Daily News 02/04
April 02, 2012 No. 231
BDMN - Suspensi saham terkait penggantian kepemilikan
PT Bank Danamon (BDMN) meminta penghentian perdagangan (suspensi) saham hingga 2 April 2012. Menurut keterbukaan informasi di BEI, Danamon telah mendapatkan minat investor untuk membeli saham di Asia Financial Pte, Ltd, yang dikendalikan oleh Temasek Holdings. Asia Financial memiliki 6.45 miliar saham atau 67.37% saham Danamon. Sumber Reuters menyebutkan DBS Group yang 29% sahamnya juga dimiliki Temasek, bakal membeli saham-saham di Asia Financial. Nilai transaksi diperkirakan US$3.2 miliar atau Rp 23.36 Triliun. Sedangkan Fullerton Financial Hodings, Unit Temasek sudah mengonfirmasi menerima tawaran pembelian seluruh saham.
GGRM - Kinerja 2011
PT Gudang Garam (GGRM) membukukan kenaikan laba bersih 2011 sebesar 18%Yoy menjadi Rp 4.89 Triliun tahun lalu Vs Rp 4.15 Triliun pada 2010 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 11.1%Yoy menjadi Rp 41.88 Triliun tahun lalu.
INDY - Kinerja 2011
PT Indika Energy (INDY) membukukan kenaikan laba bersih 2011 sebesar 43.7%Yoy menjadi Rp 1.11 Trilliun Vs Rp 773 Miliar pada 2010 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan bersih sebesar 38.4%Yoy menjadi Rp 5.21 Triliun Vs Rp 3.76 Triliun pada 2010. Laporan keuangan 2011 INDY telah mengikutsertakan kinerja 9 bulan PT Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS) yang diakuisisi pada April 2011 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan laba bersih Kideco sebesar 44.2%Yoy menjadi US$ 456 Juta kendati Santan Batubara membukukan penurunan laba bersih sebesar 23.8%Yoy menjadi US$ 22.9 Juta tahun lalu.
NISP - Rencana rights issue
PT Bank OCBP NISP (NISP) berencana menerbitkan 1.51 miliar lembar saham baru melalui mekanisme rights issue dengan harga penawaran Rp 1,000 per lembar saham baru. Rasio rights issue ditetapkan sebesar 500:107. Target perolehan dana sebesar Rp 1.51 Triliun akan dialokasikan untuk mendukung penyaluran kredit. Rencana tersebut menunggu persetujuan RUPSLB dan pernyataan efektif Bapepam-LK yang dijadwalkan pada 22 Mei 2012.
TLKM - Kinerja 2011
PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) membukukan penurunan laba bersih 2011 sebesar 4.96%Yoy menjadi Rp 10.97 Triliun Vs Rp 11.54 Triliun pada 2010 lalu kendati membukukan kenaikan pendapatan sebesar 3.8%Yoy menjadi Rp 71.3 Triliun tahun lalu. TLKM membukukan kenaikan beban sebesar 8%Yoy menjadi Rp 49.97 Triliun. Jumlah pelanggan broadband tercatat naik 63.4%Yoy menjadi 10.47 juta pelanggan, pelanggan selular naik 13.8%Yoy menjadi 107.02 Juta pelanggan, dan jumlah pelanggan fixed line mengalami penurunan 13.7%Yoy menjadi 22.84 juta pelanggan pada 2011. Average rate pe user (ARPU) Telkomsel tercatat turun 20%Yoy menjadi Rp 172,000 tahun lalu.