Daily News 21/07
July 21, 2021 No. 2002
[Indonesia] - Breaking News! Jokowi Baru Buka PPKM Darurat 26 Juli Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga 25 Juli 2021. Keputusan itu disampaikan Jokowi dalam keterangan pers yang ditayangkan kanal Youtube Sekretariat Presiden pada, Selasa (20/7/2021). Jokowi mengungkapkan penerapan PPKM Darurat yang dimulai 3 Juli 2021 adalah kebijakan yang tidak bisa kita hindari, yang harus diambil pemerintah meskipun itu sangat-sangat berat. PPKM Darurat dilakukan untuk menurunkan penularan Covid-19 dan mengurangi kebutuhan masyarakat untuk pengobatan di rumah sakit (RS) sehingga tidak membuat lumpuhnya RS lantaran over kapasitas pasien Covid-19 serta agar layanan kesehatan untuk pasien dengan penyakit kritis lainnya tidak terganggu dan terancam nyawanya. Namun, Jokowi bersyukur, setelah dilaksanakan PPKM Darurat, terlihat dari data, penambahan kasus dan kepenuhan bed RS mengalami penurunan. Ia bilang pemerintah selalu memantau, memahami dinamika di lapangan, dan mendengar suara-suara masyarakat terdampak PPKM. (Source: CNBC Indonesia) [Amerika Serikat] - Wall Street Parkir di Zona Hijau Imbas Aksi Beli Investor Indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir di zona hijau pada perdagangan Selasa waktu setempat (20/7/2021), dengan mencatat penguatan terbesar sejak Maret 2021. Saham-saham berkapitalisasi pasar kecil naik 3 persen. Bagi beberapa investor, kekalahan baru-baru ini hanyalah peluang beli lainnya di antara sentimen pendapatan perusahaan yang solid, stimulus pemerintah, dan kebijakan moneter yang sangat longgar. Di sisi ekonomi, data menunjukkan perumahan AS mulai meningkat pada bulan Juni lebih dari perkiraan, menunjukkan konstruksi perumahan stabil meskipun kendala rantai pasokan kekurangan tenaga kerja. Setelah penutupan perdagangan reguler, Netflix Inc. memperkirakan kenaikan pelanggan yang lamban untuk kuartal ketiga, meningkatkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan pesat pemimpin streaming itu mungkin akan surut. Sahamnya pun jatuh. (Source: Bisnis.com) [China] - Wisatawan Asing ke China Diperbolehkan Gunakan Yuan Digital Pelancong asing dengan destinasi ke China akan dapat menggunakan mata uang yuan digital yang dikembangkan oleh pemerintah, tanpa harus memiliki rekening bank lokal. Hal tersebut disampaikan oleh Bank Sentral di China, melalui pernyataan yang dimuat di surat kabar China, Jumat (16/7/2021). Pembayaran secara seluler atau digital, telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir sehingga menjadi bentuk pembayaran yang dominan di China. Pedagang lebih memilih untuk tidak mengambil uang tunai, seperti halnya penggunaan kartu kredit, tidak seperti di Amerika Serikat (AS). Namun, dua aplikasi pembayaran seluler utama, yaitu yang dioperasikan oleh Tencent dan Alibaba, biasanya memerlukan koneksi dengan rekening perbankan dalam negeri sehingga mencegah pelancong asing menggunakan aplikasi dengan mudah. Sementara itu, belum ada kabar jelas mengenai kapan fitur yuan digital akan tersedia. Dilansir dari CNBC Internatioanl, Jumat (16/7/2021), seorang reporter asing sudah dapat mengakses yuan digital melalui rekening bank domestik. Bank Rakyat China (People's Bank of China/PBoC) telah bekerja keras mengembangkan versi digital yuan, yang dikenal sebagai e-CNY sejak 2014 silam. Pada Jumat lalu, bank sentral merilis sebuah makalah terkait dengan pekembangan terkini dari penelitian tersebut, dalam bahasa Inggris dan China. (Source: Bisnis.com) [Jepang] - Inflasi Inti Jepang Capai Level Tertinggi Dalam 15 Bulan Harga konsumen inti Jepang pada bulan Juni 2021 naik 0,2% dibanding tahun sebelumnya. Ini menandai laju tahunan tercepat dalam lebih dari setahun, dan menjadi tanda dampak inflasi komoditas global meluas secara bertahap. Namun, kenaikan inflasi inti tersebut, sebagian besar didorong oleh lonjakan harga energi yang lebih tinggi, jauh lebih kecil daripada ekonomi utama lainnya karena konsumsi yang lemah. Hal ini memperkuat ekspektasi Bank of Japan (BOJ) akan dipaksa untuk mempertahankan stimulus besar-besaran untuk saat ini. Kenaikan indeks harga konsumen inti (CPI), yang mencakup produk minyak tetapi tidak termasuk harga makanan segar yang bergejolak, sesuai dengan perkiraan pasar dengan median untuk kenaikan 0,2% dan mengikuti kenaikan 0,1% pada bulan Mei. Kenaikan, yang merupakan yang tercepat sejak Maret 2020, sebagian besar disebabkan oleh lonjakan 4,6% pada biaya energi dengan harga bensin naik 17,9% sebagai tanda bahwa rumah tangga menghadapi biaya hidup yang lebih tinggi. (Source: Kontan)