Daily News 12/07
July 12, 2021 No. 1996
[Indonesia] - Vaksin Covid Dijual Klinik Kimia Farma Vaksin Covid-19 kini bisa dibeli dan dilakukan di Kimia Farma bagi masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi mandiri. Vaksinasi Gotong Royong mandiri ini berbeda dengan vaksinasi yang selama ini ada atau gratis, karena kali ini masyarakat harus membayar sendiri biayanya baik vaksin atau jasanya. Vaksinasi Gotong Royong (VGR) individu ini secara resmi dapat dilakukan pada Senin (12/7/2021) di delapan gerai Kimia Farma di beberapa kota. Seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, dan Bali. Keputusan untuk melakukan vaksinasi gotong royong mandiri ini berdasarkan riset yang dilakukan beberapa lembaga. Riset tersebut mencatat banyak permintaan dari kelompok masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi secara individu agar segera mendapat perlindungan kesehatan pribadi. Wakil Menteri BUMN Pahala N. Mansury menyatakan bahwa langkah ini dapat mempercepat pembentukan kekebalan komunal (herd immunity). Sehingga pemulihan perekonomian nasional dapat berjalan lebih cepat. (Source: CNBC Indonesia) [Amerika Serikat] - Sejumlah Negara Khawatir Soal Kesepakatan Pajak Perusahaan Global Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan bahwa dia akan mencoba mengatasi kekhawatiran negara-negara yang belum menandatangani kesepakatan pajak perusahaan global. Tetapi ia menambahkan bahwa kesepakatan itu tidak perlu diadopsi oleh semua negara. Yellen mengatakan dirinya yakin bahwa beberapa kekhawatiran negara-negara seperti Irlandia, Estonia dan Hongaria dapat diatasi menjelang pertemuan puncak para pemimpin G20 pada bulan Oktober nanti. Pemerintahan Biden telah mengusulkan untuk menaikkan pajak minimum AS atas pendapatan tidak berwujud di luar negeri menjadi 21% dan menerapkan pajak minimum baru yang akan menolak pemotongan bagi perusahaan yang melakukan pembayaran pajak ke negara-negara yang tidak menerapkan pajak minimum. Yellen mengatakan kesepakatan pajak OECD, yang pada prinsipnya disetujui oleh 131 negara dan sekarang didukung oleh pemerintah G20, baik untuk semua pemerintah dan akan meningkatkan pendapatan dengan mengakhiri perlombaan ke bawah dengan negara-negara yang bersaing untuk memangkas tarif pajak perusahaan. (Source: Kontan) [China] - China Perketat Aturan Bagi Perusahaan Teknologi Yang Ingin IPO Di Luar Negeri Pemerintah China menyiapkan aturan baru yang akan mengharuskan hampir semua perusahaan China yang ingin melakukan penawaran saham perdana (IPO) di negara asing untuk menjalani tinjauan keamanan siber. Ini merupakan sebuah langkah yang secara signifikan akan memperketat pengawasan atas raksasa internet China yang akhir-akhir ini banyak melakukan IPO di bursa AS. Seperti dikutip Bloomberg, perusahaan yang menyimpan data lebih dari 1 juta pengguna sekarang harus mengajukan persetujuan keamanan siber ketika akan melakukan IPO di negara lain mengingat adanya risiko bahwa data dan informasi pribadi tersebut dapat dipengaruhi, dikendalikan, dan dieksploitasi secara jahat oleh pemerintah asing. Regulator China sedang mencari umpan balik tentang aturan yang diusulkan tersebut sebelum diimplementasikan. Tahun ini, 37 perusahaan China telah terdaftar di Amerika Serikat (AS), melampaui jumlah tahun lalu, dan mengumpulkan total nilai gabungan sebesar US$ 12,9 miliar. Dewan Negara China menyatakan, aturan untuk listing di luar negeri akan direvisi, sementara perusahaan publik akan dimintai pertanggungjawaban untuk menjaga keamanan data mereka. Bahkan sebelum aturan itu diumumkan, beberapa perusahaan yang berencana listing di New York akan menarik rencana IPO mereka. Pada Kamis (8/7), LinkDoc Technology Ltd yang berbasis di Beijing, menjadi perusahaan pertama yang membatalkan IPO setelah perubahan aturan yang baru diusulkan. Selain itu, aplikasi kebugaran China Keep dan startup sayuran Meicai telah membatalkan juga rencana IPO di AS Aturan baru ini dapat berdampak pada perusahaan teknologi China seperti pemilik TikTok, ByteDance Ltd. dan perusahaan logistik dan pengiriman berdasarkan permintaan Lalamove, yang sedang mempertimbangkan IPO. (Source: Kontan) [Korea Selatan] - Kasus Harian Covid-19 Di Korea Selatan Catat Rekor Tertinggi Tiga Hari Berturut-Turut Korea Selatan mencatat jumlah infeksi Covid-19 harian baru tertinggi dalam 24 jam terakhir, menurut laporan Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea. Ini adalah hari ketiga rekor tertinggi dalam kasus infeksi harian terbaru. Mengutip Reuters, Sabtu (10/7), Korea Selatan mengatakan mulai Senin, pembatasan virus corona akan diperketat ke tingkat seketat mungkin di Seoul dan wilayah tetangga untuk pertama kalinya, ketika rentetan rekor kasus baru mengipasi kekhawatiran. Negara ini melaporkan 1.378 kasus Covid-19 baru pada Jumat tengah malam, naik dari rekor Kamis sebelumnya 1.316 per hari. Korea Selatan sejauh ini bernasib lebih baik daripada banyak negara industri dalam infeksi dan kematian, dengan tingkat kematian 1,22% dan jumlah kasus parah pada 148 pada hari Jumat, yang jauh lebih rendah dari puncak sebelumnya pada akhir Desember. Namun, tren yang meningkat telah memicu peringatan bahwa jumlah kasus baru mungkin hampir dua kali lipat pada akhir Juli. Itu telah menyebabkan pembatasan yang lebih ketat oleh pemerintah termasuk orang-orang yang disarankan untuk tinggal di rumah sebanyak mungkin dan pertemuan sosial dibatasi untuk dua orang setelah pukul 18:00. Sekitar 11% dari 52 juta penduduk Korea Selatan telah menyelesaikan vaksinasi, termasuk menerima kedua suntikan untuk vaksin yang membutuhkan dua dosis, sementara 30% telah menerima satu dosis, kata KDCA dalam sebuah pernyataan. Negara ini bertujuan untuk mencapai kekebalan kelompok sebelum November dengan menginokulasi 70% masyarakat dengan setidaknya satu suntikan pada bulan September. (Source: Kontan)