Daily News 17/09

September 17, 2020 No. 1801
Amerika Serikat
Bank sentral Amerika Serikat, The Fed berjanji mempertahankan suku bunga rendah pada Rabu (16/9/2020). Suku bunga akan tetap dikisaran 0 hingga 0,25% yang mengindikasikan bank sentral akan terus memompa suku bunga rendah dan memungkinkan inflasi untuk mendorong melebihi 2% untuk memacu lapangan kerja AS pulih dari pandemi virus corona (Covid-19). Bersamaan dengan pernyataan kebijakannya, The Fed juga merilis perkiraan dari anggota FOMC yang menunjukkan bahwa mereka, tidak mengharapkan suku bunga pinjaman acuan untuk bergerak di atas nol hingga akhir 2023. Selain itu, FOMC juga melihat pemulihan yang lebih baik dari perkiraan di Amerika Serikat, di mana kontraksi akan 3,7% tahun ini yang lebih baik dibandingkan dengan prediksi 6,5% pada Juni namun, ekspektasi pertumbuhan untuk 2021 dan 2022 relatif sederhana. (Source: CNBC Indonesia)

China
China meminta Amerika Serikat (AS) menghormati keputusan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Ini terkait kemenangan negara itu dari AS di lembaga perdagangan global. China meminta AS mengedepankan prinsip multilateral dalam berdagang. WTO mengatakan bea masuk AS melanggar aturan perdagangan. Karena hanya berlaku untuk China dan di atas tarif maksimum yang disepakati. Washington juga dinilai tidak cukup menjelaskan mengapa tindakannya perlu. Pemerintah Trump sebelumnya mengatakan tarif lebih dari US$ 200 miliar ke barang-barang China dibenarkan karena Tirai Bambu berupaya mencuri kekayaan intelektual AS dan memaksa perusahaan negeri itu melakukan transfer teknologi ke Tiongkok. (Source: CNBC Indonesia)

Korea Selatan
Indeks Saham Korea Selatan menghentikan relinya selama empat hari pada Rabu, didukung oleh melemahnya saham-saham sektor kimia dan keuangan karena adanya aksi ambil untung dan juga investor berhati-hati menjelang hasil pertemuan kebijakan The Fed. Won menguat sementara imbal hasil obligasi acuan turun. Seo Jung-hun, Analis Samsung Securities, mengatakan ada beberapa aksi ambil untung setelah saham mencapai puncaknya yang dipimpin oleh investor institusional. Menyusul data kuat dari China, investor juga fokus pada pernyataan kebijakan The Fed dimana Jerome Powell mengumumkan adanya toleransi untuk inflasi yang lebih tinggi. (Source: Reuters)

Indonesia
Institut Kajian Strategis (IKS) memprediksi Bank Indonesia (BI) akan menahan suku bunga acuan di level 4% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulan ini. Ekonomi senior IKS Universitas Kebangsaan RI Eric Sugandi mengatakan BI memfasilitasi sisi supply kredit, tetapi demand terhadap kredit masih lemah karena investor sektor riil masih belum agresif meminjam karena konsumsi rumah tangga masih tertekan. Ia juga menilai kalau sebenarnya selama ini bank sentral telah all out dalam memberikan bantuan dari sisi kebijakan moneter. Untuk itu, agar manfaatnya cepat dirasakan, maka ini butuh penguatan dari kebijakan fiskal. Kebijakan fiskal yang dimaksud terutama dari program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang berkaitan dengan pemulihan daya beli masyarakat.  Lebih lanjut, Eric pun mengimbau agar bank sentral saat ini lebih fokus kepada upaya stabilitas nilai tukar dan menjaga tingkat inflasi di sisa tahun 2020 ini.(Source: Kontan)