Daily News 09/07
July 09, 2021 No. 1995
[Indonesia] - Optimisme Konsumen Terhadap Kondisi Ekonomi Menguat Pada Juni 2021 Keyakinan konsumen makin menguat. Data Bank Indonesia (BI) menunjukkannya, keyakinan konsumen dalam Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan Juni 2021 capai 107,4 atau naik dari 104,4 pada Mei 2021. IKK Juni 2021 yang menguat tersebut didorong oleh membaiknya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi kondisi ke depan. Persepsi konsumen terhadap kondisi saat ini yang ditunjukkan dari Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) Saat Ini Juni 2021 tercatat 90,3. Meski memang masih berada pada area pesimis atau indeks di bawah 100, tetapi ini meningkat dibandingkan 86,8 pada bulan Mei 2021. Sementara itu, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi pada enam bulan ke depan yang tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tercatat 124,4 atau lebi tinggi dari IEK pada Mei 2021 yang sebesar 122,1. Peningkatan IKK pada Juni 2021 terjadi pada seluruh kategori tingkat pengeluaran responden, terutama responden dengan pengeluaran Rp 2,1 juta hingga Rp 3 juta per bulan. Dari sisi usia, kenaikan IKK juga terjadi pada mayoritas kelompok usia, terutama responden di atas 60 tahun. Sementara secara spasial, keyakinan konsumen tercatat meningkat di 8 kota, dengan kenaikan tertinggi di Banten sebesar 17,6 poin, diikuti Denpasar 16,1 poin, dan Mataram 10,7 poin. (Source: CNBC Indonesia) [Amerika Serikat] - Pasar Saham Global Sell-Off Wall Street melemah cukup tajam pada perdagangan Kamis waktu setempat. Indeks S&P 500 yang sehari sebelumnya mencatat rekor tertinggi sepanjang masa justru memimpin penurunan indeks lainnya. Kecemasan akan terhambatnya perekonomian global akibat lonjakan kasus Covid-19 di berbagai negara memicu aksi jual di Wall Street. Kecemasan tersebut semakin meningkat setelah data menunjukkan klaim tingkat pengangguran di AS melonjak. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan sebanyak 373.000 orang mengajukan klaim tunjangan pengangguran untuk pertama kali selama sepekan lalu. Angka itu lebih buruk dari konsensus ekonom dalam polling Dow Jones yang memperkirakan angka 350.000. (Source: CNBC Indonesia) [China] - Terungkap! China Bikin 71 Vaksin Covid-19, Terbanyak di Dunia China ternyata sedang meneliti dan mengembangkan 71 vaksin Covid-19. Ini menjadikan China sebagai negara dengan jumlah vaksin terbanyak di dunia untuk melawan satu virus. Hal ini diungkapkan oleh ahli epidemiolohgi terkemuka China Zhong Nanshan dalam pidatonya pada upacara kelulusan Shanghai Tech University akhir pekan lalu. Vaksin tersebut diklaim efektif melawan virus Covid-19 varian Delta yang pertama kali ditemukan di China, seperti dilansir dari Global Times, Kamis (8/7/2021). Jika vaksin-vaksin tersebut disetujui maka akan digunakan untuk memenuhi permintaan domestik dan luar negeri yang mendesak. Untuk melawan Covid-19 memang dibutuhkan banyak jenis vaksin agar bisa segera menyelesaikan pandemi Covid-19. Dari 71 vaksin yang diteliti dan dikembangkan, sembilan di antaranya telah digunakan. Bahkan dua di antaranya, vaksin Sinopharm dan Sinovac, telah masuk dalam list penggunaan darurat atau emergency use listing (EUL). Feng Duojia, presiden Asosiasi Industri Vaksin China, mengatakan memiliki 71 vaksin dalam proses penelitian dan pengembangan menjadikan China negara dengan jumlah vaksin terbesar dalam pengembangan di seluruh dunia. Penelitian besar ini juga memberikan kesempatan bagi China untuk mempelajari teknologi vaksin yang matang, termasuk teknologi mRNA dan teknologi vaksin rekombinan, dan menerapkan pengetahuan ini untuk melawan kemungkinan penyakit menular di masa depan yang lebih parah dari Covid-19, kata Feng. Teknologi baru tersebut juga dapat digunakan untuk mengoptimalkan vaksin saat ini terhadap AIDS dan flu. (Source: CNBC Indonesia) [Jepang] - Pertumbuhan Pinjaman Bank Jepang Pada Laju Paling Lambat Dalam 8 Tahun Terakhir Pinjaman bank Jepang sepanjang Juni naik pada laju tahunan paling lambat lebih dari delapan tahun terakhir. Data bank sentral menunjukkan permintaan dana perusahaan untuk mengatasi kendala uang tunai terkait virus corona sudah mereda. Total pinjaman yang dimiliki oleh bank-bank Jepang naik 1,4% pada bulan Juni dari tahun sebelumnya menjadi 578 triliun yen atau setara US$ 5,23 triliun. Menurut data BOJ, angka tersebut menunjukkan tingkat pertumbuhan paling lambat sejak Januari 2013. Bank-bank besar mengalami penurunan pinjaman 1,6% bulan lalu, mencatat penurunan tahun-ke-tahun pertama sejak November 2012, karena beberapa peminjam besar membayar kembali pinjaman berkat keuntungan yang lebih tinggi. Sementara itu, total simpanan yang ditaruh di bank komersial terus meningkat dan mencapai rekor baru bulan lalu karena perusahaan dan rumah tangga menahan pengeluaran. Total simpanan yang dipegang oleh bank mencapai 834 triliun yen, mencapai rekor baru. Angka-angka tersebut menggarisbawahi pandangan bahwa banyak perusahaan mulai bangkit dari pukulan langsung akibat pandemi, tetapi mereka masih memegang uang tunai di tengah ketidakpastian atas prospek ekonomi. Asal tahu saja, Jepang belum mengalami jenis wabah Covid-19 eksplosif yang terlihat di banyak negara lain tetapi mereka telah memiliki lebih dari 800.000 kasus dan 14.800 kematian. Peluncuran vaksin yang lambat dan kebangkitan infeksi kemungkinan akan memaksa pihak berwenang untuk memberlakukan keadaan darurat lain di Tokyo hingga 22 Agustus dan memberi lebih banyak tekanan pada pemulihan ekonomi yang rapuh. (Source: Kontan)