Daily News 04/01
January 04, 2021 No. 1870
[Indonesia] - Vaksin Covid-19 Akan Segera Didistribusikan Ke 34 Provinsi Di Indonesia Pemerintah siap mendistribusikan vaksin Covid-19 ke seluruh Indonesia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah berencana segera mendistribusikan vaksin Covid-19 ke 34 provinsi di Indonesia. Langkah ini dilakukan sebagai tahapan untuk memulai program vaksinasi gratis bagi rakyat Indonesia. Menurut Budi, Presiden Jokowi telah menugaskannya untuk terus bekerja selama liburan tahun baru, dan memastikan bahwa program vaksinasi nasional bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya. Dalam upaya pengadaan vaksin, ujar Menkes, Bio Farma sudah menandatangani perjanjian pemesanan vaksin dari AstraZeneca, produsen vaksin asal Inggris, dan juga dari Novavax, produsen vaksin yang berasal dari Amerika masing-masing sejumlah 50 juta dosis. Budi menyampaikan, program vaksinasi adalah salah satu strategi utama untuk menyelesaikan masalah pandemi Covid-19 dan dibutuhkan waktu lebih dari 12 bulan untuk dapat menyelesaikan program ini. Untuk itu, ia berharap dukungan serta partisipasi dari seluruh rakyat Indonesia. Sejalan dengan program vaksinasi, Budi tetap mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap disiplin menaati protokol kesehatan karena pandemi belum berakhir. (Source: Kontan) [Amerika Serikat] - Pasar Saham Ditutup Melesat Pada 2020 Pasar saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup menguat pada akhir 2020. Karena itu, banyak investor bertaruh bahwa pesta masih akan berlanjut pada tahun 2021 ini. Optimisme tersebut dibangun di atas banyang-bayang risiko, termasuk bahwa pandemi Covid-19 muncul kembali dalam bentuk baru. Kemudian ada juga kekhawatiran tentang kecepatan pemberian vaksin dan taruhan tinggi Senat AS pada pemilu di Georgia di 5 Januari 2021 untuk keseimbangan kekuasaan di Kongres AS. Namun masih banyak investor yang tak memedulikan ancaman ini. Peluncuran vaksin virus corona telah memberanikan investor, bersama dengan pernyataan kesiapan Federal Reserve AS untuk menjaga kebijakan akomodatif, kata ahli strategi. Memang, reli pasar saham AS selama dua bulan terakhir mungkin cukup mengejutkan. Jajak pendapat akhir November menemukan ahli strategi memperkirakan S&P 500 akan berakhir di level 3.900 pada 2021, yang akan menjadi kenaikan tahunan lainnya setelah indeks naik sekitar 16,3% tahun 2020 menjadi 3.756,07. Tahun 2020 merupakan tahun yang liar bagi Wall Street. Di pasar bullish sebelumnya, ketika S&P 500 mengeluarkan bull market high sebelumnya, indeks telah mengalami kenaikan rata-rata sebesar 38% selama rentang 26 bulan sebelum mencapai puncaknya, menurut data Bespoke Investment Group. Beberapa investor mengkhawatirkan pemulihan Covid-19 mungkin sudah diperhitungkan dan penilaian dapat ditarik. Rasio harga-ke-pendapatan 12 bulan ke depan dari S&P 500 saat ini sekitar 22, jauh di atas rata-rata jangka panjangnya yang 15. Namun, investor masih melihat beberapa bagian pasar, termasuk saham keuangan, rekreasi, dan perhotelan, serta energi yang berpotensi untuk naik. (Source: Kontan) [China] - 10 Bulan Berturut, Indeks Manufaktur China Berada Di Level Ekspansi Walau Ada Pandemi Indeks manufaktur (PMI) China berada di level 51,9 pada Desember 2020, turun 0,2 poin persentase dari November 2020, demikian laporan Biro Statistik Nasional (NBS) China, akhir tahun lalu. Indeks manufaktur di atas 50 menunjukkan ekspansi, sementara angka di bawah 50 mencerminkan kontraksi. Indeks manufaktur China di bulan Desember 2020 tetap berada di zona ekspansi selama 10 bulan berturut-turut, menunjukkan bahwa sektor manufaktur China melanjutkan pemulihannya yang stabil. Ahli statistik senior NBS Zhao Qinghe mengatakan, indeks manufaktur China tersebut tetap berada pada level tinggi dalam tahun ini. Sub-indeks untuk produksi tercatat 54,2 di bulan Desember 2020, turun 0,5 poin persentase dari November 2020. Sedangkan indeks pesanan baru turun 0,3 poin persentase menjadi 53,6. Sementara itu, sub-indeks pesanan ekspor dan impor baru turun tipis dari 51,5 dan 50,9 pada bulan November 2020 menjadi masing-masing 51,3 dan 50,4 di bulan Desember 2020, yang berada dalam wilayah ekspansi. Data tersebut juga menunjukkan bahwa PMI untuk sektor non-manufaktur China berada di level 55,7 pada bulan Desember 2020, turun dari 56,4 di bulan November 2020. PMI non-manufaktur tetap di atas 50 selama 10 bulan berturut-turut, menurut data NBS. Di bulan Desember, sektor jasa mengalami pemulihan yang lebih lambat, dengan sub-indeks untuk kegiatan usaha berada di level 54,8. Angka tersebut turun dari 55,7 di bulan November 2020 tetapi masih berada pada tingkat yang relatif tinggi untuk tahun tersebut. Menganalisis data PMI Desember tersebut, Kepala Analis di China Minsheng Bank Wen Bin mengatakan, ekonomi China telah pulih dengan mantap, tetapi tantangan masih ada untuk pemulihan di masa depan. (Source: Kontan) [India] - India Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Astrazeneca Para ahli di regulator obat India telah merekomendasikan persetujuan penggunaan darurat untuk vaksin AstraZeneca/ Oxford dan vaksin lainnya yang dikembangkan oleh perusahaan lokal, Bharat Biotech dan badan penelitian yang dikelola negara. Seorang menteri di pemerintahan India sebelumnya mengatakan bahwa vaksin AstraZeneca/ Oxford telah diberi lampu hijau pada Jumat, membuka jalan bagi kampanye imunisasi besar-besaran di negara terpadat kedua di dunia ini, seperti dikutip dari Reuters. Pemerintah mengatakan keputusan akhir pada dua vaksin akan dibuat oleh Kepala Organisasi Pusat Pengendalian Standar Obat (CDSCO), pada hari Minggu ini. Proses persetujuan akhir diharapkan bisa menjadi formalitas mengingat urgensi vaksin di negara dengan jumlah infeksi Covid-19 tertinggi di dunia setelah Amerika Serikat. Vaksin lain, yang dikenal sebagai COVAXIN, telah dikembangkan secara lokal oleh Bharat Biotech dan Dewan Riset Medis India yang dikelola pemerintah. Mengutip sumber, Reuters melaporkan pada hari Jumat bahwa vaksin itu dapat disetujui, meskipun sedikit yang diketahui tentang hasil uji klinisnya. Menteri Informasi dan Penyiaran Prakash Javadekar mengatakan kepada wartawan sebelumnya bahwa dua vaksin lain sedang menunggu untuk disetujui yaitu ZyCoV-D Zydus Cadila dan Sputnik V Rusia yang keduanya sedang dilakukan pengujian di India. CDSCO diharapkan untuk mengumumkan dosis dan detail lainnya tentang suntikan ini nanti. SII telah diterapkan untuk dua dosis penuh dengan jarak sekitar 28 hari. (Source: CNBC Indonesia)