Daily News 23/07

July 23, 2021 No. 2004
[Indonesia] - Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan di 3,5%
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan. Hal ini sesuai dengan ekspektasi pasar. Pada Kamis (22/7/2021), Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI memutuskan untuk mempertahankan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 3,5%. Suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility juga bertahan masing-masing 2,75% dan 4,25%. Keputusan ini konsisten dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah dan stabilitas nilai tukar rupiah yang terjaga, serta upaya untuk memperkuat pemulihan ekonomi. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia menghasilkan proyeksi BI 7 Day Reverse Repo Rate tetap bertahan di 3,5%. Dari 12 institusi yang berpartisipasi dalam pembentukan konsensus, semuanya sepakat bulat, aklamasi. Tidak ada dissenting opinion. Kali terakhir BI menurunkan suku bunga acuan adalah pada Februari 2021. Selepas itu, suku bunga selalu ditahan dengan stabilitas nilai tukar rupiah menjadi alasan utama. (Source: CNBC Indonesia)

[Amerika Serikat] - Saham Teknologi Topang Penguatan Wall Street
Saham teknologi memimpin saham AS lebih tinggi pada hari Kamis, meskipun lonjakan tak terduga dalam klaim pengangguran yang muncul kembali beberapa kekhawatiran tentang ekonomi dan mengirim imbal hasil obligasi lebih rendah. Mengutip Bloomberg, menjadi tanda terbaru terhadap kekhawatiran atas permintaan, Texas Instruments Inc., salah satu produsen chip terbesar, memperingatkan bahwa pendapatan kuartal III/2021 bisa jauh dari perkiraan sejumlah analis. Sementara itu, saham American Airlines Group Inc. dan Southwest Airlines Co. tergelincir setelah memberikan pandangan yang hati-hati, sedangkan saham AT&T Inc. menguat setelah mencetak kinerja di atas perkiraan Wall Street di tengah melonjaknya pertumbuhan pelanggan. Ekspektasi pendapatan yang meningkat meredam kekhawatiran atas puncak pertumbuhan ekonomi dan penyebaran COVID-19 varian delta yang mengguncang pasar pada awal pekan. Sekitar 86 persen dari emiten indeks S&P 500 yang telah merilis laporan keuangan membukukan kinerja di atas proyeksi analis. (Source: Bisnis.com)

[China] - Kiriman minyak China ke Korea Utara kembali meningkat, tertinggi sejak Juli 2020
Rekor pengiriman minyak sulingan China ke Korea Utara tercatat pada Juni. Jumlahnya jadi yang terbanyak dalam 11 bulan terakhir di tengah penutupan perbatasan terkait Covid-19. Dilansir dari Yonhap, pada Juni 2021, China memasok sekitar 10.000 barel minyak sulingan ke Korea Utara. Jumlah tersebut telah dilaporkan dan dicatat oleh PBB pada Rabu (21/7). Menurut data penerapan sanksi China terhadap Korea Utara, Beijing mengirim total 10.725 barel atau 1.288 ton minyak sulingan, ke Pyongyang bulan lalu. Jumlah itu jadi pengiriman bulanan terbesar sejak Juli 2020 saat China memasok 12.479 barel minyak sulingan ke Korea Utara. China, bersama dengan Rusia, masih menjadi pemasok sumber energi utama untuk Korea Utara hingga saat ini. Namun, Rusia telah melaporkan ke PBB, mereka tidak mengirimkan produk minyak sulingan ke Korea Utara dari Oktober tahun lalu hingga Mei tahun ini. Pada paruh pertama tahun ini, Korea Utara telah menerima 23.750 barel minyak sulingan. Jumlah tersebut jauh di bawah batas impor tahunan yang ditetapkan berdasarkan resolusi PBB. Korea Utara menerima sanksi setelah meluncurkan rudal jarak jauh. Pada 2017, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi yang menetapkan batas maksimum 500.000 barel minyak per tahun untuk Korea Utara. PBB juga meminta semua negara anggota yang mengirimkan minyak ke Korea Utara untuk melaporkan jumlah pengirimannya setiap bulan. (Source: Kontan)

[Hong Kong] - Tingkat Pengangguran Hong Kong Turun Ke Level Terendah 14 Bulan
Tingkat pengangguran yang disesuaikan secara musiman di Hong Kong turun menjadi 5,5 persen pada periode April hingga Juni 2021, terendah sejak kuartal yang berakhir April 2020, karena ekonomi terus pulih bersamaan dengan surutnya epidemi lokal dan membaiknya kondisi eksternal. Pada basis non-musiman, jumlah orang yang menganggur menurun 20.200 menjadi 213.100 dan mereka yang bekerja meningkat 9.700 menjadi 3.640 juta. Tingkat pengangguran menurun di semua sektor ekonomi utama, terutama di sektor konstruksi; perdagangan internasional & sektor grosir; eceran; layanan akomodasi & makanan; dan sektor seni, hiburan & rekreasi. Ke depan, Sekretaris Tenaga Kerja dan Kesejahteraan mengatakan pasar tenaga kerja harus lebih ditingkatkan dengan pemulihan ekonomi, sebagian didukung oleh Skema Voucher Konsumsi dan partisipasi masyarakat yang berkelanjutan dalam program vaksinasi. (Source: Trading Economics)