Daily News 27 November 2025
-
APLN
Agung Podomoro Land Tbk.
-
PT. Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) mencatat rugi bersih Rp57,94 miliar per 30 September 2025, membengkak 40,15% dibanding rugi Rp41,34 miliar pada periode yang sama tahun lalu, sehingga rugi per saham dasar meningkat dari Rp1,82 menjadi Rp2,55. Penjualan dan pendapatan usaha turun 4,7% menjadi Rp2,64 triliun, seiring penurunan pendapatan berulang dari sektor perhotelan dan mal yang melemah 13,3% menjadi Rp988,8 miliar. Laba periode berjalan juga turun signifikan 58% menjadi Rp28,21 miliar akibat tantangan penjualan dan shifting bisnis pasca divestasi hotel Pullman Ciawi Vimala Hills pada akhir 2024, meskipun langkah divestasi tersebut memperkuat fundamental perusahaan melalui percepatan pelunasan utang. Beban bunga APLN turun tajam hampir 38% menjadi Rp311,37 miliar dari sebelumnya Rp502,55 miliar, mencerminkan dampak positif restrukturisasi dan pengurangan beban keuangan.
Perusahaan menjalankan strategi adaptif untuk menjaga stabilitas operasional di tengah pelemahan ekonomi dan turunnya daya beli masyarakat, termasuk efisiensi across the board dan diferensiasi produk yang lebih sesuai kondisi pasar. Marketing sales hingga September 2025 tercatat Rp1,24 triliun, didominasi segmen rumah tapak melalui proyek Podomoro Park Bandung, Bukit Podomoro Jakarta, dan Podomoro Golf View. Permintaan hunian tapak tetap positif, didorong kebutuhan ruang tinggal fungsional serta daya tarik investasi jangka panjang, sehingga APLN meluncurkan unit berukuran lebih compact agar lebih terjangkau tanpa mengurangi kualitas kawasan.
Memasuki kuartal IV-2025, APLN optimistis penjualan dan pendapatan usaha akan tumbuh positif secara kuartalan, terutama didorong momentum Natal dan liburan akhir tahun yang biasanya meningkatkan pendapatan berulang dari pusat perbelanjaan dan hotel. Perusahaan juga berharap stimulus pemerintah―baik melalui kebijakan pajak maupun arah suku bunga yang lebih akomodatif―dapat memperkuat keyakinan konsumen dalam melakukan transaksi dan investasi properti. Dengan kombinasi strategi penjualan adaptif, efisiensi biaya, penurunan beban bunga, dan dukungan makro yang membaik, APLN menilai peluang perbaikan kinerja pada akhir 2025 masih terbuka.
https://emitennews.com/news/bengkak-40-persen-kuartal-iii-2025-apln-boncos-rp5794-miliar
-
BNII
Bank Maybank Indonesia Tbk.
-
PT. Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) membukukan kinerja sangat solid sepanjang sembilan bulan 2025, dengan laba setelah pajak dan kepentingan nonpengendali (PATAMI) melonjak 77,3% menjadi Rp989 miliar. Laba sebelum pajak (PBT) naik 53,9% menjadi Rp1,3 triliun, ditopang penguatan pendapatan operasional, efisiensi beban overhead, serta penurunan signifikan biaya provisi. Pendapatan bunga tumbuh 3,2% meski beban bunga tetap tinggi akibat porsi dana mahal yang besar, sehingga NII hanya naik 0,8% menjadi Rp5,37 triliun dan NIM tertekan 16 bps menjadi 4,3%. Namun demikian, pendapatan nonbunga (NOII) meningkat kuat 10,7% menjadi Rp1,58 triliun, terutama berkat lonjakan pendapatan Global Markets sebesar 618,3% menjadi Rp300 miliar. Secara keseluruhan, gross operating income tumbuh 2,9% menjadi Rp6,95 triliun. Dari sisi intermediasi, BNII terus mendorong pertumbuhan pada segmen-segmen utama melalui strategi portfolio rebalancing.
