Daily News 12/12

December 12, 2011 No. 154
AMRT - Target pertumbuhan pendapatan

PT Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) menargetkan pertumbuhan pendapatan mencapai 20% di 2012. AMRT pemilik minimarket Alfamart berniat terus menambah jumlah gerai dan berencana tahun depan membuka 800 gerai baru. AMRT memperkirakan investasi pembangunan gerai mencapai Rp 960 Miliar.
BNBR - Rencana turunkan hutang
PT Bakrie & Brothers (BNBR) menargetkan penurunan utang sekitar Rp 1.6 Triliun hingga Rp 2 Triliun tahun depan. Rencana tersebut seiring dengan upaya refinancing utang senilai US$ 597 Juta kepada Credit Suisse. Saat ini BNBR tercatat memiliki hutang senilai total US$ 1.34 Miliar. BNBR akan menggunakan US$ 440 Juta dari dana hasil penjualan 23.8% saham Bumi Plc kepada PT Borneo Lumbung Energi & Metal (BORN) senilai US$ 1 Miliar.
BYAN - Tunda Pengiriman
PT Bayan Resources (BYAN) menunda pengiriman batubara sehingga mengakibatkan pengiriman batubara ke Balikpapan Coal Terminal (BCT) terganggu. Tanggal 7 Desember 2011 BYAN mengeluarkan pernyataan force majeure kepada Enel Trade SpA dan Vitol Asia Pte. atas kontrak penjualan batubara.
MTLA - Rencana bisnis hotel
PT Metropolitan Land (MTLA) berencana mengembangkan 20 hotel budget dalam 5 tahun ke depan di daerah Jabodetabek dan dapat diperluas sampai ke kota-kota besar lainnya. Satu hotel budget diperkirakan membutukan pendanaan sekitar Rp 25 Miliar diluar biaya akuisisi tanah. Perseroan membuka peluang kerjasama dengan pemilik tanah di dalam pemilikan saham untuk hotel yang akan dikembangkan.
SMRA - Capex 2011
PT Sumarecon Agung (SMRA) mengalokasikan belanja modal (capex) senilai Rp 1.3 Triliun yang akan digunakan untuk mal di Sumarceon Bekasi dan convention center serta sport club di Sumarecon Serpong. Pendanaan capex diambil dari kas intenal perseroan sebesar 20%-30% dan sisa nya dari hutang bank. SMRA menargetkan marketing sales senilai Rp 3.5 Triliun pada 2012.
SSIA - Penjualan lahan
PT Surya Semesta Internusa (SSIA) berhasil mendapat komitmen penjualan lahan di Suryacipta City of Industry seluas 290 Ha senilai total Rp 1.34 Triliun. Dari total komitmen tersebut, manajemen berharap dapat merealisasikan penjualan atas lahan seluas 200 Ha. SSIA telah melakukan penambahan lahan seluas 58 Ha Bulan ini.