Daily News 19/06

June 19, 2017 No. 1510
ADHI - Rencana emisi obligasi

PT Adhi Karya (ADHI) telah mendapat pernyataan efektif terkait rencana penerbitan obligasi berkelanjutan senilai Rp 5 Triliun dimana untuk tahap pertama akan diterbitkan obligasi senilai Rp 3.5 Triliun. Pefindo memberi peringkat idA- terhadap rencana emisi obligasi ADHI. Obligasi tersebut bertenor 5 tahun menawarkan kupon 9.25% per tahun. Sekitar Rp 500 Miliar dana hasil emisi obligasi akan dialokasikan untuk pelunasan obligasi yang jatuh tempo pada 3 Juli 2017, Rp 800 Miliar untuk penyertaan modal kepada APG dan APB untuk mendukung proyek LRT, dan sisanya untuk modal kerja.
MEDC - Fokus pengembangan energi konvensional
PT Medco Energi Internasional (MEDC) ingin kembali fokus pada sumber energi konvensional yaitu minyak dan gas (migas). MEDC akan segera melepas hak partisispasi (participating interest) blok produksi gas metana batubara atau coal bed methane (CBM) secara bertahap. MEDC mempunyai tiga blok produksi CBM di Sumatera Selatan yaitu Blok Sekayu, Blok Lematang dan Blok Muralim. Sementara itu, MEDC masih melanjutkan proses transaksi pembelian saham kontraktor atau perusahaan tercatat di bursa Australia, Macmahon Holdings Limited. MEDC telah memproses perjanjian awal terkait pembelian saham.
PSAB - Rencana penerbitan MTN
PT J Resources Asia Pasifik (PSAB) akan menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) sebesar Rp 500 Miliar dengan tingkat bunga 11.05% dan memiliki jangka waktu selama 36 bulan setelah waktu penerbitan. Dana hasil MTN akan digunakan sebagai belanja modal entitias anak PT J Resources Nusantara (JRN). Sementara itu, hingga 1Q 2017 perseroan membukukan pendapatan sebesar US$ 49.8 Juta, turun dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar US$ 64.6 Juta.
TELE - Rencana refinancing utang
PT Tiphone Mobile Indonesia (TELE) akan membiyai kembali utangnya senilai Rp 2.5 Triliun yang akan jatuh tempo pada tahun 2018. Perseroan berencana memperpanjang tenor sindikasi bank hingga tahun 2020 dengan tingkat bunga yang lebih rendah. Perseroan akan mulai bertemu sejumlah bank yang telah menjadi kreditur pada Oktober atau November tahun ini. TELE sudah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham untuk mejaminkan lebih dari 50% asetnya kepada kreditur.
WSBP - Rencana buyback saham
Manajemen PT Waskita Beton Precast (WSBP) mengajukan rencana pembelian kembali saham (buyback) karena yakin potensi pertumbuhan kinerja perusahaan. Kondisi tersebut tidak tercermin dalam pergerakan harga pasar WSBP. WSBP mengalokasikan dana buyback maksimum senilai Rp 1 Triliun. Rencana tersebut menunggu persetujuan RUPSLB 26 Juli 2017. Buyback saham akan dilakukan dalam periode 18 bulan setelah mendapat persetujuan RUPSLB.