Daily News 28/08
August 28, 2020 No. 1787
Amerika Serikat Federal Reserve pada hari Kamis (27/8) merilis perubahan dari pendekatannya terhadap peran ganda untuk mencapai lapangan kerja maksimum dan inflasi yang stabil, memberikan bobot baru untuk memperkuat pasar tenaga kerja AS dan mengurangi kekhawatiran tentang inflasi yang terlalu tinggi. Mengutip Reuters, strategi kebijakan moneter baru The Fed, yang diluncurkan pada awal konferensi bank sentral tahunan, berjanji untuk mengatasi kekurangan dari tujuan berbasis luas dan inklusif dari pekerjaan penuh, sebuah pembenaran pada penelitian yang menunjukkan perbedaan pendapatan rasial menahan pertumbuhan ekonomi. The Fed juga menjanjikan untuk menargetkan inflasi rata-rata 2%, sehingga periode inflasi yang terlalu rendah kemungkinan besar akan diikuti dengan upaya untuk menaikkan inflasi secara moderat di atas 2% untuk beberapa waktu. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa suku bunga utama bank sentral AS, yang sudah mendekati nol, akan tetap di sana selama bertahun-tahun yang akan datang karena pembuat kebijakan merangsang inflasi yang lebih tinggi. investor mungkin perlu menunggu hingga setidaknya September, ketika bank sentral diharapkan mengadopsi apa yang disebut panduan berbasis hasil untuk suku bunga dana federal utamanya, berjanji untuk tetap mendekati nol hingga inflasi mencapai ambang tertentu, mungkin 2,25% atau 2,5%. (Source: Kontan) China Industri manufaktur China semakin pulih dari pukulan pandemi Covid-19. Ini tercermin dari laba perusahaan industri yang mengalami pertumbuhan tiga bulan berturut-turut hingga Juli dengan laju tercepat sejak Juni 2018. Berdasarkan data Biro Statistik Nasional China yang dikutip Reuters, Kamis (27/8), perusahaan industrial China mencatatkan keuntungan sebesar 589,5 miliar yuan pada bulan Juli atau sekitar US$ 85,58 miliar. Capaian itu tumbuh 19,6% year year (YoY). Pada bulan sebelumnya, juga tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 11,5% YoY. Pertumbuhan keuntungan perusahaan manufaktur tersebut menandai titik cerah dalam ekonomi China setelah sebagian besar aktivitas ekonominya lumpuh akibat Covid-19. Pemulihan ekonomi China ini tertolong permintaan yang terpendam, stimulus pemerintah, dan ekspor yang secara mengejutkan tangguh menghidupkan kembali aktivitas industri. (Source: Kontan) Korea Selatan Regulator keuangan Korea Selatan memutuskan untuk memperpanjang larangan aktivitas short selling di bursa saham Korea Selatan selama enam bulan. Hal ini dilakukan sebagai langkah guna meredakan kegelisahan pasar saham atas kebangkitan kembali virus corona di Negeri Ginseng tersebut. Komisi Jasa Keuangan Korea Selatan mengatakan, pihaknya membuat keputusan dengan mempertimbangkan volatilitas pasar atas pandemi Covid-19. sebelumnya Korea Selatan sudah menghentikan sementara aktivitas short selling sejak bulan Maret 2020. Kala itu, regulator keuangan Korea Selatan hanya memberlakukan larangan tersebut selama 6 bulan dan akan berakhir 15 September mendatang. Namun, dengan adanya perpanjangan ini, maka penghentian aktivitas short selling akan berlangsung hingga 15 Maret 2021. Larangan sementara menandai yang ketiga kalinya di Korea Selatan. Negeri Ginseng terakhir melarang short selling pada tahun tahun 2011. (Source: Kontan) Indonesia Genjot daya beli, subsidi gaji lengkapi program pemerintah yang sejenis. Diungkapkan Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, bahwa bantuan subsidi gaji/upah kepada pekerja yang menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan merupakan pelengkap atas sejumlah program yang digulirkan pemerintah dalam rangka merespons dampak pandemi Covid-19. Program lain yang dimaksud Menaker seperti Program Keluarga Harapan (PKH) untuk 10 Juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Program Kartu Sembako untuk 20 Juta penerima, Program Kartu Prakerja untuk 5,6 juta peserta dengan total anggaran Rp 20 triliun. Selain itu, Pemerintah juga memberikan diskon tarif bagi Pelanggan 450 VA dan 900 VA Subsidi, padat karya infrastruktur, dan stimulus kredit usaha rakyat. Lebih lanjut ia menyatakan bahwa bantuan subsidi upah bertujuan melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi pekerja/buruh dalam rangka penanganan dampak Covid-19. Pemerintah menyiapkan anggaran untuk program ini sekitar Rp37 triliun. Mekanisme penyaluran bantuan subsidi upah ini diberikan kepada pekerja/buruh sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat bulan (Rp2,4 juta) yang akan diberikan setiap dua bulan sekali. Artinya, satu kali pencairan, pekerja akan menerima uang subsidi sebesar Rp1,2 juta. (Source: IDX Channel)