Daily News 09/02

February 09, 2021 No. 1896
[Indonesia] - Menkeu Alokasikan Pembiayaan Investasi Rp 184,46 Triliun Untuk Tahun 2021
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengalokasikan pembiayaan investasi sebesar Rp 184,46 triliun di tahun 2021. Angka ini turun 28,21% dibandingkan alokasi pembiayaan investasi tahun lalu sebesar Rp 257 triliun dengan realisasi yang hanya mencapai Rp 104,7 triliun. Sri Mulyani mengatakan pembiayaan investasi di tahun ini tetap musti dilakukan meski di tengah tekanan pandemi virus corona. Salah satu tujuan utamanya yakni untuk mendorong pembangunan infrastruktur dan membangun sumber daya manusia (SDM) berkualitas. (Source: Kontan)

[Amerika Serikat] - Wall Street Rekor Lagi! Cuan, Cuan, Cuan
Bursa saham New York, tiga indeks utama ditutup di jalur hijau. Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,76%, S&P 500 bertambah 0,74%, dan Nasdaq Composite menguat 0,95%. Ketiganya menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah. Investor di Wall Street semringah karena rencana stimulus fiskal di AS sepertinya berjalan mulus. Kongres sudah memberikan restu terhadap anggaran negara 2021 yang di dalamnya terkandung stimulus fiskal sebeesar US$ 1,9 trilun. Kemungkinan stimulus ini bisa mulai digelontorkan dalam beberapa pekan ke depan. Janet Yellen, Menteri Keuangan AS, optimistis stimulus ini bakal berdampak besar bagi rakyat AS. Eks ketua bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) itu memperkirakan stimulus akan merangsang penciptaan lapangan kerja hingga ke titik optimal (full employment) dalam waktu setahun. Selain itu, investor juga mengapresiasi kecepatan pemerintah AS dalam mendistribusikan vaksin anti-virus corona. US Centers of Disease Control dan Prevention (CDC) mencatat sudah 31,59 juta orang menerima satu dosis vaksin dan 9,15 juta orang sudah disuntik dosis kedua. (Source: CNBC Indonesia)

[China] - China Getol Uji Uang Digital Yuan Lawan Bitcoin
Ibu Kota China, Beijing akan menguji uang digital Yuan, penantang Bitcoin, selama tahun baru Imlek 2021. Sebanyak US$1,5 juta atau setara Rp 21 miliar (asumsi Rp 14.000/US$). Dalam uji coba ini, pemerintah Beijing akan memilih 50.000 warga untuk mendapatkan dana 200 yuan digital atau setara US$30. Uang ini bisa ditransaksikan di beberapa toko offline atau belanja online di JD.com. Uji coba ini akan berlaku 10-17 Februari 2021. Mereka yang namanya diundi harus menggunakan KTP China atau penduduk Hong Kong, Macao atau Taiwan yang dapat izin tinggal di Beijing. Beijing akan menjadi kota ketiga yang menguji uang digital Yuan. Sebelumnya Shenzhen dan Suzhou sudah melakukan uji coba beberapa bulan lalu, seperti dikutip dari CNBC International, Senin (8/2/2021). Bank Sentral China atau People Bank of China (PBoC) mengembangkan uang digital sendiri dengan harapan bisa bekerja dalam sistem pembayaran untuk menggantikan uang tunai yang pengelolaannya berbiaya mahal. Uang digital ini berbeda dengan Bitcoin di mana penerbitan dan jumlah uang yang beredarnya di kontrol oleh bank sentral. China sendiri sudah melarang warganya bertransaksi Bitcoin. (Source: CNBC Indonesia)

[Jepang] - Surplus Transaksi Berjalan Jepang Melebar
Surplus transaksi berjalan Jepang saat ini meningkat menjadi JPY 1,166 miliar pada Desember 2020 dari JPY 545 miliar pada bulan yang sama tahun sebelumnya dan tentunya di atas ekspektasi pasar sebesar JPY 1040 miliar. Surplus akun barang & jasa meningkat menjadi JPY 622 miliar dari JPY 127 miliar dan surplus pendapatan primer naik JPY 649 miliar dari JPY 442 miliar. Di sisi lain, defisit akun sekunder melebar menjadi JPY 105 miliar dari JPY 24 miliar tahun lalu. Untuk tahun 2020, Jepang mencatat surplus transaksi berjalan sebesar JPY 17.698 miliar, turun 14% dari surplus tahun sebelumnya JPY 20.526 miliar. (Source: Trading Economics)