Kredit ritel dan nonritel Community Financial Services (CFS) naik 7,8% menjadi Rp86,05 triliun, didukung pertumbuhan komersial 18,5%, SME+ 6,4%, RSME 4,3%, serta kredit ritel 6,1%―terutama pembiayaan otomotif yang tumbuh 9,6%. Kredit Global Banking (GB) untuk korporasi lokal skala besar tumbuh 7,7%, meski portofolio low-yield corporate loans dipangkas sehingga total kredit GB turun 19,3%. Total kredit BNII terkoreksi 1,6% menjadi Rp120,42 triliun sejalan dengan rebalancing, namun portofolio berkelanjutan tumbuh 7% menjadi Rp3,96 triliun. Likuiditas tetap terjaga dengan LDR 77,5%, LCR 163,6%, dan NSFR 118,7%, sementara permodalan sangat kuat dengan CAR 27,1% dan CET1 25,9%. Pengelolaan biaya juga semakin efisien dengan CIR turun ke 70,4% dan BOPO ke 89,1%, mendorong PPOP tumbuh 2,8% dan provisi membaik 32,1%. NPL gross turun menjadi 2,4% dan net menjadi 1,5%, mencerminkan kualitas aset yang semakin sehat.
Portofolio syariah BNII turut mencatat peningkatan signifikan, dengan laba sebelum pajak (PBT) melesat 216,5% menjadi Rp516 miliar. Pembiayaan syariah CFS tumbuh 13,3% menjadi Rp22,36 triliun, didorong pertumbuhan kuat di Business Banking (16,3%), SME+ (19,7%), dan segmen ritel termasuk KPR (12,6%) dan otomotif (3,5%). CASA syariah naik 17,7% sehingga rasio CASA meningkat dari 52,0% menjadi 62,2%. Dari lini anak usaha, Maybank Finance mencatat pembiayaan naik 7,3% menjadi Rp7,43 triliun, sementara WOM Finance mencatat pembiayaan naik 4,1% meski PBT turun akibat kenaikan pencadangan. Secara keseluruhan, kinerja BNII menggambarkan keberhasilan strategi M25+ yang berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan, penguatan segmen utama, serta sinergi grup ASEAN, sekaligus menjaga kualitas aset dan ketahanan likuiditas di tengah kondisi pasar yang ketat.
https://investor.id/market/418931/maybank-indonesia-bnii-cetak-laba-naik-773/all
-
POLI
Pollux Hotels Group Tbk.
-
PT. Pollux Hotels Group Tbk. (POLI) berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2025 senilai Rp500 miliar yang mengantongi peringkat tertinggi idAAA dari Pefindo. Obligasi ini didukung jaminan penuh (unconditional & irrevocable guarantee) dari Credit Guarantee and Investment Facility (CGIF), lembaga di bawah ADB, sehingga risiko kreditnya dinilai sangat rendah. Pefindo menilai struktur penjaminan CGIF sangat kuat, profil keuangan Pollux tetap terjaga, serta kesiapan perusahaan memenuhi target kinerja keberlanjutan sesuai POJK 18/2023, termasuk penetapan KPI lingkungan dan efisiensi operasional yang dapat diukur dan diaudit secara berkala. Instrumen ini ditawarkan dalam dua seri, yakni Seri A berjangka 3 tahun dengan kupon indikatif 5,35?5,85% dan Seri B berjangka 5 tahun dengan kupon indikatif 5,75?6,25%, dengan pembayaran kupon secara kuartalan (quarterly bullet payment) hingga jatuh tempo.
Imbal hasil tersebut berada di atas rata-rata pasar untuk obligasi berperingkat AAA, sementara rating idAAA dengan dukungan penuh CGIF (rating internasional AA yang bahkan di atas sovereign rating Indonesia BBB) membuat risiko obligasi ini dinilai lebih rendah dibanding sebagian besar instrumen surat utang korporasi maupun negara. Manajemen dan penjamin emisi menilai kombinasi kupon yang kompetitif dan kualitas kredit tertinggi berpotensi menjadikan obligasi ini salah satu instrumen yang banyak diburu investor institusi di akhir 2025. Seluruh dana hasil penerbitan akan disalurkan ke PT. Cakrawala Sakti Kencana, dengan komposisi sekitar 90% untuk refinancing pinjaman Bank Mandiri dan 10% untuk modal kerja, termasuk operasional dan program pengurangan emisi karbon, sehingga memberikan bauran antara penguatan struktur pendanaan dan dukungan pada agenda keberlanjutan.
