Daily News 28 November 2025
-
DOSS
Global Sukses Digital Tbk.
-
PT. Global Sukses Digital Tbk. (DOSS) memperkenalkan tiga inisiatif strategis―DOSS PLAY, DOSS Creator+, dan Artisan Finder―yang diluncurkan bersamaan dengan pembukaan DOSS Vaganza 2025. Ketiga platform ini dirancang untuk memperkuat visi DOSS dalam membangun ekosistem kreatif yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan bagi kreator di Indonesia.
DOSS PLAY menjadi platform streaming khusus film pendek dan creative storytelling berdurasi 3?20 menit dengan model Pay-Per-View yang terjangkau, memberikan kanal monetisasi baru bagi filmmaker dan kreator konten. Sementara itu, DOSS Creator+ menawarkan skema afiliasi yang memungkinkan kreator memperoleh pendapatan dari review gear, rekomendasi, dan komisi transaksi, menciptakan flywheel ekosistem yang saling menguatkan.
Untuk melengkapi ekosistem tersebut, Artisan Finder hadir sebagai platform yang menghubungkan kreator dengan peluang kerja dari brand, agensi, hingga pelaku usaha. Ketiga inisiatif ini menegaskan transformasi DOSS dari retailer menjadi Creative Ecosystem Hub yang membangun circular economy kreatif di Indonesia.
https://www.emitennews.com/news/perkuat-ekosistem-kreatif-doss-luncurkan-tiga-inisiatif-strategis
-
GMFI
Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk.
-
PT. Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI) mencatat laba bersih sebesar USD22,31 juta per 30 September 2025, tumbuh 44,68% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini membuat laba per saham dasar dan dilusian naik menjadi USD0,00060 dari sebelumnya USD0,00055, meskipun pendapatan perusahaan sedikit turun 2,1% menjadi USD307,13 juta.
Di sisi biaya, sejumlah beban mengalami kenaikan seperti beban usaha yang membengkak menjadi USD35 juta, beban pegawai naik menjadi USD89,1 juta, serta beban material menjadi USD85,52 juta. Meski demikian, perusahaan mendapat dorongan dari meningkatnya penghasilan lain-lain dan penghasilan keuangan, serta menurunnya beban keuangan, sehingga laba sebelum pajak terdongkrak menjadi USD27,24 juta dan laba periode berjalan mencapai USD22,33 juta.
Secara neraca, GMFI menunjukkan perbaikan dengan defisiensi modal turun menjadi USD235,7 juta dan defisit menyusut menjadi USD534,68 juta. Namun, total liabilitas meningkat menjadi USD755,24 juta, sementara total aset tumbuh signifikan menjadi USD519,54 juta, mencerminkan penguatan struktur aset perusahaan meski beban kewajiban ikut naik.
https://emitennews.com/news/melonjak-45-persen-gmfi-kuartal-iii-2025-raup-laba-usd2231-juta
-
INDY
Indika Energy Tbk
-
PT. Indika Energy Tbk. (INDY) tengah mempercepat pengembangan proyek tambang emas Awak Mas sebagai pilar bisnis non-batu bara. Proyek yang dikelola melalui PT. Masmindo Dwi Area ini memiliki tiga area pit―Awak Mas, Tarra, dan Salu Bulo―dengan total konsesi 14.390 hektare. Trial production ditargetkan dimulai kuartal IV 2026 dan operasi penuh pada 2027, dengan metode penambangan open pit dan teknologi pemrosesan carbon in leach (CIL).
Tambang Awak Mas memiliki sumber daya 2,55 juta oz dan cadangan 1,51 juta oz, dengan rencana produksi 100 ribu oz per tahun. Estimasi cash cost sekitar US$1.150 per oz dan sustaining capital cost US$50 per oz. Dengan asumsi harga emas di atas US$3.000 per oz, tarif royalti akan mencapai level tertinggi 16% sesuai PP No. 19/2025. Proyek ini menjadi fokus Indika untuk mengembangkan portofolio mineral sebagai diversifikasi dari sektor batu bara.
Selain tambang, Indika Energy juga membangun smelter pemurnian emas dengan nilai investasi US$426 juta atau Rp7,09 triliun. Progres pembangunan disebut semakin cepat, dengan keterlibatan sejumlah kontraktor untuk fasilitas processing plant. Smelter ini menjadi bagian penting dari strategi hilirisasi Indika untuk memperkuat rantai pasok dan menghasilkan nilai tambah dari produksi emas domestik.
https://katadata.co.id/finansial/bursa/69280a0e567f7/indika-energy-indy-produksi-tambang-emas-mulai-2026-siapkan-smelter-rp-7-09-t
-
RISE
Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk.
-
PT. Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE) menggelar RUPSLB pada 27 November 2025 dan mendapat dua persetujuan penting, yaitu pelaksanaan rights issue dan perubahan susunan direksi. Rapat yang dihadiri 80,29% pemegang saham ini menyetujui Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I). Melalui rights issue tersebut, RISE akan menerbitkan hingga 1,33 miliar saham baru bernominal Rp100 per saham setelah mendapat persetujuan OJK.
Dana yang dihimpun akan digunakan untuk ekspansi proyek Tanrise City Bandung dan Sidoarjo, pengembangan Kawasan Industri Banjarbaru, pengembangan Resor Taman Dayu, penguatan modal kerja, serta peningkatan basis recurring income di sektor hospitality dan pengelolaan aset. Direktur Utama yang baru, Budi Agusti, menyatakan bahwa aksi korporasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur modal dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
Selain itu, rapat menyetujui pengunduran diri Belinda Natalia dari posisi Direktur Utama. Jabatan tersebut kini diisi oleh Budi Agusti, dengan Samuel Adhiputra Bunjamin bergabung sebagai Direktur baru. Susunan direksi kini terdiri dari Budi Agusti, Go Herliani Prayogo, Go Ie Tiong, dan Samuel Adhiputra Bunjamin, sementara Dewan Komisaris tetap dipimpin oleh Hermanto Tanoko bersama Sanderawati Joseof dan Eleazar Leslie Sajogo.
https://www.emitennews.com/news/rise-setujui-rights-issue-dan-pelengseran-dirut-putri-hermanto-tanoko