Daily News 11/09

September 11, 2017 No. 1562
JAWA - Tender offer

PT Jaya Agra Wattie (JAWA) memiliki pemegang saham mayoritas baru setelah PT Sinar Kasih Abadi melakukan penjualan seluruh saham yang dimilikinya. Saham tersebut dijual dengan harga Rp 250 saham dengan total 2.66 miliar saham (70.5% saham). Transaksi dilakukan melalui pasar negosiasi dengan nilai transaksi mencapai Rp 665.35 Miliar. Seluruh saham dibeli oleh PT Sarana Agro Investama dan menjadikan pengendali baru JAWA. Selesai transaksi ini, Sarana Agro akan melakukan tender offer atas seluruh saham JAWA yang dimiliki publik. Saat ini kepemilikan saham JAWA yang beredar di publik sebesar 29.4%. Pada sisa tahun ini, JAWA akan lebih fokus membenahi internal dan menahan ekspansi dengan melakukan efisiensi operasional dan mengetatkan belanja modal serta melakukan pembenahan pada infrastruktur dan alat produksi.
MKNT - Rencana rights issue
PT Mitra Komunikasi Nusantara (MKNT) berencana menerbitkan saham baru melalui proses rights issue. Dengan harga penawaran Rp 300 per lembar maka target dana perolehan mencapai Rp 600 Miliar. Sebagian besar dana hasil rights issue akan digunakan untuk meningkatkan modal anak perusahaan. Sekitar 70% dana akan dialokasikan untuk PT Mitra Sarana Berkat, 20% untuk Mitra Telindo Nusantara, dan 10% sisanya untuk modal kerja MKNT.
PPRO - Rencana akuisisi lahan
PT PP Properti (PPRO) berencana mengakuisisi lahan di wilayah kertajati seluas 200 Ha dikarenakan lahan di wilayah Kertajati cukup prospektif dengan rencana pembangunan bandara baru. Wilayah tersebut akan menjadi Aero Citiy atau kota mandiri dengan pengembangan hingga 20 tahun yang akan datang. PPRO akan bekerjasama dengan anak perusahaan Bandara Internasional Jawa Barat. Dengan tambahan lahan tersebut maka total luas land bank PPRO tercatat sekitar 294 Ha. Sementara itu PPRO telah membukukan marketing sales senilai Rp 1.75 Triliun pada 8M 2017, sekitar 58% dari target marketing sales tahun ini senilai Rp 2.99 Triliun.
TOWR - Naikkan fasilitas pinjaman
PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) melalui anak usahanya PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) menaikan plafon pinjaman loan revolving facility dari PT Bank Central Asia (BBCA). Perseroan menaikan nilai pinjaman menjadi Rp 750 Miliar, dibandingkan dengan perjanjian perseroan pada 21 Desember 2016 yang hanya sebesar Rp 500 Miliar. Melalui perjanjian baru tersebut kedua pihak sepakat mengubah beberapa aspek, diantaranya penambahan komitmen pinjaman dan jangka waktu ketersedian fasilitas A menjadi 36 bulan dan batas jatuh tempo fasilitas B menjadi 12 bulan sejak tanggal penandatangan perjanjian perubahan tersebut.