Daily News 06 November 2025
-
BBKP
Bank KB Indonesia Tbk.
-
PT. Bank KB Indonesia Tbk. (BBKP) berbalik membukukan laba bersih 9M25 sebesar Rp265 miliar, kontras dengan rugi Rp2,73 triliun pada periode yang sama tahun lalu―menandai fase turnaround yang nyata hasil konsolidasi, disiplin risiko, dan efisiensi sejak 2021. Kredit tumbuh 10,83% YoY menjadi Rp44,32 triliun (normal loans Rp34,12 triliun), sementara pendanaan murah (CASA) melonjak 38% ke Rp14,2 triliun sehingga rasio CASA naik ke 30,79%.
NIM terjaga di 1,37% dengan pendapatan bunga bersih Rp718 miliar. Kualitas aset membaik signifikan: loan at risk ratio turun <2,4% (dari ~6,5% awal transformasi 2021). Permodalan solid dengan CAR 16,32%, didukung injeksi modal Rp3 triliun dari KB Kookmin Bank pada pertengahan 2024. Perbaikan ini mempertebal bantalan risiko dan memberi ruang ekspansi kredit yang lebih berkualitas pada segmen wholesale dan ritel.
Ke depan, manajemen menargetkan pertumbuhan kredit sekitar 15% hingga akhir 2025 dengan LDR di kisaran 90%, sambil memperdalam sinergi dalam ekosistem KB Financial Group (KB Valbury Sekuritas, KB Insurance, KB Asset Management). Fokus dilanjutkan pada layanan digital dan akuisisi nasabah muda―termasuk penggemar budaya Korea―untuk mendorong dana berbiaya rendah dan pertumbuhan berkelanjutan.
https://emitennews.com/news/kb-bank-bbkp-berbalik-laba-rp265m-di-kuartal-iii-ini-pemicunya
-
MDLA
Medela Potentia Tbk.
-
PT. Medela Potentia Tbk. (MDLA) mencatat pendapatan 9M25 sebesar Rp11,1 triliun (+2,8% YoY) dengan laba bersih naik 16,3% menjadi Rp294 miliar. Laba kotor meningkat 5,6% ke Rp1,07 triliun, mencerminkan perbaikan mix/portofolio dan efisiensi lintas lini, sehingga margin kotor menguat di tengah persaingan pasar alat kesehatan dan farmasi. Secara operasional, manufaktur alat kesehatan lewat PT Deca Metric Medica (DMM) mulai mengekspor ke Timor Leste dan Kamboja―menandai perluasan pasar regional.
Kanal digital terus bertumbuh: platform B2B GPOS mencatat pertumbuhan penjualan ~10% dengan cakupan distribusi meluas 22%, sedangkan GoApotik (B2C) membukukan kenaikan pendapatan 31%, pelanggan 34%, dan transaksi 13%. Di distribusi, PT Anugrah Argon Medica (AAM) menambah empat principal baru (1 consumer health, 3 alat kesehatan), memperkuat kemitraan dan jangkauan produk.
Perseroan juga menegaskan komitmen ESG untuk menjaga tata kelola dan keberlanjutan. Kombinasi ekspansi regional, akselerasi kanal digital, dan basis distribusi yang makin kuat menjadi landasan menjaga momentum hingga akhir tahun.
https://emitennews.com/news/pertahankan-kinerja-solid-laba-kuartal-iii-2025-mdla-tumbuh-dua-digit
-
PYFA
Pyridam Farma Tbk
-
PT. Pyridam Farma Tbk. (PYFA) membukukan pendapatan konsolidasi 9M25 sebesar Rp2,06 triliun (+77,3% YoY). EBITDA naik 100,6% menjadi Rp133,32 miliar, menandakan penguatan kas operasional inti di tengah ekspansi dan integrasi entitas baru. Beban pokok penjualan tercatat Rp1,64 triliun, namun efisiensi tetap terjaga dengan laba kotor meningkat 41,28% YoY ke Rp417,86 miliar. Pengungkit utama datang dari pilar CDMO (Contract Development & Manufacturing Organization) dengan kemitraan global―antara lain Eli Lilly (Cialis, Humalog, Humulin), Amgen (Corora, Amgevita, Xgeva), Lundbeck (Abixa, Brintellix, Vyepti), Merz (Xeomin, Hepamerz), dan Polysan (Reamberin, Cytoflavin).
Di sisi komersial, segmen Rx didorong portofolio inovatif/NCE, sementara OTC (PYFAHealth, PYFABeauty) memperluas distribusi lewat jaringan ritel kesehatan & kecantikan seperti Century, Boots, Apotek Roxy, dan VIVA Apotek. Prospek ke depan ditopang ramp-up fasilitas: Probiotec (Kemps Creek, Australia) telah full operate per November 2025, berlisensi TGA dan bersertifikasi Halal AIHCO untuk penetrasi ekspor global; pabrik Ethica (Cikarang) menuju operasi penuh awal 2026. Dengan fundamental yang menguat dan integrasi yang on-track, PYFA membidik pertumbuhan berkelanjutan dan penciptaan nilai bagi pemegang saham pada 2026.
https://emitennews.com/news/pendapatan-pyridam-farma-pyfa-naik-773-di-kuartal-iii-2025
-
TRIS
Trisula International Tbk.
-
PT. Trisula International Tbk. (TRIS) membukukan penjualan 9M25 sebesar Rp1,18 triliun (+10% YoY) dengan laba bersih Rp80,23 miliar (+29% YoY), sejalan dengan pemulihan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di dalam negeri. Secara segmen, manufaktur menjadi kontributor terbesar Rp974,10 miliar (+10% YoY), distribusi Rp240,22 miliar (+7% YoY), dan seragam melonjak Rp234,30 miliar (+111% YoY).
Penjualan ekspor menyumbang 61% atau Rp720,10 miliar (+13% YoY) dengan tujuan utama Australia, Amerika Serikat, dan Selandia Baru; pasar domestik juga tumbuh 5% YoY menjadi Rp468,77 miliar. Manajemen menilai kinerja didukung reputasi yang kuat, diversifikasi ekspor, strategi niche market, fleksibilitas pesanan (MOQ kecil/kompleksitas tinggi), serta integrasi antarbisnis untuk menjaga kualitas.
Meski tantangan tarif AS dan produk impor murah masih ada, TRIS menargetkan pertumbuhan pendapatan ~10% tahun ini melalui perluasan pasar ekspor, efisiensi, dan inovasi.
https://emitennews.com/news/pasar-tpt-tumbuh-penjualan-trisula-international-tris-capai-rp118t