Daily News 15/07

July 15, 2021 No. 1999
[Indonesia] - Aktivitas Manufaktur RI Naik di Kuartal II-2021, Tapi…
Bank Indonesia (BI) melaporkan aktivitas industri pengolahan atau manufaktur meningkat pada kuartal II-2021. Namun ada risiko besar yang menghantui pada kuartal III-2021. Pada kuartal II-2021, Prompt Manufacturing Index-BI (PMI-BI) tercatat 51,45%. Naik dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 50,01% dan kuartal II tahun lalu yaitu 28,55%. Seperti PMI manufaktur versi IHS Markit, PMI-BI juga menggunakan angka 50 sebagai titik mula. Jika sudah di atas 50, maka artinya industriawan sedang dalam fase ekspansi. Peningkatan terjadi pada hampir seluruh komponen pembentuk PMI-BI, terutama Volume Produksi dan Volume Total Pesanan yang berada dalam fase ekspansi. Secara subsektor, mayoritas responden mengalami peningkatan kinerja pada triwulan II 2021, terutama subsektor Makanan, Minuman dan Tembakau, subsektor Kertas dan Barang Cetakan, dan subsektor Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet yang sudah berada pada fase ekspansi. Responden menyatakan peningkatan tersebut didorong oleh peningkatan permintaan pada Ramadan dan Idulfitri. Akan tetapi, BI memberi wanti-wanti untuk kuartal III-2021. Sebab, pemerintah mulai menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3 Juli 2021 untuk menekan laju pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Kinerja sektor Industri Pengolahan berpotensi melambat pada triwulan III 2021 dengan prakiraan angka PMI-BI sebesar 49,89%, lebih rendah dari capaian pada triwulan sebelumnya. Penurunan PMI-BI disebabkan penurunan mayoritas komponen pembentuknya, terutama Volume Produksi, Volume Persediaan Barang Jadi, dan Total Jumlah Tenaga Kerja yang berada pada fase kontraksi. Mayoritas subsektor diprakirakan akan melambat, terutama subsektor Kertas dan Barang Cetakan, subsektor Makanan, Minuman dan Tembakau, dan subsektor Alat Angkut, Mesin dan Peralatannya. (Source: CNBC Indonesia)

[Amerika Serikat] - Senat AS Setujui Pengeluaran US$ 3,5 Triliun Untuk Rencana Investasi Infrastruktur
Pemimpin Senat Amerika Serikat (AS) asal Demokrat dan Komite Anggaran Demokrat menyetujui rencana investasi infrastruktur senilai US$ 3,5 triliun yang ingin disertakan dalam RUU Resolusi Anggaran yang akan diperdebatkan akhir musim panas ini. Partai Republik tidak diikutsertakan dalam negosiasi ini. Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer mengatakan mereka telah mencapai kesepakatan. Schumer mengacu pada pekerjaan yang sedang dilakukan pada tagihan infrastruktur bipartisan yang terpisah dengan total US$ 1,2 triliun, di mana hampir US$ 600 miliar akan menjadi pengeluaran baru. Selain itu, Schumer mengatakan, perjanjian itu akan mencakup perluasan yang signifikan dari program perawatan kesehatan Medicare untuk orang tua yang menjadi tujuan utama Ketua Komite Anggaran Bernie Sanders. Sementara itu, Presiden Joe Biden akan melakukan perjalanan ke Capitol Hill pada hari Rabu (14/7), guna bertemu dengan Senat Demokrat untuk membahas rencana tersebut. Senator Mark Warner, anggota moderat dari panel anggaran, mengatakan perjanjian itu mencakup ketentuan untuk membayar belanja infrastruktur senilai US$ 3,5 triliun. (Source: Kontan)

[China] - FDI Ke China Melonjak 28,7% Pada Semester I
Investasi asing langsung ke China melonjak 28,7 persen tahun-ke-tahun menjadi CNY 607,84 miliar (USD 90,96 miliar) pada Januari-Juni 2021, di tengah efek dasar yang rendah dari tahun lalu, ketika FDI ke negara itu turun 1,3 persen karena dampak pandemi virus corona, data kementerian perdagangan China menunjukkan. Investasi asing di industri jasa melonjak 33,4 persen dari tahun sebelumnya menjadi CNY 482,77 miliar; dan industri teknologi tinggi tumbuh 39,4 persen, di antaranya jasa teknologi tinggi (42,7 persen) dan manufaktur teknologi tinggi (29,2 persen). Di antara sumber utama investasi, FDI ke China naik dari ASEAN (50,7 persen) dan Uni Eropa (10,3 persen), sedangkan FDI dari negara-negara di sepanjang Belt and Road melonjak 49,6 persen. (Source: Trading Economics)

[Singapura] - Pertumbuhan Ekonomi Singapura Naik 14,3% YoY Pada Kuartal 2 2021
Laju ekonomi Singapura tumbuh 14,3% pada kuartal kedua, data awal menunjukkan pada hari Rabu (14/7). Pulih dari penurunan yang disebabkan oleh virus corona pada tahun lalu dan dibantu oleh kinerja yang kuat di sektor manufaktur dan konstruksi. Pertumbuhan ekonomi kuartal kedua ini sesuai perkiraan sejumlah ekonom yang disurvei oleh Reuters. Dengan pertumbuhan 14,2% year on year untuk kuartal kedua. Asal tahu, pertumbuhan ekonomi Singapura turun ke 13,3% (yoy) pada kuartal kedua tahun 2020. Langkah lockdown mengatasi penyebaran virus corona mewarnai sebagian besar periode tersebut. (Source: Kontan)