Daily News 07/01

January 07, 2021 No. 1873
[Indonesia] - Aturan Penjualan Batu Bara Untuk Kepentingan Dalam Negeri
Pemerintah telah menetapkan aturan penjualan batu bara untuk kepentingan dalam negeri (Domestic Market Obligation/ DMO) pada 2021 ini minimal sebesar 25% dari produksi per produsen. Selain itu, pemerintah pun menetapkan harga jual batu bara untuk pembangkit listrik di dalam negeri maksimal US$ 70 per ton. Aturan ini tertuang di dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.255.K/30/MEM/2020 tentang Pemenuhan Kebutuhan Batu Bara Dalam Negeri 2021 yang ditetapkan Menteri ESDM Arifin Tasrif pada 29 Desember 2020. Berdasarkan data Minerba One Data Indonesia (MODI) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, DMO batu bara pada 2021 ditetapkan sebesar 155 juta ton, tidak berubah dari target 2020 yang juga 155 juta ton. Pasalnya, target produksi batu bara pada 2021 juga tidak berubah dari 2020, yakni 550 juta ton. Namun realisasi DMO batu bara pada 2020 baru mencapai 69,97% dari target atau sebesar 108,45 juta ton. Sebagaimana dikutip dari data Minerba One Data Indonesia (MODI) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). (Source: CNBC Indonesia)

[Amerika Serikat] - The Fed Berjanji Untuk Mendukung Ekonomi AS
Federal Reserve menegaskan kembali komitmennya untuk menggunakan berbagai alat untuk mendukung ekonomi AS dikarenakan adanya ketidakpastian seputar prospek ekonomi yang tetap tinggi. Selain itu, pembuat kebijakan berusaha meyakinkan pelaku pasar bahwa mereka akan mendapatkan banyak pemberitahuan sebelum pembelian aset dibatasi. Anggota The Fed setuju bahwa jalur ekonomi akan sangat bergantung pada jalannya virus dan bahwa krisis kesehatan masyarakat yang sedang berlangsung akan terus membebani aktivitas ekonomi, pekerjaan, dan inflasi dalam waktu dekat. Selain itu, bank sentral mencatat bahwa, dengan pandemi yang memburuk di seluruh negeri, pemulihan ekonomi kemungkinan akan melambat dalam beberapa bulan mendatang. (Source: Trading Economics)

[China] - Indeks General Composite PMI China Turun Pada Desember 2020
Indeks General Composite PMI China turun menjadi 55,8 pada Desember 2020 dari level tertingginya yaitu 57,5 pada November. Data sektor menunjukkan bahwa masih adanya penurunan output yang terjadi pada sektor manufaktur dan jasa. Pesanan baru naik paling sedikit dalam empat bulan, sementara lapangan kerja meningkat sedikit, dengan penciptaan lapangan kerja di perusahaan jasa membantu mengimbangi jumlah staf manufaktur yang stagnan. Data harga menunjukkan inflasi biaya input mencapai level tertinggi dalam tiga tahun, sementara biaya output meningkat dengan kokoh dan pada tingkat paling tajam sejak November 2016. Pengusaha yakin tentang perbaikan lebih lanjut pada ekonomi di tahun mendatang. (Source: Trading Economics)

[Jepang] - Aktivitas Sektor Jasa Jepang Jatuh Dalam 11 Bulan Hingga Desember
Aktivitas pada sektor jasa Jepang memperpanjang penurunannya hingga bulan ke-11 pada Desember. Sebuah survei sektor swasta menunjukkan, ketika gelombang baru infeksi virus corona menyebabkan kontraksi dalam kondisi bisnis. Data tersebut muncul setelah pemerintah Jepang pada bulan Desember memangkas outlook konsumsi swasta yang menyumbang sekitar 55% dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara itu. Penurunan ini karena sektor-sektor seperti pariwisata domestik menunjukkan tekanan. Jibun Bank Japan Services Purchasing Managers' Index (PMI) turun tipis ke penyesuaian musiman 47,7 dari 47,8 akhir bulan sebelumnya dan dibandingkan dengan pembacaan awal 47,2. Indeks utama tetap kuat di wilayah kontraksi, di bawah level netral 50, sejak Februari. Indeks utama berkontraksi lagi karena penurunan dalam bisnis baru dan secara total. Perusahaan yang disurvei mengatakan gelombang ketiga infeksi Covid-19 telah menurunkan permintaan karena menyebabkan pembatalan pesanan. PMI komposit, yang mencakup manufaktur dan jasa, juga tetap mengalami kontraksi untuk bulan ke-11, berada di 48,5 di bulan Desember dari akhir bulan sebelumnya di 48,1. (Source: CNBC Indonesia)