Daily News 27/07
July 27, 2021 No. 2006
[Indonesia] - BEI Jelaskan Alasan Tunda Penerapan Fitur Perdagangan Baru Bursa Efek Indonesia (BEI) menunda pemberlakuan fitur baru pada Jakarta Automated Trading System (JATS) dari yang seharusnya berlaku mulai Senin ini, 26 Juli 2021 ini menjadi 6 Desember 2021. Fitur baru JATS ini merupakan pemberlakuan ketentuan dalam Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Nomor Kep-00108/BEI/12-2020 tanggal 4 Desember 2020 perihal Perubahan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa, Laksono Widodo menjelaskan, penundaan itu dilakukan karena masih ada hal teknis yang masih harus diperbaiki mengenai kesiapan sistem JATS. Adapun, fitur yang disesuaikan tanggal implementasinya antara lain adalah perubahan mekanisme sesi pra-penutupan, tampilan informasi Indicative Equilibrium Price (IEP) dan Indicative Equilibrium Volume (IEV) pada sesi pra-pembukaan serta sesi pra-penutupan. Selanjutnya, penambahan jenis pesanan pasar (market order), sekaligus perpanjangan waktu perdagangan di pasar negosiasi selama 15 menit. Laksono menambahkan, pertimbangan perpanjangan waktu di pasar negosiasi untuk mengakomodasi investor, terutama investor institusi yang melakukan crossing di akhir hari apabila mereka menggunakan harga volume weighted average price. Dalam pengumumannya, BEI menyebutkan, penerapan fitur baru ini masih akan mengikuti waktu perdagangan selama masa pandemi hingga batas waktu yang akan ditetapkan kemudian. Dalam aturan baru ini, di pasar reguler terdapat perpanjangan waktu untuk sesi perdagangan prapembukaan, dari sebelumnya pukul 08.45-08.55 nantinya akan berlangsung hingga pukul 08.45-08.59. Kemudian, untuk periode pascapenutupan, akan berlangsung pada pukul 15.01-15.15 dari sebelumnya dilakukan pada 15.05-15.15. Bursa juga akan mulai menerapkan random closing mulai 6 Desember 2021 nanti yang akan dilakukan antara pukul 14.58-15.00. Untuk pasar negosiasi, dilakukan perpanjangan waktu perdagangan untuk sesi II dari sebelumnya pukul 13.30-15.15 menjadi 13.30-15.30. Sedangkan, di pasar tunai tidak terjadi perubahan. (Source: CNBC Indonesia) [Amerika Serikat] - Wall Street Mencatat Rekor Baru Lagi Pada Senin (26/7) Tiga indeks saham utama Amerika Serikat (AS) naik ke rekor penutupan tertinggi untuk sesi kedua berturut-turut pada hari Senin (26/7). Investor optimistis menjelang rilis pendapatan dari emiten teknologi kelas berat dan internet minggu ini. Sementara kehati-hatian menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve masih menjadi penahan kenaikan pasar saham lebih lanjut. Lebih dari sepertiga penghuni S&P 500 akan melaporkan hasil kuartalan minggu ini, termasuk Apple Inc, Microsoft Corp, Amazon.com Inc dan induk Google Alphabet Inc, empat perusahaan AS terbesar berdasarkan nilai pasar. Harga saham Apple naik 0,3%. Harga saham Tesla Inc, yang melaporkan hasil kuartalan setelah penutupan pasar, naik sekitar 1% dalam perdagangan setelah jam tutup. Harga saham mobil listrik ini mengakhiri sesi reguler dengan kenaikan 2,2%. Sebagian besar pendapatan kuartal kedua telah dengan mudah mengalahkan ekspektasi analis sejauh ini. Inilah penyebab meningkatkan proyeksi pertumbuhan yang sudah besar untuk kuartal kedua, menurut data Refinitiv. Optimisme yang berkelanjutan atas pendapatan kuartal kedua telah membantu mengimbangi kekhawatiran baru-baru ini atas dampak pasar dari varian Delta Covid-19. (Source: Kontan) [China] - China Perketat Aturan Perusahaan Pendidikan, Indeks Shanghai Composite Merosot Aksi jual saham perusahaan pendidikan swasta China menyeret pasar saham Negeri Panda tersebut ke zona merah pada Senin (26/7/2021). Pasar saham anjlok setelah pemerintah China melarang perusahaan bimbingan belajar (bimbel) yang mengajarkan kurikulum sekolah untuk menghasilkan keuntungan, meningkatkan modal, serta melantai di bursa. Selain itu, perusahaan juga tidak dapat lagi menerima investasi luar negeri, yang mencakup modal dari entitas terdaftar di luar negeri. Larangan tersebut berangkat dari pemikiran bahwa bimbel yang berlebihan menyiksa anak muda, membebani orang tua dengan biaya mahal, dan memperburuk ketidaksetaraan dalam masyarakat. erusahaan yang mengajar mata pelajaran sekolah tidak dapat lagi menerima investasi asing, termasuk mencakup modal dari perusahaan China yang sahamnya diperdagangkan di bursa asing. Perusahaan yang sekarang melanggar aturan itu harus mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki situasi. Selain itu, perusahaan yang terdaftar tidak akan lagi diizinkan untuk mengumpulkan modal melalui pasar saham untuk berinvestasi dalam bisnis yang mengajarkan mata pelajaran di kelas. Akuisisi langsung dilarang. Semua bimbingan liburan dan akhir pekan yang terkait dengan silabus sekolah saat ini dilarang. Teknologi pendidikan telah muncul sebagai salah satu investasi terpanas di China dalam beberapa tahun terakhir karena menarik investasi miliaran dari institusi besar seperti Tiger Global Management, Temasek Holdings Pte, dan SoftBank Group Corp. (Source: Bisnis.com) [Jepang] - PMI Manufaktur Jepang Turun ke Level Terendah 5 Bulan PMI Manufaktur Jepang berada dilevel 52,2 pada Juli 2021, turun dari 52,4 akhir pada Juni. Ini menandai laju ekspansi terlemah dalam aktivitas pabrik sejak Februari, karena ekonomi berjuang untuk pulih dari pandemi COVID-19. Baik produksi dan pertumbuhan pesanan baru turun ke posisi terendah enam bulan, di tengah penundaan berkelanjutan dalam menerima bahan baku. Juga, pesanan ekspor dan aktivitas pembelian meningkat pada tingkat yang lebih rendah. Pabrikan mencatat bahwa permintaan staf berkurang, dengan tingkat penciptaan lapangan kerja paling rendah sejak April, sementara tumpukan pekerjaan naik lebih sedikit dibandingkan bulan Juni. Mengenai inflasi, baik biaya input maupun harga jual naik lebih cepat. Ke depan, sentimen positif tetap kuat, meskipun sedikit mereda dari bulan Juni. (Source: Trading Economics)