Yoy dari pencapaian Rp 873.4 Miliar tahun 2015.
MPMX - Fasilitas pinjaman
PT Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) melalui anak usahanya PT Mitra Pinasthika Mustika Finance (MPM Finance) memperoleh pinjaman sebesar Rp 700 Miliar dari tiga bank, yaitu PT Bank Centra Asia (BBCA) dengan pinjaman sebesar Rp 350 Miliar, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR) sebesar Rp 250 Miliar, dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah sebesar Rp 100 Miliar. Perseroan telah menandatangani fasilitas pinjaman tersebut pada 6 April 2017. Pendanaan dari pinjaman sindikasi ini akan digunakan sepenuhnya untuk modal kerja perusahaan guna mendukung lini bisnis pembiyaan yang dilakukan oleh MPM Finance.
WSKT - Opsi pendanaan
PT Waskita Karya (WSKT) diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp 35 Triliun tahun ini yang akan ditutup oleh penerbitan obligasi senilai Rp 10 Triliun dan ekuitas senilai Rp 10 Triliun. Sisa kebutuhan pendanaan akan berasal dari opsi pinjaman senilai Rp 15 Triliun. Dana tersebut akan dialokasikan untuk mendukung berbagai proyek jalan tol melalui PT Waskita Toll Road (WTR).