Daily News 25/06
June 25, 2021 No. 1985
[Indonesia] - Utang Pemerintah Tembus Rp 6.418 T Pada Mei 2021 Kementerian Keuangan mencatat utang Pemerintah hingga akhir Mei senilai Rp 6.418,15 triliun. Realisasi ini naik Rp 1.159,58 triliun dibandingkan posisi Mei 2020 yang mencapai Rp 5.258,57 triliun. Utang pemerintah ini masih didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 86,94% dan pinjaman sebesar 13,06%. Secara rinci, utang dari SBN tercatat Rp 5.580,02 triliun yang terdiri dari SBN domestik Rp 4.353,56 triliun dan valas Rp 1.226,45 triliun. Sedangkan utang melalui pinjaman tercatat Rp 838,13 triliun. Pinjaman ini terdiri dari pinjaman dalam negeri Rp 12,32 triliun dan pinjaman luar negeri Rp 825,81 triliun. Adapun utang dari pinjaman luar negeri ini terdiri dari pinjaman bilateral Rp 316,83 triliun, pinjaman multilateral Rp 465,52 triliun dan pinjaman dari commercial banks Rp 43,46 triliun. (Source: CNBC Indonesia) [Amerika Serikat] - Pertumbuhan PDB AS Kuartal 1 Sebesar 6,4% Ekonomi AS tumbuh sebesar 6,4% secara tahunan pada kuartal pertama, hal ini sesuai dengan perkiraan dan mengikuti ekspansi sebesar 4,3% pada periode tiga bulan sebelumnya. Revisi ke atas yaitu untuk investasi tetap non-perumahan, investasi inventaris swasta, dan ekspor diimbangi oleh revisi ke atas pada impor. Dari sisi produksi, industri penghasil barang swasta meningkat 5,4%, dipimpin oleh produk komputer dan elektronik, produk logam fabrikasi, dan mesin. Industri penghasil jasa swasta melonjak 7,7%, dipimpin oleh pengolahan data, penerbitan internet, dan jasa informasi lainnya dan pemerintah naik tipis 0,2%. Analis melihat ekonomi berkembang sekitar 9% di Triwulan ke-2 karena pemulihan berlanjut meskipun tekanan harga yang meningkat telah membebani beberapa sektor, yaitu pasar perumahan. (Source: Trading Economics) [China] - China Akan Mengambil Langkah-Langkah Yang Diperlukan Untuk Melindungi Kepentingan Perusahaan China China mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi kepentingan sah perusahaan China setelah Amerika Serikat memasukkan lima perusahaan China ke daftar hitam atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang. China mengutuk keras sanksi Amerika Serikat terhadap perusahaan China, kata Zhao Lijian, juru bicara kementerian luar negeri, pada konferensi pers reguler. (Source: Reuters) [Korea Selatan] - Indeks Sentimen Konsumen Korea Selatan Mencapai Level Tertinggi Sejak 2018 Composite Consumer Sentiment Index (CCSI) Korea Selatan meningkat menjadi 105,2 poin pada Mei 2021 dari 102,2 pada bulan sebelumnya. Ini merupakan kenaikan bulanan keenam berturut-turut dan tertinggi sejak Januari 2018, di mana sektor rumah tangga lebih optimis tentang keadaan ekonomi saat ini (+9 hingga 94) dan juga kondisi ekonomi domestik di masa depan (+10 hingga 109) serta pengeluaran mereka di masa depan ( +5 hingga 113). Ada juga peningkatan standar hidup masa depan (+2 sampai 99) dan pendapatan rumah tangga masa depan (+2 sampai 100). (Source: Trading Economics)