Daily News 30/07
July 30, 2021 No. 2009
[Indonesia] - Investasi Industri Tumbuh 29% Capai Rp 167 Triliun di Semester I 2021 Sejumlah investor dari sektor industri manufaktur masih percaya diri untuk merealisasikan investasinya di Indonesia, meskipun dalam tekanan dampak pandemi Covid-19. Geliat investasi ini akan memperkuat struktur manufaktur di tanah air sehingga bisa meningkatkan daya saing. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan seiring dengan berbagai upaya pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, Indonesia masih menjadi negara tujuan utama bagi para investor skala global. Merujuk data Kementerian Investasi/BKPM, pada Januari-Juni 2021, realisasi investasi sektor industri adalah sebesar Rp167,1 triliun atau naik 29% dibanding periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp129,6 triliun. Pada semester I tahun ini, sektor industri berkontribusi hingga 37,7% dari total nilai investasi nasional yang mencapai Rp442,8 triliun. (Source: Kontan) [Amerika Serikat] - The Fed Umumkan Kebijakan Moneter, kok Makin Banyak Misteri? Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Federal Reserve (The Fed) pada Kamis (29/7/2021) dini mengumumkan kebijakan moneternya. Pelaku pasar berharap adanya kejelasan kapan tapering (pengurangan pembelian aset oleh The Fed) akan dilakukan, tetapi malah tetap jadi dan makin banyak ""misteri"". Sesuai dengan perkiraan pasar, The Fed mempertahankan suku bunga sebesar 0,25%, dan program pembelian aset (quantitative easing/QE) senilai US$ 120 miliar, dengan rincian US$ 80 miliar pembelian obligasi pemerintah (Treasury) dan US$ 40 miliar untuk efek beragun aset. Dengan inflasi di AS yang sangat tinggi, banyak yang memperkirakan The Fed akan segera melakukan tapering atau pengurangan nilai QE. Tetapi, kapan tapering akan dilakukan tetap menjadi ""misteri"" hingga saat ini. The Fed menggunakan inflasi berdasarkan Personal Consumption Expenditure (PCE) sebagai dasar untuk menetapkan kebijakan moneter. Data terakhir menunjukkan inflasi inti PCE di bulan Mei tumbuh 3,4% (year-on-year/YoY). Pertumbuhan tersebut merupakan yang tertinggi sejak tahun 1992. Data terbaru akan dirilis Jumat nanti, hasil polling Reuters menunjukkan inflasi akan naik lagi menjadi 3,9% YoY. The Fed juga melihat perekonomian AS semakin kuat, tapi masih perlu melihat kemajuan substansial lebih lanjut, khususnya untuk pasar tenaga kerja dan inflasi, sebelum memulai tapering. (Source: CNBC Indonesia) [China] - Saham & Obligasi China Anjlok, PBOC Langsung Suntik Dana US$4,6 Miliar China keluar dari pola operasi likuiditas hariannya yang biasa dengan meningkatkan suntikan uang tunai ke dalam sistem keuangan, setelah saham dan obligasi negara itu merosot karena risiko regulasi. People's Bank of China memompa likuiditas jangka pendek sebesar 30 miliar yuan (US$ 4,6 miliar) ke dalam sistem keuangan dengan perjanjian pembelian kembali tujuh hari, menghasilkan suntikan bersih 20 miliar yuan pada Kamis (29/7/2021). Operasi tersebut menandai penambahan uang tunai jangka pendek pertama sejak 30 Juni. Ini juga dilakukan menjelang akhir bulan ketika likuiditas biasanya lebih ketat. Langkah ini menambah banyak tanda bahwa Beijing semakin tidak nyaman dengan perubahan baru-baru ini di pasar keuangan. Regulator sekuritas China dilaporkan telah mengumpulkan para eksekutif bank investasi besar pada Rabu malam, mencoba untuk memulihkan ketenangan setelah tindakan keras baru-baru ini terhadap industri pendidikan swasta. (Source: Bisnis.com) [Jerman] - Tingkat Pengangguran Jerman Tetap di Level Terendah 13 Bulan Tingkat pengangguran yang disesuaikan secara musiman di Jerman mencapai 3,7 persen pada Juni 2021, tidak berubah dari bulan sebelumnya. Namun, itu adalah tingkat pengangguran terendah sejak April 2020, karena jumlah pengangguran turun 1,2 persen menjadi 1,58 juta sementara jumlah pekerjaan naik tipis 0,1 persen menjadi 41,42 juta. Namun, jumlah orang yang bekerja pada Juni turun 1,3 persen, atau 573.000 pada Februari 2020, sebulan sebelum pembatasan diberlakukan karena pandemi virus corona di Jerman. Tingkat pengangguran kaum muda, yang mengukur pencari kerja di bawah 25 tahun, turun menjadi 7,5 persen dari 7,7 persen. (Source: Trading Economics)