Daily News 29/03
March 29, 2012 No. 229
APLN - Rencana Emisi Obligasi
PT Agung Podomoro Land (APLN) akan menerbitkan obligasi senilai Rp 1 Triliun pada bulan Juni-Juli 2012. Dana obligasi tersebut akan digunakan untuk mengakusisi 10-15 proyek pada 2012-2013 dengan total investasi Rp 1.5 Triliun. Perseroan akan menggunakan kas internal senilai Rp 500 Miliar untuk menutupi kebutuhan akusisi tersebut. Tahun ini APLN akan meluncurkan beberapa proyek baru dan membutuhkan capex senilai Rp 3.5 Triliun. Dalam 5 tahun ke depan perseroan akan mengakusisi beberapa proyek di berbagai kota dan jika semuanya berhasil didapatkan perseroan membutuhkan dana senilai Rp 11 Triliun.
ASRI - Penawaran Obligasi
PT Alam Sutera (ASRI) menerbitkan obligasi senilau US$ 150 Juta yang dicatatkan di Bursa Efek Singapura dengan tenor selama 5 tahun dan tingkat bunga sebesar 10.75%. Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian tanah di daerah Serpong, Pasar Kemis dan daerah sekitarnya sebesar 80% dan sisanya digunakan untuk pembangunan dan pengembangan aset perumahan.
CFIN - Kinerja 2011
PT Clipan Finance Indonesia (CFIN) membukukan kenaikan laba bersih 2011 sebesar 37.6%Yoy menjadi Rp 276.26 Miliar Vs Rp 200.71 Miliar pada 2010 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan bersih sebesar 73.9%Yoy menjadi Rp 700.36 Miliar Vs Rp 402.62 Miliar pada 2010 kendati membukukan kenaikan beban sebesar 143.3%Yoy menjadi 334.59 Miliar tahun lalu.
CMNP - Kinerja 2011
PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) membukukan kenaikan laba bersih 2011 sebesar 19.7%Yoy menjadi Rp 357.04 Miliar Vs Rp 298.26 Miliar pada 2010 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 7.1%Yoy menjadi Rp 803.44 Miliar tahun lalu Vs Rp 750.36 Miliar pada 2010. CMNP membukukan kenaikan laba operasi sebesar 6.6%Yoy menjadi Rp 421.58 Miliar tahun lalu.
INCO - Kinerja 2011
PT Vale Indonesia (INCO) membukukan penurunan laba bersih 2011 sebesar 23.7%Yoy menjadi US$ 333.76 Juta Vs US$ 437.36 Juta pada 2010 lalu. Penurunan kinerja diakibatkan oleh turunnya penjualan INCO sebesar 2.6%Yoy menjadi US$ 1.24 Miliar tahun lalu Vs US$ 1.28 Miliar pada 2010. Naiknya beban pokok penjualan mengakibatkan laba kotor INCO turun 17.9%Yoy menjadi US$ 513.92 Juta tahun lalu.