Daily News 24/08

August 24, 2020 No. 1783
USA
Lebih dari 135.000 orang di Amerika Serikat (AS) mengajukan klaim untuk mendapatkan tunjangan pengangguran dalam pekan yang berakhir 15 Agustus. Angka kenaikan yang lebih tinggi dari ekspektasi itu membuat total orang yang telah mengajukan klaim pengangguran di AS menjadi sebanyak lebih dari 1,1 juta orang sampai periode tersebut. Untuk menekan jumlah pengangguran dan dampak buruk wabah pada ekonomi AS, pemerintahan Trump saat ini sedang mengupayakan untuk mencairkan bantuan pendanaan tambahan. Sayangnya, persetujuan untuk merilis bantuan darurat itu masih belum disepakati di Gedung Putih. Pendanaan CARES Act bertujuan untuk menambah US$ 600 dalam pembayaran mingguan kepada pekerja yang menganggur sambil menciptakan Program Perlindungan Gaji (PPP) untuk memberikan pinjaman dan hibah kepada perusahaan yang kesulitan di tengah berbagai tekanan bisnis yang dihadapi, termasuk penurunan pendapatan. (Source: CNBC Indonesia)

China
China telah menyetujui usaha patungan atau joint venture perusahaan pengelolaan kekayaan (wealth management) antara manajer investasi asal Amerika Serikat BlackRock Inc, investor Singapura Temasek Holdings dan China Construction Bank Corp (CCB). Reuters melaporkan, langkah China sebagai bentuk uapaya Beijing secara bertahap membuka sektor keuangannya untuk perusahaan internasional. Kesepakatan itu muncul saat Pemerintah China ingin membuka pasar keuangannya bagi perusahaan asing. Pemain keuangan global teratas telah lama berupaya meningkatkan kehadiran mereka di ekonomi Tiongkok yang tumbuh relatif cepat. Pada Oktober tahun lalu, China menghapus beberapa pembatasan pada operasi bank asing di negara tersebut. Tetapi industri China tetap didominasi oleh perusahaan domestik dan China belum membuka beberapa area yang lebih sensitif dari industri keuangannya. (Source: Kontan)

Hong Kong
Regulator perbankan China menjanjikan dukungannya untuk Hong Kong sebagai pusat keuangan dan menegaskan kembali komitmen untuk membuka sektor keuangan China di tengah kebuntuan hubungan yang semakin mendalam dengan Amerika Serikat. Komisi Pengaturan Perbankan dan Asuransi China (CBIRC) menyatakan dalam sebuah pernyataan di situsnya bahwa pihaknya akan memberikan dukungan untuk lembaga keuangannya yang melakukan bisnis di Hong Kong dengan mematuhi peraturan dan menawarkan layanan kepada perusahaan lokal dan asing. Menurut CBIRC, Saat ini, pasar keuangan Hong Kong umumnya beroperasi dengan lancar dan sistem nilai tukar terkait memiliki dasar yang kokoh, yang juga mencerminkan kepercayaan pasar internasional di Hong Kong. Status Hong Kong sebagai pusat keuangan internasional tidak akan melemah dan terguncang, tetapi akan menjadi lebih makmur dan stabil di masa depan. (Source: Bisnis.com)

Indonesia
[Kebijakan Ekonomi]
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Agustus 2020 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 4%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,75%. Keputusan ini konsisten dengan perlunya menjaga stabilitas eksternal, di tengah inflasi yang diprakirakan tetap rendah. Bank Indonesia menekankan pada jalur kuantitas melalui penyediaan likuiditas untuk mendorong pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19, termasuk dukungan Bank Indonesia kepada Pemerintah dalam mempercepat realisasi APBN tahun 2020. BI juga mengumumkan empat kebijakan. Pertama adalah melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar. Kedua, memperkuat strategi operasi moneter guna meningkatkan transmisi stance kebijakan moneter yang ditempuh. Ketiga, menurunkan batasan minimum uang muka (down payment) dari kisaran 5-10% menjadi 0% dalam pemberian Kredit/Pembiayaan Kendaraan Bermotor (KKB/PKB) untuk pembelian kendaraan bermotor berwawasan lingkungan, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, berlaku efektif 1 Oktober 2020. Keempat, memperkuat sinergi bersama perbankan, fintech, pemerintah, serta otoritas terkait dalam rangka percepatan digitalisasi antara lain melalui dukungan digitalisasi UMKM dan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), perluasan akseptasi QRIS berbasis komunitas, serta dorongan penggunaan QRIS dalam e-commerce. (Source: CNBC Indonesia)

[Seputar Vaksin COVID-19]
Perjuangan Indonesia mencari vaksin dan memproduksi sendiri masih belum selesai meski sudah ada kabar baik. Holding BUMN farmasi, PT Bio Farma (Persero) akhirnya sudah mengamankan sebanyak 50 juta dosis vaksin Covid-19 untuk segera diproduksi dalam negeri. Hal ini ditandai dengan kepastian dari Sinovac, perusahaan farmasi asal China, yang akan memasok 50 juta bulk atau konsentrat vaksin Covid-19 Ready to Fill (RTF) ke Bio Farma mulai November 2020. Satu bulk ini nantinya akan menjadi satu dosis vaksin. Artinya setidaknya sudah ada 50 juta vaksin di dalam negeri di awal tahun depan. Selain dengan Sinovac, pemerintah juga mengincar vaksin dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Indonesia pun mendapatkan komitmen penyediaan 10 juta dosis vaksin Covid-19 dari G42, perusahaan artificial intelligence asal Abu Dhabi, yang saat ini juga tengah mengembangkan vaksin Covid-19. Tak tanggung-tanggung, 10 juta vaksin ini akan tersedia di tahun ini. (Source: CNBC Indonesia)