Daily News 09/09

September 10, 2020 No. 1795
Amerika Serikat
Saham Wall Street ditutup melemah tajam pada Selasa (8/9/2020). Pelemahan didukung melemahnya saham-saham teknologi dan aksi jual saham emiten energi dan keuangan. Analis mengutip meningkatnya ketegangan AS-China sebagai alasan. Presiden AS Donald Trump menyebut akan melakukan decouple (pemutusan hubungan) jika terpilih lagi. China pun sudah mengambil ancang-ancang. Aturan baru dibuat untuk memutus perusahaan teknologi dengan AS. Selain itu, kebuntuan di Washington atas putaran lain pendanaan stimulus jadi sebab lain. Meski data ekonomi seperti pekerjaan yang terbit minggu lalu melampaui ekspektasi, hal ini tak bisa membuat Wall Street ke zona hijau. Perusahaan teknologi besar seperti Apple dan Amazon kembali mengalami penurunan yang dalam. Namun Tesla paling anjlok hingga 21,1%. Saham Boeing juga turun 5,8% setelah mengungkapkan lebih banyak masalah dengan jet 787 Dreamliner. Perusahaan pembuat pesawat itu akan menunda pengiriman pesawat. (Source: CNBC Indonesia)

China
Saat bumi menangis, Xi Jinping rayakan kemenangan lawan covid. China sepertinya sudah benar-benar bebas dari corona (Covid-19). Saat negara lain masih melawan wabah ini, negara tersebut mencatat kemenangan yang signifikan. Presiden China Xi Jinping bahkan merayakan keberhasilan negara dalam menangani virus corona (Covid-19). Dalam upacara penghargaan untuk profesional medis yang dihiasi dengan seruan terompet dan tepuk tangan, Xi mengatakan China telah lulus ""tes yang luar biasa dan bersejarah"". Xi juga memuji China yang tanggap atas wabah yang menjadi pandemi global itu. Ia mengatakan jika ketangkasan dan kepemimpinan China dapat menjadi contoh. Upacara mewah di Aula Besar Rakyat dimulai dengan keheningan satu menit bagi mereka yang kehilangan nyawa selama wabah. Kemudian Xi membagikan medali emas kepada empat pahlawan dari bidang medis di depan ratusan delegasi. Mereka mengenakan masker wajah dan pin bunga merah yang sangat besar. Tiga orang lainnya diberi gelar kehormatan ""Pahlawan Rakyat"". Mereka adalah ahli biokimia Chen Wei, kepala rumah sakit di Wuhan dan seorang ahli pengobatan tradisional Tiongkok berusia 72 tahun. (Source: CNBC Indonesia)

Jepang
Pertumbuhan ekonomi Jepang menyusut dari perkiraan semula pada kuartal kedua 2020. Ekonomi terbesar ketiga itu mengalami kontraksi 28,1% tahunan pada April-Juni. Penyebabnya yakni penurunan belanja modal 4,7%, penurunan yang jauh lebih besar daripada penurunan awal 1,5%, tanda pandemi Covid-19 menghantam sektor ekonomi yang lebih luas. Data terpisah menunjukkan belanja rumah tangga turun 7,6% pada Juli dibandingkan dengan tahun sebelumnya, lebih dalam dari perkiraan pasar median untuk penurunan 3,7%. Upah riil juga turun untuk bulan kelima berturut-turut di bulan Juli, menunjukkan kemungkinan tekanan yang lebih dalam di masa depan untuk belanja konsumen. (Source: Kontan)

Indonesia
Bank Indonesia melaporkan, keyakinan konsumen pada bulan Agustus 2020 kembali membaik. Berdasarkan survei konsumen BI, hal tersebut terlihat dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan lalu yang berada di level 86,9, alias naik tipis dari IKK Juli 2020 yang sebesar 86,2.  Ini mengindikasikan kalau keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi terpantau membaik, meski masih berada dalam zona pesimistis atau di bawah 100. Membaiknya keyakinan konsumen pada Agustus 2020 didorong oleh persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini. Ini tercermin dari Indeks Ekonomi Saat ini (IKE) yang sebesar 55,6. Meski masih cukup rendah dan masih di bawah zona pesimis, tetapi ini meningkat dari bulan sebelumnya yang sebesar 50,7. Bila ditinjau secara spasial, keyakinan konsumen pada Agustus 2020 terpantau meningkat di 8 kota yang menjadi lingkup pelaksanaan survei, dengan kenaikan tertinggi terjadi di Kota Surabaya yang naik 26,5 poin, diikuti Manado yang naik 10,6 poin, dan Denpasar yang naik 6,7 poin.  Lebih lanjut, sayangnya, ekspektasi konsumen terhadap perkiraan kondisi ekonomi pada 6 bulan mendatang cenderung lebih lemah dari bulan sebelumnya. Ini terpantau dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang tercatat sebesar 118,2 atau lebih rendah dari 121,7 pada bulan sebelumnya.  Namun, meski melemah, tetapi IEK masih berada dalam zona optimistis atau dengan indeks lebih dari 100. (Source: Kontan)