Daily News 07/12
December 07, 2011 No. 151
BNBR - Rencana investasi
PT Bakrie & Brothers (BNBR) mengalokasikan dana investasi mencapai US$ 3.5 Miliar dalam 3 tahun mendatang untuk pengembangan infrastruktur. Kebutuhan dana akan berasal dari kombinasi project financing, ekuitas, pinjaman, serta kerjasama strategis. Penjualan 23.8% saham Bumi Plc kepada PT Borneo Lumbung Energy (BORN) senilai US$ 1 Miliar diharapkan dapat menurunkan total hutang dari Rp 13 Triliun pada akhir 2010 lalu menjadi Rp 5.5 Triliun pada akhir 2011.
BRNA - Target pertumbuhan
PT Berlina (BRNA) memperkirakan pertumbuhan penjualan sebesar 15% tahun ini menjadi Rp 651 Miliar seiring dengan kenaikan penjualan mould sebesar 54% serta kenaikan volume penjualan botol plastik dan tube sebesar 2% hingga 3% tahun ini. Manajemen memperkirakan laba bersih 2011 naik 10%Yoy menjadi Rp 30.8 Miliar.
BSDE - Marketing sales
PT Bumi Serpong Damai (BSDE) telah membukukan marketing sales senilai Rp 3.3 Triliun sampai November 2011 dari target Rp 3.4 Triliun pada akhir 2012. Penjualan tersebut berasal dari 8 sub-cluster.
EMTK - Fokus bisnis televisi berbayar
PT Elang Makhota Teknologi (EMTK) fokus pengembangkan bisnis televisi berbayar yang sudah beroperasi September dengan mengusung merek Nex Media ke beberapa kota besar lain di luar Jakarta. EMTK berharap mendapatkan lisensi untuk operasional ke luar kota pada tahun 2012 dari pemerintah.
MTLA - Capex 2012
PT Metropolitan Land (MTLA) mengalokasikan belanja modal (capex) senilai Rp 965 Miliar yang akan digunakan untuk pengembangan proyek baru senilai Rp 600 Miliar, akuisisi tanah senilai Rp 200 Miliar, dan pembangunan infrastruktur pada proyek yang sudah ada senilai Rp 100 Miliar. MTLA berencana meminjam Rp 150 Miliar dari bank untuk membuka interchange pada proyek Metland Puri yang bekerjasama dengan developer lainnya. Tahun depan perseroan menargetkan Rp 800 Miliar untuk marketing sales dari target tahun ini Rp 700 Miliar dan recurring income ditargetkan mencapai Rp 190 Miliar.
SMCB - Mencari pendanaan ekspansi
PT Holcim Indonesia (SMCB) mencari pinjaman senilai US$ 225 Juta hingga US$ 250 Juta untuk pembangunan pabrik semen di Tuban. Total nilai kebutuhan investasi pembangunan pabrik berkisar US$ 450 Juta hingga US$ 500 Juta. SMCB melakukan pembicaraan serius dengan beberapa bank dari dalam negeri maupun luar negeri. Pinjaman tersebut digunakan untuk belanja modal hingga 2013.