Daily News 08/12
December 08, 2011 No. 152
BNBR - Kuasi roerganisasi
PT Bakrie & Brothers (BNBR) tengah menyelesaikan proses kuasi reorganisasi untuk menghapus defisit senilai Rp 34.9 Triliun yang sebagian besar berasal dari akumulasi kerugian. Pada 7 Desember lalu BNBR telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan HAM terkait aksi korporasi tersebut.
BYAN - Tingkatkan produksi
Anak perusahaan PT Bayan Resources (BYAN), PT Gunungbayan Pratamacoal, menunjuk kontraktor pertambangan PT Hareda Krida Utama (HKU) untuk meningkatkan produksi batubara. Kontrak tersebut bernilai US$ 160 Juta atas pekerjaan overburden removal sebanyak 52.2 juta bcm serta produksi batubara sebanyak 2.3 juta metric ton dalam 5 tahun kedepan.
GIAA - Kuasi reorganisasi
PT Garuda Indonesia (GIAA) akan memulai proses kuasi reorganisasi tahun depan dengan diserahkannya proposal ke regulator pada Januari 2012. GIAA memakai buku Desember 2011 sebagai dasar kuasi reorganisasi dan berharap selesai paling lambat juni 2012 dengan target penghapusan defisit sebesar Rp 6.8 Triliun.
JPFA - Belanja modal 2012
PT Japfa Comfeed (JPFA) menganggarkan belanja modal 2012 senilai Rp 900 Miliar dengan alokasi 90% digunakan untuk peningkatan produksi unggas dan sisanya untuk budidaya perairan. Perseroan berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 750 Miliar tahun depan untuk pembiayaan capex dimana Rp 150 Miliar sisanya akan berasal dari kas internal.
TLKM - Pembangunan broadband di kawasan timur
PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) fokus pada pengembangan bisnis data dikarenakan stagnannya pertumbuhan telekomunikasi suara, kini TLKM membentang kabel optik di kawasan Indonesia Timur. Total investasi pembangunan fiber optik ini mencapai Rp21.19 Triliun. Dana investasi ini akan masuk belanja modal setiap tahunnya. Pembangunan ditargetkan dilakukan tahun depan dan beroperasi secara bertahap pada tahun 2013.
TOTL - Target kinerja 2012
PT Total Bangun Persada (TOTL) menargetkan pendapatan mencapai Rp 1.7 Triliun pada tahun 2012 dari target tahun ini Rp 1.5 Triliun dan laba bersih ditargetkan meningkat 15%. Sumber pendapatan berasal dari proyek baru yang komposisinya kurang lebih 95% proyek swasta dan sisanya pemerintah.