Daily News 26/08

August 26, 2020 No. 1785
Amerika Serikat
Pejabat tinggi perdagangan pemerintahan Amerika Serikat (AS) dan China menegaskan kembali komitmen mereka terhadap kesepakatan dagang tahap pertama yang sudah disepakati. Penegasan itu memberi sedikit angin segar bagi pasar dalam perdagangan Selasa (25/8) yang sedikit gugup. Penegasan itu dibuat lewat panggilan telepon antara Perwakilan Dagang AS  Robert Lighthizer, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Wakil Perdana Menteri China Liu He. Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) menyatakan Kedua belah pihak melihat kemajuan dan berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keberhasilan perjanjian. USTR mengatakan kedua belah pihak telah membahas langkah-langkah yang telah diambil China untuk melakukan perubahan struktural pada berbagai masalah termasuk melindungi hak kekayaan intelektual, menghilangkan hambatan bagi perusahaan AS di sektor jasa keuangan dan pertanian, serta menghilangkan transfer teknologi paksa. juga membahas peningkatan signifikan dalam pembelian produk AS oleh China serta tindakan di masa depan yang diperlukan untuk mengimplementasikan perjanjian tersebut. (Source: Kontan)

China
China meningkatkan impor barang-barang pertanian mulai dari jagung, babi hingga sorgum bulan lalu, menandakan pemulihan permintaan untuk protein di negara terpadat di dunia itu. Impor jagung, yang digunakan untuk pakan ternak oleh konsumen terbesar kedua di dunia itu, naik ke level tertinggi dalam tiga tahun pada Juli karena negara tersebut mencari lebih banyak pasokan untuk menutupi kekurangan yang semakin melebar dan menurunkan harga yang melonjak. Dilansir Bloomberg, Selasa (25/8/2020), menurut data yang diterbitkan oleh Administrasi Umum Kepabeanan China, impor sebagian besar komoditas pertanian melonjak bulan lalu. Impor jagung melonjak 136,5 persen dari tahun sebelumnya menjadi 910.000 ton pada Juli, pembelian daging babi melonjak 120 persen menjadi 430.000 ton, sementara pengiriman daging sapi naik 35 persen menjadi 210.000 ton. (Source: Bisnis.com)

Korea Selatan
Saham Korea Selatan ditutup 1,6% lebih tinggi pada hari Selasa, yang merupakan kenaikan tertinggi dalam hampir sebulan. Sentimen datang dari Amerika Serikat dan China yang menunjukkan kemajuan dalam pembicaraan perdagangan mereka dan infeksi COVID-19 harian di negara itu berkurang dari puncaknya. Bank Sentral Korea diperkirakan akan menahan suku bunga pada hari Kamis karena mempertimbangkan kekhawatiran tentang meningkatnya hutang rumah tangga dan harga properti. Imbal hasil obligasi negara Korea 3-tahun yang paling likuid naik 0,3 basis poin menjadi 0,827%, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun naik 1,2 basis poin menjadi 1,389%. (Source: Reuters)

Indonesia
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencatatkan pertumbuhan belanja negara sebesar 1,3 persen secara tahunan menjadi Rp1.252,4 triliun hingga Juli 2020. Belanja negara tersebut meliputi realisasi belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp793,60 triliun, tumbuh 4,25 persen secara tahunan dan realisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp458,82 triliun tumbuh negatif 3,4 persen secara tahunan. Peningkatan kinerja realisasi belanja Pemerintah Pusat tersebut terutama dipengaruhi oleh realisasi bantuan sosial yang mencapai Rp117,04 triliun atau tumbuh 55,9 persen. Di sisi lain, realisasi belanja barang tumbuh negatif sebesar 16,7 persen secara tahunan sejalan dengan upaya pemerintah untuk melakukan efisiensi belanja yang tidak terkait langsung dengan penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. (Source: Bisnis.com)