Daily News 12/09
September 12, 2017 No. 1563
IPO - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF) berencana IPO dengan menjual 10.890.068.700 saham baru (30% dari modal disetor penuh). Dengan harga penawaran berkisar Rp 390-510 per lembar saham maka target total perolehan dana IPO mencapai US$ 200 Juta hingga US$ 250 Juta. Sekitar 60% dana hasil IPO akan dialokasikan untuk investasi dan ekspansi perusahaan, antara lain pendanaan peningkatan kapasitas dan kapabilitas lini bisnis maintenance, repair, dan overhaul (MRO). Sedangkan 20% untuk kebutuhan modal kerja, dan sekitar 20% sisanya untuk restrukturisasi utang perseroan. Perseroan telah menunjuk PT Bahana Sekuritas, Danareksa Sekuritas, dan BNI Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi.
INCO - Eksplorasi tiga blok di Sulawesi
PT Vale Indonesia (INCO) melanjutkan kegiatan eksplorasi di wilayah Luwu Timur (Sulawesi Selatan) dan Morowali (Sulawesi Tengah). Kedua daerah ini masuk dalam kontrak karya yang telah ditetapkan oleh perusahaan pertambangan kepada pemerintah. INCO akan fokus mengeksplorasi Blok Sorowako Outer Area dan Blok Sorowako di Kabupaten Luwu Timur serta Blok Bahodapi di Kabupaten Morowali. Dalam kegiatan ini, INCO bekerjasama dengan pihak ketiga yang melibatkan tiga kontraktor. Untuk eksplorasi di tiga blok tersebut, INCO mengeluarkan biaya US$ 320,542. Namun, INCO masih belum bisa mengumumkan hasil pengujian dari eksplorasi tersebut.
TBIG - Pembayaran utang
PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) akan melakukan pembayaran utang senilai US$ 396.72 Juta yang jatuh tempo 3 bulan lagi. Dana pembayaran utang akan berasal dari hasil emisi obligasi berkelanjutan II tahap III senilai Rp 700 Miliar yang menawarkan kupon 8.4% per tahun. Kupon obligasi tahap III lebih rendah dari kupon obligasi tahap II dan I yang masing-masing menawarkan kupon 8.75% dan 9.25%.
WSKT - Proyek TOD
Anak perusahaan PT Waskita Karya (WSKT), PT Waskita Karya Realty (WKR), dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan menjalankan 4 proyek properti dengan konsep transit oriented development (TOD) di lokasi stasiun kereta api. Untuk tahap awal WKR akan mengerjakan proyek TOD diatas lahan seluas 6.6Ha di Stasiun Bogor dengan nilai Rp 1.6 Triliun serta proyek TOD diatas lahan seluas 3Ha di Stasiun Bekasi senilai Rp 800 Miliar.