Daily News 18/09

September 18, 2020 No. 1802
Amerika Serikat
Klaim pengangguran mingguan Amerika Serikat tetap menunjukkan angka yang tinggi. Jumlah orang Amerika yang mengisi tunjangan pengangguran naik menjadi 860 ribu pada pekan yang berakhir 12 September dan diatas ekspektasi pasar sebesar 850 ribu. Itu merupakan minggu ketiga berturut-turut dengan klaim di bawah 1 juta, tetapi jumlahnya tetap jauh di atas 665 ribu yang diajukan pada puncak Resesi Hebat pada Maret 2009. Hal ini menunjukkan juga pemulihan pasar tenaga kerja terhenti di tengah lonjakan kasus COVID-19. Klaim awal mulai turun di bulan Mei dari rekor 6.867 juta yang dicapai pada bulan Maret karena banyak bisnis yang mulai dibuka kembali setelah beberapa minggu penutupan karena pandemi. (Source: Tradingeconomics)

China
Perusahaan asal China bersiap ramaikan bursa Hong Kong. Perusahaan China yang terdaftar di AS pun diperkirakan analis tengah berusaha pindah ke Hong Kong lantaran hubungan antara kedua negara sedang berada di bawah tekanan. Di sisi lain, melansir artikel yang dimuat Bloomberg, Rabu (16/9) regulator AS mengancam untuk membatasi akses perusahaan China ke pasar modal Amerika bila perusahaan negeri tirai bambu tidak mengizinkan pihak berwenang untuk meninjau audit laporan keuangan. Para analis memperkirakan bahwa perusahaan China yang terdaftar di AS akan berbondong-bondong pindah ke bursa Hong Kong atau China di tengah ketegangan antar dua negara yang semakin memanas. Di samping itu, sentimen anti China yang digaungkan Amerika Serikat juga membuat perusahaan asal China mau tidak mau harus mengambil alternatif. Apalagi setelah Senat AS mengesahkan Rencana Undang-Undang (RUU) bulan lalu yang melarang banyak perusahaan China untuk terdaftar di bursa Amerika. (Source: Kontan)

Jepang
Bank of Japan (BoJ) memutuskan untuk membiarkan stimulus moneter tidak terlalu agresif. Sementara itu bank sentral meningkatkan proyeksinya tentang ekonomi yang dilanda pandemi. Hal ini dilontarkan setelah Yoshihide Suga mengambil alih kursi Perdana Menteri dan berjanji untuk melanjutkan kebijakan pendahulunya tentang kebijakan moneter dan fiskal.  BOJ memutuskan untuk mempertahankan suku bunga utamanya di -0,1% dan membiarkan tingkat pembelian aset di level tetap. BOJ juga merevisi pertumbuhan ekonomi tahun ini dan menyebut bahwa iklim ekonomi sudah mulai meningkat ditopang mulai pulihnya aktivitas ekonomi secara bertahap.  Adapun, menurut Analis Bloomberg tingkat produk domestik bruto (PDB) Jepang bakal rebound 15,1% di kuartal III ini. Walau terbilang positif, lompatan ini belum cukup untuk menutupi rekor kontraksi dalam tiga bulan hingga Juni 2020 lalu. (Source: Kontan)

Indonesia
[BI memutuskan untuk menahan suku bunga acuan]
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 4%. Dengan demikian suku bunga Deposit Facility juga tetap sebesar 3,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,75%. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, BI tetap mempertahankan suku bunga acuan pada September ini dengan mempertimbangkan berbagai hal mulai dari inflasi hingga sistem keuangan baik di domestik maupun global. BI ikut mendorong pemulihan ekonomi melalui skema yang sudah disepakati dengan pemerintah yakni ikut dalam membiayai anggaran akibat tekanan pandemi covid-19. Di mana BI bisa langsung membeli SBN di pasar perdana jika target lelang pemerintah tidak memenuhi. Selanjutnya, BI juga bisa membeli SBN pemerintah baik melalui mekanisme pasar maupun secara langsung atau private placement dalam rangka membantu pembiayaan pemulihan ekonomi tersebut. Kemudian alasan lainnya mempertahankan suku bunga sebesar 4% meski terendah sejak 2016 adalah karena suku bunga deposito dan suku bunga kredit juga mulai turun. (Source: CNBC Indonesia)

[Menperin akan terus mendorong industri otomotif]
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita bakal terus mendorong industri otomotif. Setelah mengajukan pembebasan pajak hingga 0% kepada Kementerian Keuangan, ia juga sedang mengajukan kebijakan lain yang dapat mengangkat industri otomotif di tengah keterpurukan. Jika semua stimulus disetujui, maka industri otomotif diharapkan segera cepat pulih kembali. Apalagi, tanda-tandanya mulai terlihat. Penjualan mobil dalam tiga bulan terakhir menunjukkan tren meningkat, setelah sempat terpukul akibat pandemi Covid-19. Penjualan mobil secara ritel atau dari dealer ke konsumen pada Agustus sebanyak 37 ribuan unit. Jumlah itu naik dibandingkan Juli sebesar 35.799 unit. Sementara itu, penjualan wholesales atau distribusi dari Agen Pemegang Merek (APM) ke dealer pada Agustus 2020 tercatat 37.277 unit. Angka tersebut naik 47% dibandingkan penjualan Juli 2020 yang mencapai 25.283 unit. Artinya, sudah ada rebound pemulihan, pasar kembali spending uangnya untuk beli mobil dan motor. (Source: CNBC Indonesia)