Timeline penerbitan meliputi masa penawaran awal pada 25?27 November 2025, perkiraan efektif 28 November 2025, penawaran umum 1?5 Desember 2025, penjatahan 8 Desember 2025, pembayaran 9 Desember 2025, distribusi elektronik 10 Desember 2025, dan perkiraan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 11 Desember 2025. Dengan struktur demikian, obligasi POLI menawarkan profil risiko sangat rendah dengan kupon relatif menarik dan eksposur pada tema ESG/keberlanjutan.
https://emitennews.com/news/kupon-atas-pasar-poli-jajakan-obligasi-rp500-miliar
-
RATU
Raharja Energi Cepu Tbk.
-
PT. Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU), emiten migas milik Happy Hapsoro, menegaskan bahwa kinerja Blok Cepu masih menjadi penopang utama profitabilitas perusahaan dalam beberapa tahun ke depan. Direktur Utama RATU, Sumantri Suwarno, menjelaskan dalam Paparan Publik Tahunan (26/11/2025) bahwa produksi Blok Cepu justru meningkat sekitar 7.000 barel per hari hingga September 2025, dengan proyeksi di kisaran 140.000?150.000 barel per hari pada 2026. Total produksi kumulatif Blok Cepu kini telah melampaui 600 juta barel, jauh di atas estimasi cadangan awal, sementara data tahunan menunjukkan kenaikan rata-rata produksi dari sekitar 147.000 barel per hari pada 2024 menjadi sekitar 156.000 barel per hari pada 2025. Dengan outlook produksi yang relatif stabil hingga 2027?2028, RATU menilai masih ada ruang untuk menjaga kinerja keuangan sambil menyiapkan strategi pasca-2026, dengan tetap selektif terhadap proyek baru dan fokus menjaga arus kas sehat.
Sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang, RATU menegaskan arah ekspansi yang berfokus pada akuisisi aset migas. Manajemen mengungkap bahwa perusahaan saat ini sudah memasuki tahap akhir proses pengambilalihan hak partisipasi (participating interest/PI) di salah satu aset migas, namun detailnya belum dapat diungkap karena keterikatan Non-Disclosure Agreement (NDA) dan masih menunggu persetujuan regulator. Beberapa pemilik PI disebut telah membuka tender resmi dan RATU ikut hingga tahap akhir; pengumuman pemenang tender diperkirakan keluar dalam 1?2 minggu ke depan dan akan segera disampaikan ke publik jika RATU ditetapkan sebagai pemenang. Selain itu, perusahaan terus meninjau peluang akuisisi lain, baik melalui negosiasi langsung maupun tender, sebagai bagian dari penguatan portofolio jangka panjang.
Di luar portofolio migas konvensional, RATU juga mulai menjajaki inisiatif di bidang energi bersih atau EBT seperti proyek carbon capture dan carbon capture storage, meskipun saat ini masih dalam tahap awal dan belum menjadi portofolio utama. Direktur Adrian Hartadi menyebut perusahaan aktif melakukan due diligence di sejumlah lapangan migas, baik di Indonesia maupun luar negeri, sebagai langkah diversifikasi sumber pertumbuhan ke depan. Kombinasi produksi Blok Cepu yang masih resilient, pipeline potensi akuisisi PI, dan eksplorasi awal di sektor energi bersih diharapkan dapat memberikan landasan yang kuat bagi RATU dalam menjaga kinerja pasca-2026, dengan tetap menekankan prinsip kehati-hatian dan kesehatan arus kas.
https://emitennews.com/news/ratu-beberkan-arah-expansi-hingga-produksi-pasca-2026