Daily News 22/03

March 22, 2012 No. 225
IPO - PT Bekasi Fajar 

PT Bekasi Fajar Industrial Estate (BF) akan melaksanakan penawaran umum perdana (IPO) pada harga Rp 170 per saham dengan menjual 1.765 miliar saham dan pembagian waran 2:1. Dana yang akan diraih senilai Rp. 300 miliar yang akan digunakan untuk menambah cadangan lahan. IPO akan direncanakan pada 2-3 April 2012 dan listing pada 10 April 2012. BF memiliki hubungan afiliasi dengan PT. Alam Sutera Realty (ASRI).
GEMS - Kinerja 2011
PT Golden Energy Mines (GEMS) membukukan kenaikan laba bersih 2011 sebesar 788% menjadi Rp 301.65 Miliar dari Rp 33.96 Miliar pada 2010 lalu. Earnings per share (EPS) tercatat sebesar Rp 55.74 per lembar. Pendapatan GEMS tercatat sebesar Rp 2.86 Triliun tahun lalu Vs Rp 927.11 Miliar pada 2010 lalu. PT Dian Swastatika Santosa (DSSA) tercatat memiliki 66.99% saham GEMS, GMR Coal Resources Pte. Ltd memiliki 30% saham, dan 3% sisanya dimiliki publik.
GIAA - Rencana spin-off Citilink
PT Garuda Indonesia (GIAA) menargetkan proses spin-off Citilink menjadi anak usaha baru selesai pada Mei 2012. Manajemen memperkirakan Citilink dapat memperoleh Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) dan AOC (Air Operate Certificate) pada bulan April.
PNBN - Kinerja 2011
PT Bank Panin (PNBN) membukukan kenaikan laba bersih 2011 sebesar 41.6%Yoy menjadi Rp 1.83 Triliun Vs Rp 1.29 Triliun pada 2010 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 22.9%Yoy menjadi Rp 5.05 Triliun Vs Rp 4.11 Triliun pada 2010. PNBN membukukan kenaikan laba operasional sebesar 44.7%Yoy menjadi Rp 2.68 Triliun tahun lalu. Posisi CAR tercatat sebesar 17.45% (16.65% pada 2010), dengan NPL Gross 3.56% (4.36% pada 2010), ROE 14.63% (11.62% pada 2010), dan LDR 80.36% (74.22% pada 2010).
PTBA - Proyek pembangunan fasilitas pelabuhan
PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) menghabiskan dana US$ 135 Juta untuk menyelesaikan proyek pembangunan fasilitas pelabuhan Tarahan, Lampung. Anggaran akan diambil dari kombinasi alokasi belanja modal di tahun 2012 dan 2013. Seluruhnya akan diambilkan dari kas internal perusahaan. Penambahan kapasitas pelabuhan merupakan kerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan kontrak 2009-2029. PT KAI telah berkomitmen menambah gerbong dan lokomotif untuk meningkatkan kapasitas pengangkutan batubara sebanyak 15.6 juta ton tahun ini.