Daily News 22/09
September 22, 2020 No. 1804
Amerika Serikat Wall Street kompak memerah pada akhir perdagangan Senin (21/9) karena kekhawatiran tentang lockdown baru di Eropa dan kemungkinan penundaan stimulus baru dari Kongres meningkatkan kekhawatiran bahwa ekonomi AS menghadapi jalan yang lebih panjang menuju pemulihan ketimbang harapan sebelumnya. Kematian Hakim Agung AS Ruth Bader Ginsburg juga tampaknya membuat pengesahan paket stimulus lain di Kongres lebih kecil kemungkinannya sebelum pemilihan presiden 3 November, yang memicu penurunan besar di sektor perawatan kesehatan. Kongres selama berminggu-minggu tetap menemui jalan buntu mengenai ukuran dan bentuk anggaran tanggapan virus corona lainnya, di atas sekitar US$ 3 triliun yang sudah disahkan menjadi undang-undang. Penyedia layanan kesehatan berada di bawah tekanan karena ketidakpastian atas nasib Undang-Undang Perawatan Terjangkau (ACA), yang lebih dikenal sebagai Obamacare, dengan pangsa Layanan Kesehatan Universal jatuh dengan keras. (Source: Kontan) China Kabinet China pada hari Senin mengeluarkan pedoman untuk meningkatkan jenis konsumsi baru, termasuk belanja dan pembayaran online, dalam upaya mendukung pemulihan ekonomi. Bentuk-bentuk konsumsi baru telah memainkan peran penting dalam mendorong pemulihan ekonomi China, tetapi perkembangannya terhambat oleh infrastruktur yang tidak memadai, kapasitas layanan yang lemah, dan peraturan yang tertinggal. China memiliki tujuan untuk mengembangkan sejumlah kota permodelan dan perusahaan terkemuka pada jenis konsumsi baru pada tahun 2025 dan pangsa penjualan ritel online dalam keseluruhan penjualan ritel akan menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pemerintah juga akan mempromosikan integrasi bisnis online dan offline, dan meningkatkan infrastruktur, termasuk jaringan 5G dan pusat data. (Source: Reuters) Korea Selatan Data layanan Bea Cukai Korea Selatan menunjukkan, ekspor Korea Selatan kembali naik dalam 20 hari pertama September, merupakan kenaikan pertama dalam 20 hari ekspor dalam enam bulan. Mengutip Reuters, Senin (21/9), ekspor meningkat 3,6% dari tahun sebelumnya selama 1 September, dibandingkan penurunan 7,5% pada periode yang sebanding di bulan Agustus. Impor selama periode tersebut menurun 6,8% per tahun. Rincian data menunjukkan pengiriman semikonduktor, barang terlaris Korea Selatan, melonjak 25,3%, sementara ekspor ke China, mitra dagang terbesar negara itu, melonjak 8,7%. (Source: Kontan) Indonesia 20 bank di Indonesia terlibat transaksi mencurigakan versi FinCEN Files. Bocoran laporan yang dirilis Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) menyebutkan ada 20 bank di Indonesia yang diduga menjadi tempat lalu lalang transaksi mencurigakan. FinCEN sendiri merupakan lembaga intelijen keuangan di bawah Departemen Keuangan Amerika Serikat. FinCEN Files ini mencatat bagaimana bank-bank dunia diduga meloloskan triliunan dolar Amerika transaksi mencurigakan. Dilansir Tempo.co pada Senin (21/9/2020), dalam dokumen FinCEN tercatat ada 20 bank di Indonesia, baik swasta maupun milik pemerintah, yang diduga menjadi tempat lalu lalang 496 transaksi mencurigakan sejak 22 Desember 2008 hingga 3 Juli 2017. Transaksi mencurigakan dalam jumlah besar pada periode pencatatan FinCEN juga melibatkan bank pelat merah lainnya. Institusi keuangan ini tercatat dalam transaksi pengiriman dana senilai US$10,2 juta atau sekitar Rp150 miliar ke sebuah rekening di bank Singapura, pada 12 Maret 2015. Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Dian Ediana Rae (PPATK) menyatakan lembaganya telah mengetahui berbagai laporan transaksi mencurigakan yang ditemukan FinCEN dan memastikan akan menindaklanjuti laporan tersebut. (Source: Bisnis.com)