Daily News 09/08

August 09, 2021 No. 2015
[Indonesia] - Kabar Gembira! Beli Rumah Bisa Bebas PPN Hingga Akhir Desember 2021
Pemerintah memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) atas penyerahan rumah tapak dan unit hunian rumah susun. Masyarakat dapat memanfaatkan insentif ini hingga Desember 2021. Rumah tapak atau unit hunian rumah susun harus memenuhi persyaratan untuk mendapatkan insentif ini, antara lain pertama harga Jual maksimal lima miliar rupiah. Kedua, merupakan rumah tapak atau unit hunian rumah susun baru yang diserahkan dalam kondisi siap huni, mendapatkan kode identitas rumah, pertama kali diserahkan oleh pengembang, serta belum pernah dilakukan pemindahtanganan. Ketiga, diberikan maksimal satu unit properti per satu orang dan tidak boleh dijual kembali dalam jangka waktu satu tahun. (Source: Kontan)

[Amerika Serikat] - Ekonomi AS Membaik Ditandai Dengan Penurunan Angka Pengangguran
Perekonomian Amerika Serikat mulai melihat tanda-tanda perbaikan setelah jumlah pemohon tunjangan pengangguran turun hingga 14.000 pada minggu lalu. Dilansir dari AP, pemohon tunjangan pengangguran minggu lalu turun menjadi 385.000 orang dari 399.000 orang pada minggu sebelumnya. Jumlah pendaftar sempat mencapai puncaknya pada awal Januari 2021, yakni hingga 900.000 orang. Sejak saat itu jumlahnya terus menurun, meski masih ada di level tertinggi dalam sejarah. Sebelum pandemi menyerang AS pada Maret 2020, rata-rata pemohon tunjangan pengangguran sekitar 220.000 orang per minggu. Bangkitnya kembali ekonomi AS didorong oleh program vaksinasi Covid-19 nasional yang terbilang cepat, sehingga meyakinkan pemilik bisnis untuk mulai bekerja secara normal. Menurut survei FactSet, AS telah menambah lebih dari 540.000 pekerjaan per bulan tahun ini. Laporan Departemen Tenaga Kerja yang akan dirilis hari Jumat (6/8) diprediksi akan menunjukkan hampir 863.000 pekerjaan pada bulan Juli. (Source: Kontan)

[China] - Pertumbuhan Ekspor Impor China di Bulan Juli Melambat
Lonjakan kasus Covid-19 membuat pertumbuhan ekspor dan impor China bulan Juli 2021 melambat. Terlebih, kenaikan kasus terjadi di provinsi yang berada di sebelah timur dan selatan, yang juga merupakan pusat ekspor utama China. Berdasarkan data Kantor Bea Cukai China, ekspor di bulan Juli naik 19,3% dibandingkan tahun sebelumnya (yoy). Kenaikan ini melambat dibanding bulan Juni yang melesat 32,2% yoy. Analis yang disurvei Reuters sebelumnya memperkirakan ekspor Juli naik 20,8%. Sementara itu, impor Juli hanya naik 28,1% yoy, melambat dibandingkan dengan data Juni yang tumbuh 36,7%. Realisasi tersebut juga di bawah proyeksi analis, yang memperkirakan kenaikan 33%. Dengan hasil itu, China mencatat surplus neraca perdagangan sebesar US$ 56,48 miliar di bulan Juli. Naik dibanding bulan sebelumnya yang sebesar US$ 51,53 miliar. (Source: Kontan)

[Korea Selatan] - Transaksi Berjalan Korea Selatan Mengalami Surplus
Surplus transaksi berjalan Korea Selatan melebar menjadi USD 8,85 miliar pada Juni 2021 dari USD 7,16 miliar pada bulan yang sama tahun sebelumnya. Surplus neraca barang meningkat menjadi USD 7,62 miliar dari USD 6,18 miliar pada tahun lalu, sedangkan defisit jasa menyempit menjadi USD 0,95 miliar dari USD 1,35 miliar pada tahun lalu. Selain itu, surplus pendapatan primer meningkat tajam menjadi USD 2,53 miliar dari USD 1,81 miliar. Di sisi lain, neraca pendapatan sekunder mengalami defisit USD 0,35 miliar dari surplus USD 0,53 juta pada bulan yang sama tahun sebelumnya. (Source: Trading Economics)