Daily News 27/03
March 27, 2012 No. 227
BUMI - Sengketa bisnis
Rubis International Limited (Rubis) menuding PT Bumi Resources (BUMI) menyalahgunakan izin perjanjian kerjasama karena terjadi pengalihan aset milik mereka di BUMI Holding SaS (perusahaan patungan Rubis dan BUMI). BUMI dituduh menyimpangkan perjanjian itu demi kepentingan anak usahanya, Tamagot Bumi SA. Rubis membawa masalah ini ke pengadilan Prancis pada Januari dan pada Februari, Hakim Pengadilan Niaga Paris memutuskan, pengalihan aset yang dilakukan Bumi Resources adalah ilegal dan harus segera dikembalikan.
BYAN - Penjaminan aset
PT Bayan Resources (BYAN) menjaminkan sejumlah aset untuk meraih pinjaman. Perusahaan ini membutuhkan dana US$ 700-900 Juta untuk membayar utang dan ekspansi di usaha tahun ini. Setelah pinjaman diperoleh dari bank, manajemen akan mulai menghitung mengenai nilai aset yang dijaminkan. Untuk mengembangkan bisnis BYAN tengah menyelesaikan rencana akuisisi tiga kuasa pertambangan milik Ilthabi Bara Utama.
HERO - Kerja sama dengan IKEA
PT Hero Supermaket (HERO) menjalin kerja sama dengan perusahaan furniture Inter IKEA Systems B.V. (Swedia) untuk membuka dan mengoperasikan toko Ikea di Indonesia yang akan dikembangkan mulai 2014 hingga 2021. Ikea berdiri sejak 1943 di Denmark dan merupakan perusahaan ritel furniture terbesar di dunia. Pada 2007 lalu Ikea tercatat memiliki 2,700 unit toko yang tersebar di 35 negara dengan 1,300 pemasok yang berasal dari 50 negara dunia.
INTP - Target penjualan beton siap pakai
PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) menargetkan penjualan beton siap pakai (ready mix concrete - RMC) naik 25% tahun ini dengan Jawa Barat dan Jakarta sebagai pasar utama perusahaan. Tahun lalu INTP menjual 2.43 juta meter kubik RMC dari 1.22 juta meter kubik pada 2010 lalu. Naiknya penjualan RMC didukung oleh penambahan 12 batching plant serta 100 truk mixer baru. RMC memberi kontribusi sekitar 15% terhadap pendapatan INTP tahun lalu.
KAEF - Bangun pabrik obat
PT Kimia Farma (KAEF) akan membangun pabrik obat kortikosteroid dalam bentuk injeksi dengan nilai investasi senilai Rp 250 Miliar. Pembangunan tersebut melalui usaha patungan dengan Tianjin Pharmaceutical Group (TP) dan Tigaka Distrindo Perkasa (TDP). KAEF akan memegang 49% saham sedangkan TP 46% dan TDP 5%. Pendanaan dari pembangunan tersebut berasal dari hutang bank sebesar 60% dan sisanya dari modal pemegang saham.