Daily News 16/06

June 16, 2017 No. 1509
Sektor Komunikasi

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) menargetkan lelang frekuensi 2.1 GHz dan 2.3 GHz selesai pada 1 Januari 2018 karena adanya laporan layanan telekomunikasi 10 kota di Indonesia mengalami penurunan. Sehingga lelang frekuensi untuk meningkatkan layanan telekomunikasi perlu segera di selesaikan. Pada akhir Mei lalu, Komisioner Badan Regulasi Tlekomunikasi Indonesia (BRTI) telah menyampaikan lelang frekuensi 2.1 GHz dan 2.3 GHz kembali tertunda karena peraturan Menteri belum ditanda tangani oleh Menkominfo. Terdapat tiga blok yang akan dilelang oleh Pemerintah kepada operator telekomunikasi seluler di frekuensi 2.1 GHz dan 2.3 GHz yang biasa digunakan untuk menggelar layanan 3G dan 4G.
ADHI - Kontrak baru
PT Adhi Karya (ADHI) meraih kontrak baru senilai Rp 5.3 Triliun atau setara dengan 25% target kontrak baru ADHI senilai Rp 21 Triliun. Proyek-proyek swasta masih masih menjadi andalan ADHI dengan porsi mencapai 39% dari nilai kontrak sisanya berasal dari proyek BUMN sebesar 32.8% dan proyek APBN serta APBD mencapai 28.2% dari perolehan kontrak ADHI. Pengerjaan proyek gedung masih mendominasi perolehan kontrak baru hingga 70%. Sebesar 19.5% berasal dari pekerjaan jalan dan jembatan dan sisanya berasal dari tipe proyek lainnya. Untuk meningkatkan kontrak baru, ADHI akan mengikuti beberapa tender proyek swasta salah satunya adalah proyek Meikarta milik Grup Lippo.
CTRA - Marketing sales
PT Ciputra Development (CTRA) membukukan marketing sales periode 5M 2017 sebesar Rp 2.63 Triliun dari target tahun ini sebesar Rp 8.5 Triliun, naik 18% dibanding realisasi tahun lalu sebesar Rp 7.2 Triliun. Perseroan memprediksi pencapaian marketing sales pada 2017 akan terdiri atas kontribusi proyek yang sudah ada sebesar Rp 7 Triliun dan Rp 1.5 Triliun dari proyek baru. Adapun, pada Mei lalu CTRA telah meluncurkan dua proyek baru yakni Citra Land di Cibubur, dan Citra Land Talassa City di Makasar.
KLBF - Rencana ekspansi
PT Kalbe Farma (KLBF) menjajaki peluang akuisisi perusahaan pemilik brand obat-obatan, produk konsumer maupun nutrisi atau pembentukan perusahaan patungan (joint venture/JV) dengan calon mitra strategis di sejumlah negara kawasan ASEAN. Negara yang menjadi target perseroan terkait rencana ekspansi antara lain Filipina, Vietnam, dan Myanmar. Namun sejauh ini, KLBF belum ada rencana yang sudah mendekati tahap finalisasi perjanjian. Alokasi ekspansi keluar negeri ini diluar anggaran belanja modal tahun ini senilai Rp 1.2 Triliun.