Daily News 07 November 2025

November 07, 2025 No. 2923

BEEF

Estika Tata Tiara Tbk.

PT. Estika Tata Tiara Tbk. (BEEF) mencatat laba bersih 9M25/3Q25 sebesar Rp99,05 miliar (+148,9% YoY), mengangkat EPS dasar ke Rp12,19 dari Rp5,54. Penjualan melonjak 89,8% YoY menjadi Rp5,02 triliun; beban pokok naik ke Rp4,72 triliun sehingga laba kotor mencapai Rp293,35 miliar (gross margin ~5,8%, sedikit lebih rendah vs ~6,0% tahun lalu).

Di level operasional, opex meningkat (penjualan Rp43,81 miliar; G&A Rp85,82 miliar), namun skala penjualan mendorong laba usaha melejit ke Rp163,72 miliar (dari Rp60,51 miliar). Di bawah operasi, beban lain-lain naik ke Rp37,44 miliar dan beban pajak menjadi Rp27,31 miliar; secara keseluruhan laba sebelum pajak naik ke Rp126,27 miliar dan laba bersih tahun berjalan mencapai Rp98,95 miliar.

Dari neraca, ekuitas menguat ke Rp360,94 miliar (dari Rp261,98 miliar), sementara liabilitas turun ke Rp1,49 triliun (dari Rp1,93 triliun) dan aset menyusut ke Rp1,85 triliun (dari Rp2,19 triliun). Kombinasi pertumbuhan top line yang kuat dan leverage operasional menjadi pendorong utama perbaikan profit, meski margin kotor masih tertekan biaya bahan baku.

https://emitennews.com/news/surplus-149-persen-kuartal-iii-2025-beef-raup-laba-rp99-miliar

FIRE

Alfa Energi Investama Tbk.

PT. Alfa Energi Investama Tbk. (FIRE) membukukan rugi bersih 9M25 sebesar Rp8,33 miliar, berbalik dari laba Rp25,08 miliar tahun lalu. Pendapatan bersih turun 31,6% YoY menjadi Rp230,38 miliar, membuat laba bruto menyusut 47,4% ke Rp53,71 miliar meski beban pokok ikut turun 24,8%. Efisiensi opex terlihat―beban usaha turun 29,6% ke Rp46,98 miliar―namun belum mampu menahan kontraksi profit, tercermin pada laba usaha yang merosot 80,9% ke Rp6,73 miliar dan laba sebelum pajak yang turun 95,5% ke Rp1,48 miliar.

Di neraca, liabilitas naik tipis 0,7% ke Rp108,36 miliar sementara aset turun 2,1% ke Rp340,02 miliar per 30 September 2025. Secara pasar, saham FIRE melemah 3,49% ke Rp83; turun 9,7% sebulan terakhir dan -4,6% YTD―mencerminkan sentimen yang berhati-hati terhadap penurunan pendapatan dan margin. Secara profil, FIRE adalah pedagang batubara dengan kepemilikan tidak langsung atas lahan 2.089 ha di Kutai Kartanegara (Kaltim) dan eksposur bisnis pembangkitan melalui Alfa Daya Energi.

Ke depan, pemulihan kinerja berpotensi bersandar pada stabilisasi harga/volume penjualan, pengendalian biaya, dan monetisasi aset/kapasitas terkait rantai batubara agar margin kembali pulih.

https://emitennews.com/news/pendapatan-anjlok-fire-berbalik-rugi-di-kuartal-iii-2025

GGRP

Gunung Raja Paksi Tbk.

PT. Gunung Raja Paksi Tbk. (GGRP) membukukan rugi bersih 9M25 sebesar USD34,87 juta, berbalik dari laba USD131,12 juta pada periode yang sama tahun lalu. Penjualan bersih anjlok 50,6% menjadi USD132,44 juta (dari USD268,20 juta), sementara beban pokok penjualan turun 43,1% ke USD146,76 juta. Alhasil, perseroan mencatat rugi bruto USD14,32 juta, berbalik dari laba bruto USD10,34 juta setahun lalu―menandakan tekanan harga/volume yang signifikan.

Di level operasional, kinerja turut tertekan dengan rugi sebelum pajak USD34,11 juta (vs laba sebelum pajak USD29,59 juta tahun lalu). Penurunan penjualan yang lebih dalam ketimbang penyesuaian biaya membuat perbaikan beban tidak cukup mengimbangi kontraksi margin.

Dari sisi neraca, total aset turun 8,8% menjadi USD722,63 juta (dari USD792,73 juta akhir 2024). Di pasar, saham GGRP pada Kamis (6/11) melemah 0,98% ke Rp202, mencerminkan sentimen yang masih berhati-hati terhadap pemulihan kinerja perseroan.

https://emitennews.com/news/penjualan-anjlok-50-persen-ggrp-rugi-usd3487-juta-di-q3-2025

SULI

SLJ Global Tbk.

PT. SLJ Global Tbk. (SULI) membukukan rugi bersih 9M25 sebesar USD1,16 juta―membaik 82,7% YoY dari rugi USD6,7 juta―di tengah lonjakan pendapatan menjadi USD11,03 juta (+796,7% YoY). Beban pokok pendapatan tercatat USD10,25 juta sehingga laba kotor berbalik positif ke USD0,77 juta (dari rugi kotor), namun margin kotor masih tipis ~7%.

Secara operasional, beban usaha naik ke USD1,70 juta; pendapatan operasi lain turun menjadi USD156,7 ribu sementara beban operasi lain menyusut tajam ke USD971,6 ribu. Rugi usaha berkurang ke USD1,74 juta (dari USD5,24 juta). Di bawah operasi, laba selisih kurs berbalik positif USD460,5 ribu (vs rugi tahun lalu) membantu menahan kerugian, meski beban keuangan meningkat ke USD588,4 ribu.

Dari neraca, total aset turun ke USD44,49 juta (dari USD45,86 juta akhir 2024), liabilitas sedikit turun ke USD29,16 juta, dan ekuitas melemah ke USD15,33 juta; defisit akumulasi masih melebar. Secara keseluruhan, perbaikan bottom line didorong lonjakan penjualan dan perbaikan pos non-operasional (FX), namun profitabilitas berkelanjutan masih bergantung pada peningkatan margin kotor dan pengendalian biaya pendanaan.

https://emitennews.com/news/kuartal-iii-2025-pendapatan-slj-global-suli-meroket-79674-persen