Daily News 30/03
March 30, 2012 No. 230
BBCA - Kinerja 2011
PT Bank Central Asia (BBCA) membukukan kenaikan laba bersih 2011 sebesar 27.6%Yoy menjadi Rp 10.82 Triliun Vs Rp 8.48 Triliun pada 2010 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 30.1%Yoy menjadi Rp 16.84 Triliun tahun lalu. BBCA membukukan kenaikan laba operasi sebesar 27.8%Yoy menjadi Rp 13.3 Triliun tahun lalu. Posisi CAR tercatat sebesar 12.75% tahun lalu (13.5% pada 2010) dengan posisi NPL Gross 0.49% (0.64% pada 2010), ROE 33.54% (33.3% pada 2010), dan LDR 61.67% (55.16% pada 2010).
BWPT - Kinerja 2011
PT BW Plantation (BWPT) mencatat kenaikan laba bersih pada tahun 2011 sebesar 31.5% menjadi Rp 320.39 Miliar. Kenaikan laba bersih tersebut disebabkan kenaikan penjualan sebesar 24.7% menjadi Rp 888.3 Miliar dari Rp 712.17 Miliar. Naiknya volume produksi serta peningkatan harga jual menjadi faktor pendorong kenaikan penjualan.
JSMR - Kinerja 2011
PT Jasa Marga (JSMR) mencatat kenaikan pendapatan pada tahun 2011 sebesar 13.3% menjadi Rp 4.96 Triliun dari Rp 4.38 Triliun pada 2010. Kenaikan tersebut berdampak pada kenaikan laba usaha sebesar 14.8% menjadi Rp 2.28 Triliun. Kenaikan laba komprehensif meningkat menjadi Rp 1.34 Triliun atau tumbuh 12.3%.
KLBF - Kinerja 2011
PT Kalbe Farma (KLBF) mencatat kenaikan laba bersih pada tahun 2011 sebesar 15.2% menjadi Rp 1.48 Triliun. Penjualan meningkat sebesar 6.7% menjadi Rp 10.91 Triliun dari Rp 10.22 Triliun dan penjualan dari PT Kageo Igar Jaya (IGAR) tidak dikonsolidasikan pada tahun 2011. KLBF mencatat kenaikan gross margin dari 50.5% menjadi 50.9%.
PGAS - Kinerja 2011
PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) membukukan penurunan laba bersih 2011 sebesar 4.9%Yoy menjadi Rp 5.93 Triliun tahun lalu Vs Rp 6.24 Triliun pada 2010. Turunnya kinerja diakibatkan oleh penurunan pendapatan sebesar 1%Yoy menjadi Rp 19.57 Triliun tahun lalu. PGAS membukukan penurunan laba operasional sebesar 14.5%Yoy menjadi Rp 7.72 Triliun tahun lalu.
UNVR - Kinerja 2011
PT Unilever (UNVR) mencatat kenaikan penjualan pada tahun 2011 sebesar 19.2% menjadi Rp 23.47 Triliun. Kenaikan penjualan mendorong kenaikan laba sebelum pajak menjadi Rp 5.57 Triliun atau tumbuh 22.6%. Laba bersih perseroan juga meningkat sebesar 22.9% menjadi Rp 4.16 Triliun.