Daily News 29/12

December 29, 2020 No. 1868
[Indonesia] - Securities Crowdfunding Akan Diresmikan Jokowi Awal Tahun Depan
Penawaran efek melalui layanan urun dana berbasis teknologi informasi alias securities crowdfunding bakal diresmikan awal tahun depan. Berdasarkan agenda Bursa Efek Indonesia, disebutkan bahwa bursa akan melakukan seremoni Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2021 sekaligus Peluncuran Securities Crowdfunding pada 4 Januari 2021 mendatang. Adapun, seremoni tersebut akan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo secara virtual. Securities crowdfunding sendiri merupakan salah satu skema pembiayaan alternatif penggalangan dana melalui pasar modal. Melalui skema ini, sebuah bisnis atau individu dapat mencari pendanaan dari satu atau beberapa investor di pasar modal. Selain itu, dana yang dihimpun bisa lindung nilai (hedge) untuk jangka waktu tertentu. Skema ini terutama ditujukan bagi usaha kelas menengah dan perusahaan rintisan yang masih kesulitan untuk masuk ke pasar modal karena bentuk badan usaha belum memenuhi kriteria skema pendanaan. Sebagai contoh, berdasarkan POJK 37/POJK.04/2018 tentang Layanan Urun Dana Melalui Penawaran Saham Berbasis Teknologi Informasi (Equity Crowdfunding), badan usaha yang diperkenankan melakukan crowdfunding hanya yang berbentuk perseroan terbatas atau koperasi. Dengan kata lain, securities crowdfunding  merupakan transformasi atau bentuk baru dari equity crowdfunding dengan aturan yang lebih fleksibel dan cakupan yang lebih luas. Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal IA Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Luthfy Zain Fuady pada awal Desember ini menyampaikan OJK bakal merevisi regulasi mengenai urun dana saham atau equity crowdfunding mulai dari sisi kriteria penerbit hingga jenis efek yang ditawarkan. Melalui aturan baru, pasal ini akan diperluas sehingga badan usaha lain selain perseroan terbatas dan koperasi, seperti badan usaha yang berbentuk CV, NV, firma dan sebagainya, juga dapat melakukan urun dana di pasar modal. Selain kriteria penerbit, OJK juga memperluas jenis efek yang ditawarkan melalui crowdfunding, dari yang sebelumnya hanya efek saham, nantinya ditambah dengan efek bersifat surat utang dan sukuk (EBUS). OJK dan otoritas bursa lainnya berharap adanya revisi aturan equity crowdfunding menjadi securities crowdfunding akan membuat kesempatan penggalangan dana di pasar modal terbuka lebih lebar bagi usaha kecil dan menengah. (Source: Bisnis.com)

[Amerika Serikat] - Stimulus Baru AS Resmi Diteken
Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya menandatangani undang-undang (UU) anggaran negara senilai US$ 2,3 triliun (Rp 32.848,6 triliun), yang berisi bantuan besar Covid-19 US$ 900 miliar, Minggu (27/12/2020). Langkah ini akan memperpanjang tunjangan pengangguran hingga Maret 2021.
Dengan ditekennya UU ini, para pengangguran AS akan mendapat US$ 300 per minggu hingga pertengahan Maret. Bantuan juga akan diperluas ke pekerja lepas dan pekerja pertunjukan yang memenuhi syarat menerima bantuan. UU ini juga mengirimkan pembayaran langsung senilai US$ 600 kepada tiap keluarga dan menambahkan US$ 600 untuk setiap anak. Bantuan lanjutan juga akan diberikan ke bisnis kecil, yang sebagian besar berasal dari US$ 284 miliar dalam bentuk pinjaman Program Perlindungan Gaji. Selain itu, ini juga menempatkan hampir US$ 30 miliar untuk mendistribusikan vaksin Covid-19 dan memastikan orang Amerika bisa mendapatkan suntikan gratis. Langkah itu juga mengarahkan lebih dari US$ 20 miliar untuk menyatakan pengujian Covid-19 dan upaya pelacakan kontak. Bersamaan dengan perpanjangan moratorium penggusuran, pemerintah pun memberikan US$ 25 miliar untuk bantuan sewa. Bantuan penggajian maskapai juga dianggarkan senilai US$ 45 miliar dalam bantuan transportasi. Paket itu juga mengarahkan US$ 82 miliar untuk K-12 dan pendidikan tinggi. Banyak ekonom dan anggota parlemen menyebut paket bantuan virus corona senilai US$ 900 miliar memang tidak memadai. Namun, itu akan memberi sedikit harapan bantuan kepada mereka yang membutuhkan karena Covid-19 masih 'membanjiri' sistem perawatan kesehatan dan ekonomi. Sementara itu, partai pengusung Presiden AS baru Joe Biden, Demokrat, mengatakan akan segera mendorong RUU bantuan lain. Fokusnya pada pembayaran langsung dan bantuan pemerintah negara bagian dan lokal. Ini akan dilakukan setelah Biden menjabat pada 20 Januari 2021. Kemampuan mereka untuk mengesahkan RUU sebagian akan bergantung pada nasib Partai Republik dalam Senat dalam dua putaran 5 Januari mendatang di Georgia. (Source: CNBC Indonesia)

