Daily News 15/09

September 15, 2017 No. 1566
Industri beton pracetak

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan komitmen Pemerintah untuk meningkatkan partisipasi swasta dalam proyek-proyek pembangunan infrastruktur. Pemerintah tengah mengkaji aturan tersebut dan diharapkan dapat diimplementasikan dalam tender proyek infrastruktur tahun 2018. Dalam rencana baru tersebut BUMN karya hanya diizinkan menggunakan 50% material konstruksi dari hasil produksi anak perusahaan dan sisanya diharuskan menggunakan material konstruksi hasil produksi swasta. Dengan demikian Pemerintah memberi kesempatan bagi perusahaan precast swasta untuk bersaing. Dua emiten anak perusahaan BUMN karya, PT Waskita Beton Precast (WSBP) dan PT Wijaya Karya Beton (WTON) terkena sentimen negatif berita ini.
Penjualan semen domestik
Data dari Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat penjualan semen pada Agustus 2017 sebesar 6.47 juta ton atau meningkat 9%Yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan penjualan semen pada 8M 2017 mencapai 40.05 juta ton atau naik 5%Yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 39.06 juta ton. Menurut Asosiasi Semen Indonesia, kenaikan penjualan semen dikarenakan dimulainya proyek pembangunan infrastruktur di beberapa wilayah menjadi salah satu kenaikan penjualan semen domestik. Peningkatan penjualan semen terjadi di kawasan Jawa dengan naik 10.5%Yoy dan di Sumatra sebesar 3%Yoy.
PPRO - Marketing sales
PT PP Properti (PPRO) membukukan marketing sales senilai Rp 2.09 Triliun pada 8M 2017 atau mencapai 70% dari target tahun ini senilai Rp 2.99 Triliun. Kontribusi terbesar berasal dari bisnis residential apartment senilai Rp 1.75 Triliun diluar dari segmen komersil, hospitality dan anak perusahaan. Pada sisa tahun ini, PPRO akan meluncurkan beberapa proyek seperti Jababeka Tower 2, The Alton Apartment Semarang dengan lahan seluas 1.3 Ha terdiri dari 3 tower, Apartment Begawan berada di atas lahan seluas 1.4 Ha terdiri dari 2 tower dan proyek apartemen di Surabaya.
WIKA - Kontrak baru
PT Wijaya Karya (WIKA) meraih kontrak baru Rp 30.76 Triliun pada 8M 2017. Nilai tersebut mencapai 71.12% dari target kontrak baru pada tahun ini senilai Rp 43.25 Triliun. Kontribusi terbesar berasal dari segmen infrastruktur, gedung dan properti dengan nilai Rp 20.66 Triliun sementara sektor energy and insdustrial plant meraih kontak baru Rp 6.45 Triliun an sisa kontrak baru diperoleh dari segmen industri. Mayoritas proyek yang dikerjakan WIKA adalah proyek milik BUMN ataupun BUMD.