Daily News 27/08
August 27, 2020 No. 1786
Amerika Serikat Bursa saham Amerika Serikat memperpanjang rekor kenaikan beruntun di tengah meningkatnya ekspektasi untuk kebijakan moneter yang longgar dan data ekonomi menunjukkan tanda-tanda pulih dari pandemi virus corona. Melonjaknya saham teknologi mendorong indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite ke level tertinggi baru untuk empat hari berturut-turut, sementara MSCI All-Country World Index naik ke rekor tertinggi. S&P telah melonjak sekitar 55 persen dari posisi terendah Maret. Saham Salesforce.com Inc. melonjak 26 persen setelah pendapatan pengembang perangkat lunak dengan mudah melampaui perkiraan, menandakan klien menanggapi pandemi dengan meningkatkan sistem teknologi. Pesanan AS untuk barang tahan lama naik pada bulan Juli lebih dari dua kali lipat perkiraan, menunjukkan pabrik akan membantu mendukung rebound ekonomi dalam beberapa bulan mendatang. Investor juga menunggu pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Kamis tentang tinjauan kerangka kebijakan moneter bank sentral, yang diharapkan memerlukan strategi inflasi baru. (Source: Bisnis.com) China Bank sentral China mengatakan telah menyuntikkan 200 miliar yuan (US$ 28,94 miliar) melalui operasi 14-day reverse repo ke dalam sistem perbankan pada hari Rabu. Mengutip Reuters, Rabu (26/8), kumpulan repo balik senilai 150 miliar yuan akan jatuh tempo, meninggalkan People's Bank of China untuk menyuntikkan 50 miliar secara bersih melalui alat likuiditas. Secara terpisah, fasilitas pinjaman jangka menengah (MLF) senilai 150 miliar yuan lainnya akan kedaluwarsa pada hari itu. Tetapi PBOC membuat rollover MLF satu kali selama satu bulan penuh minggu lalu dengan menyuntikkan total pinjaman jangka menengah senilai 700 miliar yuan. (Source: Kontan) Indonesia Tren perbaikan ekonomi pada bulan Juli 2020 masih berlanjut, meskipun tidak sebaik bulan Juni 2020. Indikator di bulan Juli 2020 bergerak bervariasi. Antara lain Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur, konsumsi listrik, ekspor, dan belanja bantuan sosial masih tumbuh positif secara bulanan. Angka PMI manufaktur global pada bulan Juli 2020 juga sudah menunjukkan tren peningkatan ke arah ekspansif, pada angka 50,3. Terutama bersumber dari Eropa, Rusia, dan Tiongkok, sedangkan Amerika Serikat (AS) dan India masih stagnan. Walaupun masih dalam level kontraksi, indeks manufaktur Indonesia telah meninggalkan level terendahnya. Berbagai indikator tersebut membuat pemerintah percaya diri ekonomi membaik. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ekonomi Indonesia di semester II-2020 akan pulih dibanding kuartal II-2020. Salah satunya, ditandai dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menunjukkan optimisme. Menkeu bilang, pemerintah terus berupaya mengakselerasi belanja negara agar dapat mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga dan investasi. (Source: Kontan)