[China] - Keuntungan Perusahaan Industri China Naik
Keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan industri China naik 2,4% secara YoY menjadi CNY 5,74 triliun pada Januari-November 2020, setelah kenaikan 0,7% dalam sepuluh bulan pertama tahun ini, karena mulai adanya pemulihan ekonomi dari krisis COVID-19. Keuntungan di sektor swasta tumbuh 1,8%, sedangkan di perusahaan industri milik negara turun 4,9%. Di antara 41 industri yang disurvei, 25 industri memperlihatkan peningkatan laba. Manufaktur peralatan khusus mencatat kenaikan laba terbesar (23%), diikuti oleh komunikasi (15,7%), manufaktur umum (12,5%), produk kimia (10,5%), peleburan logam dan pemrosesan rolling (10,1%), mobil ( 7,2%), mesin listrik (6,6%), dan produk mineral bukan logam (1,4%). Sebaliknya, ekstraksi minyak bumi dan gas alam turun 70,8%, dan pertambangan batu bara dan industri pencucian turun 24,5%. Di bulan November saja, keuntungan industri melonjak 15,5% secara YoY menjadi CNY 729,32 miliar, kenaikan ketujuh bulan berturut-turut, setelah lonjakan 28,2% di bulan Oktober. (Source: Trading Economics)

[Korea Selatan] - Korea Selatan Bakal Gelar Vaksinasi Covid-19 Mulai Bulan Februari 2021
Korea Selatan akan memulai vaksinasi virus corona mulai bulan Februari 2021 mendatang. Hal ini diungkapkan Presiden Moon Jae-in, setelah menepis kritik bahwa pemerintahnya telah menunda program vaksin Covid-19. Senin (28/12), Moon juga membantah tentang kekhawatiran bahwa Korea Selatan mungkin belum mendapatkan cukup vaksin atau bahwa warganya akan terlambat memperoleh vaksinasi. Pemerintah menerapkan sistem dukungan antarlembaga "beberapa bulan sebelumnya", dan telah melakukan upaya habis-habisan untuk penyediaan vaksin berdasarkan pendapat para ahli, tambahnya. Pemerintah mengharapkan bahwa mereka dapat mulai melakukan vaksinasi pada bulan Februari kepada mereka yang berada di daftar prioritas teratas. Mereka adalah staf medis dan pekerja di fasilitas perawatan lansia, tambah Moon. Dia bilang, Korea Selatan telah "mengamankan volume yang cukup" dari vaksin dan mendorong pembelian dosis tambahan dalam persiapan untuk situasi darurat. Otoritas kesehatan negara mengumumkan secara terpisah bahwa mereka telah menyelesaikan penandatanganan kontrak dengan tiga perusahaan farmasi asing, yakni AstraZeneca, Janssen dan Pfizer, untuk mendapatkan vaksin untuk total 36 juta orang. Pemerintah saat ini mendekati penyelesaian kontrak dengan Moderna untuk membeli dosis untuk 10 juta orang. Moon juga menegaskan kembali dukungan penuh untuk pengembangan vaksin oleh pembuat obat dalam negeri, yang menurutnya harus dilakukan dalam hal "kedaulatan vaksin." Untuk memberantas virus corona agar masyarakat dapat kembali ke kehidupan normal, diperlukan tiga strategi. Yakni menahan virus, vaksin, dan pengobatan, ungkap Moon. Pada gelombang transmisi skala besar yang sedang berlangsung di seluruh negeri, Moon berkata, "Tidak ada jalan pintas untuk pengendalian dan pencegahan virus" dan meminta kerjasama dan dukungan publik yang berkelanjutan. Dia mencatat bahwa 2021 akan menjadi tahun kelima masa jabatannya dan bersumpah untuk tidak ada titik buta dalam kepemimpinannya. Tingkat kepopoleran Moon telah turun tajam menjadi di bawah 40% dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini ditunjukan dalam jajak pendapat. Dia secara luas diharapkan untuk segera melakukan perombakan sebagian Kabinet dan pembantu utama Moon, Cheong Wa Dae. (Source: Kontan)