Daily News 07/04
April 07, 2017 No. 1466
AKRA - Kerjasama dengan BP
PT AKR Corporindo (AKRA) dan BP (British Petroleum) membentuk perusahaan patungan bernama PT Aneka Petroindo Raya yang akan mengoperasikan gerai ritel BBM berlabel BP AKR Fuels Retail. Perusahaan patungan ini bergerak dalam bisnis pemasaran produk BBM dan minyak pelumas di Indonesia. Kedua perusahaan ini menandatangani perjanjian bisnis pada tanggal 5 April 2017 di London (Inggris). Unit ritel BBM perdana ini akan diluncurkan mulai tahun 2018. AKRA bekerjasama dengan BP dikarenakan adanya peluang di bisnis ritel bahan bakar dan pelumas setelah sebelumnya dimonopoli oleh PT Pertamina.
CTRA - Kinerja FY 2016
PT Ciputra Development (CTRA) membukukan penurunan laba bersih 2016 sebesar 33%Yoy menjadi Rp 861.76 Miliar Vs Rp 1.28 Triliun pada 2015 lalu. Turunnya kinerja diakibatkan penurunan pendapatan usaha sebesar 10%Yoy menjadi Rp 6.73 Triliun tahun lalu. Laba operasi tercatat turun 23%Yoy menjadi Rp 1.85 Triliun pada 2016.
PBRX - Penambahan kapasitas produksi
PT Pan Brothers (PBRX) berencana menambah kapasitas produksi 6 juta potong garmen pada tahun ini. Untuk mendukung rencana ini PBRX menganggarkan belanja modal senilai US$30 Juta. Belanja modal akan digunakan untuk pembangunan pabrik baru dengan kapasitas 21 juta potong produk garmen per tahun dengan efektif produksi maksimum pada tahun 2018. PBRX juga berencana manambah tiga pabrik garmen serta tujuh pabrik Eco Smart pada tahun ini. Saat ini, Kapasitas produksi PBRX mencapai 90 juta potong per tahun dan PBRX menargetkan kapasitas produksi mencapai 111 juta potong produk garmen per tahun pada tahun 2018.
PPRO - Dana rights issue
PT PP Properti (PPRO) menggelar rights issue pada 11 April 2017 dengan menargetkan dana sekitar Rp 1.54 Triliun. PPRO akan menggunakan sekitar 70% atau Rp 1 Triliun untuk menambah cadangan lahan antara 10 Ha-20 Ha. Manajemen PPRO mengungkapkan perusahaan akan menambah lahan seluas 2.2 Ha di kawasan Wiyung (Surabaya). Sedangkan target lahan yang lain ada di Semarang dan Yogyakarta. Penambahan lahan akan dilakukan dengan akuisisi atau kerjasama dengan pemilik lahan dengan PPRO dalam porsi kepemilikan mayoritas. Selain akuisisi, PPRO akan menggunakan dana rights issue untuk mengoptimalkan bisnis recurring income. Kemudian sekitar 10% dana rights issue akan digunakan untuk pembayaran utang pembelian lahan di Surabaya dan sisanya 20% untuk modal kerja.
WTON - Target kontrak baru
PT Wijaya Karya Beton (WTON) menargetkan kontrak baru sepanjang tahun ini sebesar Rp 5.4 Triliun. Perseroan memperkirakan proyek-proyek infrastruktur masih akan mendominasi sebesar 40%. Selain proyek infrastruktur, nilai kontrak yang diharapkan perseroan juga berasal dari berbagai proyek energi 25%, industri 20%, dan sisanya dari properti. Beberapa kontrak yang dikerjakan perseroan pada tahun ini diantaranya jalan tol Lampung Rp 130 Miliar, proyek kilang migas pengolahan Papua Barat Rp 75 Miliar, PLTU Cilacap Rp 170 Miliar, LRT Kelapa Gading-Rawamangun Rp 300 Miliar, dan Jalan tol Suarabaya- Gempol Rp 100 Miliar.