Daily News 02/08

August 02, 2021 No. 2010
[Indonesia] - Investasi Lebih Besar di Sektor Manufaktur, Syarat Indonesia Jadi Negara Maju
Untuk mengejar target pemerintah menuju negara maju di tahun 2045, Indonesia perlu mengejar investasi dengan porsi yang lebih besar di industri pengolahan atau sektor manufaktur. Persoalannya, investasi di Indonesia saat ini masih didominasi oleh sektor tersier atau sektor jasa. Bidang usaha ini memang padat modal, tetapi minim penyerapan tenaga kerja. Meski begitu, bidang jasa setiap tahunnya menjadi jagoan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) atau Kementerian Investasi dalam mendulang target investasi. Berdasarkan data Kementerian Investasi, realisasi investasi sektor jasa di sepanjang semester I-2021 sebesar Rp 218,7 triliun atau setara 49,4% dari total investasi langsung di periode Januari 2021 hingga Juni 2021 yang senilai Rp 442,8 triliun. Pencapaian tersebut sudah menjadi tren sektor jasa sejak tahun 2017 hingga 2020. Secara berurutan, pada tahun 2017, sektor ini mencatat realisasi investasi sebesar Rp 293,4 triliun atau memegang porsi 42,3% dari total investasi tahun tersebut. (Source: Kontan)

[Amerika Serikat] - Sentimen Konsumen AS Direvisi Lebih Tinggi, Tetap Terendah Dalam 5 Bulan
Sentimen konsumen AS direvisi lebih tinggi menjadi 81,2 pada Juli 2021 dari awal 80,8, masih tetap menjadi pembacaan terendah dalam 5 bulan. Ukuran ekspektasi direvisi sedikit lebih tinggi menjadi 79 dari 78,4 sementara subindeks kondisi saat ini tidak berubah di 84,5. Ekspektasi inflasi direvisi lebih rendah untuk tahun depan (4,7% vs 4,8%) dan untuk 5 tahun ke depan (2,8% vs 2,9%). “Sentimen konsumen naik tipis pada akhir Juli, meskipun masih mencatat penurunan bulanan sebesar 5,0%. Penurunan bulanan terbesar tetap terkonsentrasi pada prospek ekonomi nasional dan keluhan tentang tingginya harga rumah, kendaraan, dan barang-barang rumah tangga. Sebagian besar konsumen masih mengharapkan inflasi bersifat sementara, ada bukti yang berkembang bahwa badai inflasi kemungkinan akan berkembang di cakrawala yang tidak terlalu jauh"". (Source: Trading Economics)

[China] - Aktivitas Pabrik di China Berada di Laju Paling Lambat Pada Juli 2021
Aktivitas pabrik di China berada di laju paling lambat pada Juli 2021 karena biaya bahan baku yang lebih tinggi, pemeliharaan peralatan, dan cuaca ekstrem yang menambah kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi terbesar kedua di dunia itu. Berdasarkan data Biro Statistik Nasional (NBS), Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur turun menjadi 50,4 pada Juli dari 50,9 pada Juni. Meski begitu, angka masih di atas 50% yang menunjukkan masih ada pertumbuhan.  Seorang pejabat NBS,  mengarahkan sub-indeks PMI untuk produksi turun menjadi 51,0 dari 51,9 pada Juni karena terbebani biaya pemeliharaan peralatan dan cuaca ekstrem. Tak hanya itu, Sub-indeks pesanan baru juga turun menjadi 50,9, dari 51,5 yang mencerminkan permintaan melambat. Ditambah lagi, Sub-indeks untuk pesanan ekspor baru telah turun selama tiga bulan berturut-turut mulai Mei. Itu berdiri di 47,7 pada bulan Juli lalu. Sub-indeks untuk biaya bahan baku berada di 62,9 di bulan Juli, dibandingkan bulan sebelumnya yakni 61,2 karena peningkatan biaya. Harga bahan baku yang tinggi telah menggerogoti profitabilitas industri dan menghalangi beberapa eksportir China untuk menerima pesanan. Pihak berwenang berkeinginan untuk mencegah kenaikan harga berdampak kepada konsumen. Sayangnya, permintaan pasar juga sedang lemah sehingga menekan perekonomian. (Source: Kontan)

[Korea Selatan] - Surplus Perdagangan Korea Selatan Terkecil dalam 3 Bulan
Surplus perdagangan Korea Selatan turun menjadi USD 1,76 miliar pada Juli 2021 dari USD 3,94 miliar pada bulan yang sama tahun sebelumnya, karena lonjakan impor, di tengah pandemi virus corona. Ekspor naik 29,6 persen secara tahun-ke-tahun ke rekor tertinggi USD 55,40 miliar, sementara impor melonjak 38,2 persen ke level tertinggi sepanjang masa USD 53,60 miliar. Dalam tujuh bulan pertama tahun ini, surplus perdagangan meningkat tajam menjadi USD 20,07 miliar dari USD 14,47 pada periode yang sama tahun 2020. (Source: Trading Economics)