Daily News 18/08

August 18, 2020 No. 1781
Amerika Serikat
Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya resmi memerintahkan perusahaan China ByteDance untuk menghentikan operasional TikTok di negaranya dalam waktu 90 hari. Trump mengatakan bahwa ada bukti kredibel yang membuatnya percaya bahwa ByteDance mungkin mengambil tindakan yang mengancam keamanan nasional Amerika Serikat. Langkah keras tersebut makin menggencarkan tekanan kepada ByteDance. Sebelumnya, Trump sudah mengeluarkan perintah eksekutif pada pekan lalu. Perintah itu berisi larangan bagi perusahaan atau individu AS untuk melakukan transaksi dengan ByteDance, perusahaan China yang memiliki aplikasi berbagi video TikTok, dan Tencent, pemilik aplikasi WeChat. Anehnya, Trump mengatakan akan mendukung penjualan operasi TikTok di AS ke Microsoft Corp jika pemerintah AS mendapat porsi besar dari harga penjualan. Tetapi, ia juga memperingatkan akan melarang layanan tersebut dipakai di AS pada 15 September. (Source: CNBC Indonesia)

Ada update terbaru dari perjanjian dagang Amerika Serikat (AS) dan China. Keduanya menunda waktu peninjauan terhadap kesepakatan perdagangan Fase 1 mereka yang awalnya telah dijadwalkan untuk dilangsungkan Sabtu kemarin (16/8/2020). Menurut beberapa sumber, alasan penundaan adalah karena ada masalah kesesuaian waktu. Selain itu, AS juga berniat untuk memberikan lebih banyak waktu bagi China untuk dapat meningkatkan pembelian barang-barang AS. Sumber lain yang mengetahui rencana tersebut mengatakan pejabat AS ingin memberi lebih banyak waktu bagi China untuk meningkatkan pembelian barang-barang AS sesuai kesepakatan. (Source: CNBC Indonesia)

China
Pandemi Covid-19 telah menghadirkan dampak yang signifikan terhadap perekonomian China. Salah satu indikasi adalah semakin banyak orang di Negeri Tirai Bambu yang beralih pekerjaan ke ranah digital. Pulihnya situasi ekonomi berimbas kepada sejumlah aktivitas seperti live streaming, e-commerce dan perjalanan berbasis smartphone, seperti ride-hailing. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia, China mencoba menavigasi dunia yang masih berjuang dengan efek pandemi Covid-19. Jalan menuju pertumbuhan masih menantang. Pemerintah pusat mengatakan pada pertemuan penting awal tahun ini kalau pekerjaan tetap menjadi prioritas nasional dengan tingkat target pengangguran 6% dan lebih dari 9 juta pekerjaan baru. (Source: CNBC Indonesia)

Thailand
Perekonomian Thailand mengalami kontraksi terdalam pada kuartal II-2020 karena pandemi virus corona. Berdasarkan data Badan Perencanaan Negara, ekonomi Thailand kontraksi 12,2% secara tahunan (yoy) pada periode April-Juni lalu. Ini merupakan kontraksi terdalam pada ekonomi Thailand sejak 22 tahun terakhir. Wakil Perdana Menteri Baru Supattanapong Punmeechaow mengatakan pada konferensi pers bahwa pemerintah akan mengumumkan lebih banyak stimulus bulan ini. Tujuannya untuk mendukung ekonomi dan semua kelompok orang yang terkena dampak. Kemudian, stimulus ini akan dibahas pada pertemuan 19 Agustus. (Source: Kontan)

Jepang
Ekonomi Jepang mengalami pertumbuhan negatif (kontraksi) yang sangat dalam pada kuartal II-2020. Namun ada harapan ekonomi Negeri Matahari Terbit mampu bangkit dalam bulan-bulan ke depan. Pada kuartal II-2020, ekonomi Jepang terkontraksi -7,82% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY). Jauh lebih dalam ketimbang kontraksi pada kuartal sebelumnya yaitu -0,62% YoY sekaligus menjadi yang terparah sejak 1979. Perlahan tetapi pasti, roda ekonomi Jepang yang sempat berhenti berputar kembali bergerak. Sejumlah data ekonomi memberi konfirmasi bahwa terjadi pemulihan. Indeks leading indicator (yang merangkum pembukaan lowongan kerja, keyakinan konsumen, optimisme dunia usaha, dan sebagainya) berada di angka 85 pada Juni. Meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 78,3 dan menjadi yang tertinggi sejak Februari. Leading indicator memberi gambaran terhadap arah perekonomian dalam beberapa bulan ke depan. Jadi kalau angkanya terus membaik, maka ada harapan dunia usaha dan rumah tangga akan mulai melakukan ekspansi. (Source: CNBC Indonesia)

Indonesia
Bank Indonesia (BI) resmi merilis uang khusus bertema 75 tahun kemerdekaan Republik Indonesia (RI), dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI, pada Senin (17/8/2020). BI merilis uang khusus dengan pecahan Rp 75.000. Uang khusus dikeluarkan dan dicetak BI saat ajang tertentu seperti 25 tahun kemerdekaan & 50 tahun kemerdekaan dan beberapa event-event lainnya. Uang kertas itu memiliki warna merah dengan paduan warna putih dan hijau. Terpampang jelas wajah dua proklamator kemerdekaan EI yakni Soekarno dan Mohammad Hatta. Lalu dibaliknya ada gambar deretan anak-anak yang memakai baju adat dari berbagai daerah di Indonesia dan telah ditandatangani oleh Gubernur BI dan Menteri Keuangan. Sebagai penjelasan, uang rupiah khusus adalah uang yang dikeluarkan oleh BI guna memperingati peristiwa atau tujuan tertentu. Uang rupiah khusus tersebut juga memiliki nilai nominal yang berbeda dari nilai jualnya. Sementara itu, Kementerian Keuangan juga menyatakan uang edisi 75 tahun RI merdeka juga bukan merupakan pencetakan uang baru dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Uang khusus tersebut diterbitkan hanya untuk agenda tertentu. (Source: CNBC Indonesia)

Presiden Joko Widodo telah melakukan pidato kenegaraan untuk menjelaskan Rancangan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021 di sidang tahunan MPR pada Jumat (14/8). Dalam RAPBN tahun 2021 defisit anggaran direncanakan sekitar 5,5% dari PDB atau sebesar Rp 971,2 triliun. Defisit ini lebih rendah dibandingkan defisit anggaran di tahun 2020 sekitar 6,34% dari PDB atau sebesar Rp 1.039,2 triliun. Berbagai kebijakan belanja negara secara keseluruhan diharapkan dapat mendorong tercapainya sasaran pembangunan pada tahun 2021, yakni tingkat pengangguran 7,7-9,1%, tingkat kemiskinan di kisaran 9,2-9,7%, dengan menekankan pada penurunan kelompok kemiskinan ekstrem, tingkat ketimpangan di kisaran 0,377-0,379, serta indeks pembangunan kualitas manusia (IPM) di kisaran 72,78-72,95. (Source: Kontan)