Daily News 10/02
February 10, 2021 No. 1897
[Indonesia] - Ekonom CORE Ungkap Alasan Potensi Penurunan Penjualan Ritel Pada Januari 2021 Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja penjualan eceran pada Januari 2021 akan menurun. Ini terlihat dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2021 yang sebesar 186,7 atau turun 1,8% mom dari Desember 2020. Senada, ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy juga melihat adanya kemungkinan penurunan penjualan ritel bersamaan dengan adanya implementasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada bulan Januari 2021. Selain adanya PPKM, Yusuf melihat masyarakat masih cenderung belum leluasa dalam melakukan konsumsi karena pendapatannya belum pulih. Ke depan, untuk memperbaiki sektor tersebut, Yusuf mengimbau pemerintah tetap mempercepat penanganan kesehatan. Di samping itu, pemerintah perlu bersiap menyalurkan insentif ekonomi berupa keringanan pajak kepada ritel yang terdampak. Pemerintah juga perlu mempertimbangkan kebijakan bantuan untuk para pekerja ritel, seperti bantuan perlindungan sosial, terutama dalam bentuk bantuan langsung tunai dan penyaluran kartu pra kerja. (Source: Kontan) [Amerika Serikat] - Small Business Amerika Serikat Menjadi Lebih Pesimis Indeks optimisme usaha kecil NFIB di Amerika Serikat turun tipis ke angka 95 pada Januari 2021 dari 95,9 pada Desember, angka ini merupakan terendah sejak Mei, dikarenakan adanya ekspektasi yang lebih rendah dari kondisi bisnis dan penjualan dalam jangka pendek. Selain itu, persentase pemilik usaha kecil yang mengharapkan kondisi membaik dalam enam bulan ke depan turun ke level terendah dalam tujuh tahun. (Source: Trading Economics) [China] - Beberapa Bank Di China Memperpanjang Pinjaman Rekor di Januari Bank-bank China memperpanjang rekor pinjaman yuan baru senilai CNY 3,58 triliun pada Januari 2021. Pinjaman cenderung lebih tinggi di awal tahun karena bank mencoba mendapatkan lebih banyak pelanggan yang berkualitas lebih tinggi dan ingin memenangkan pangsa pasar dan karena PBoC membuat suntikan likuiditas regulernya untuk mengumpulkan uang tunai sebelum liburan Tahun Baru Imlek. Namun tahun ini, bank sentral telah menarik uang dari pasar, meningkatkan kekhawatiran tentang pengetatan kebijakan moneter. Pada 2020, pinjaman bank baru naik ke rekor CNY 19,63 triliun, naik 16,8 persen dari CNY 16,81 triliun pada 2019. (Source: Trading Economics) [Korea Selatan] - Tingkat Pengangguran Korea Selatan Melonjak Menjadi 5,4% Tingkat pengangguran di Korea Selatan melonjak menjadi 5,4% di bulan Januari 2020 dari 4,6% di bulan sebelumnya dan dibandingkan dengan 4,0% di bulan yang sama tahun sebelumnya. Itu merupakan tingkat pengangguran tertinggi sejak Oktober 1999, karena pandemi terus membebani. Jumlah pengangguran melonjak 262 ribu menjadi 1,519 juta, sementara jumlah pekerja turun 298 ribu menjadi 26,485 juta. Sedangkan tingkat partisipasi angkatan kerja turun menjadi 62,3% dari 62,4%, dan tingkat ketenagakerjaan turun menjadi 58,9% dari 59,6%. (Source: Trading Economics)